
Nia yang tidak sadarkan diri itu pun langsung diperiksa oleh Dokter, sedangkan warga yang membawanya hanya bisa menunggu di luar. Sambil menunggu keluarga dari Nia.
Tak berselang lama Dokter yang memeriksa Nia keluar dan mengatakan kalau Nia tidak kenapa-kenapa. Kandungannya pun tidak kenapa-kenapa, tapi Nia harus di rawat semalaman.
Itu karena Dokter penjaga ingin besok pagi Nia bertemu dengan Dokter kandungan, untuk diperiksa lebih lanjut. Ibu-ibu dan bapak-bapak yang mengantar Nia hanya bisa mengangguk, dan setelah Dokter itu pergi.
Yumna, David, Adit, Nayla dan Arka datang, mereka mencari Nia. "Maaf Pak, Bu, apa Bapak sama Ibu, lagi cari mbak-mbak yang bernama Nia?" tanya ibu yang tadi menolong Nia.
Nayla mengangguk dan bertanya, "iya, di mana anak saya Bu? dia dan kandungannya nggak kenapa-kenapa kan?"
"Alhamdulillah, dia dan kandungannya nggak kenapa-kenapa Bu, cuma kata Dokter tadi, dia harus di rawat di sini dulu. Supaya besok pagi bisa diperiksa lebih lanjut oleh Dokter kandungan," jawab si ibu.
Mereka semua pun tersenyum dan merasa lega, berbeda dengan Arka yang diam saja sambil memakan roti yang tadi dia bawa karena sejak kemarin dia tidak makan apa pun.
Yumna dan David hanya bisa menggelengkan kepala mereka saat melihat Arka cuek dengan keadaan Nia, padahal di dalam rahim wanita itu sedang tumbuh darah dagingnya.
"Tapi maaf Bu, kalau saya boleh tau kenapa anak saya bisa seperti ini ya?" tanya Nayla pada ibu-ibu yang menolong Nia tadi.
"Tadi dia dikejar-kejar jambret Bu, dan sembunyi di warung saya," jawab sang ibu tersebut. Nayla menutup mulutnya antara terkejut dan bersyukur karena anaknya masih dilindungi.
"Kalau gitu, kita permisi dulu ya Pak, Bu," pamit si ibu tadi.
"Iya bapak-bapak, ibu-ibu terima kasih banyak ya atas karena membantu dan membawa anak saya ke rumah sakit," jawab Nayla dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya Bu, sudah kewajiban kita untuk saling membantu, kalau begitu kami permisi dulu." Setelah mengatakan itu mereka pun pergi.
Yumna, David, Adit dan Arka pun masuk ke dalam ruangan di mana Nia di rawat, Nia terlihat sangat pucat. Hal itu membuat Nayla dan Adit khawatir, tapi Yumna menyemangati Nayla dan mengatakan kalau Nia akan baik-baik saja.
"Sayang, syukurlah kamu nggak kenapa-kenapa Nak," lirih Nayla saat melihat Nia terbaring lemah di atas brankar.
"Sabar Nay, kamu tadi denger kan? kalau Nia nggak kenapa-kenapa," kata Yumna sambil mengelus punggung Nayla lembut.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat kemudian Nia pun tersadar, dia memegangi perutnya yang masih terasa sakit, dan saat dia mengedarkan pandangannya dia tersenyum saat melihat Arka dan yang lain ada di sana.
"Sayang, kamu nggak kenapa-kenapa kan Nak? mana yang sakit?" tanya Nayla sambil berjalan menghampiri Nia, sedangkan Arka hanya diam saja duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Aku nggak kenapa-kenapa kok Mah," jawab Nia.
Mata Nia menatap Arka yang terlihat tidak peduli padanya, Yumna yang melihat itu langsung menyenggol pelan bahu Arka.
Membuat Arka langsung menoleh padanya. "Ada apa Mah?" tanya Arka bingung, dan Yumna menjawab dengan menunjuk Nia menggunakan dagunya.
Arka menoleh sekilas pada Nia yang sedang menatapnya, kemudian dia kembali fokus pada ponselnya. David yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sayang, apa bener tadi ada orang yang ngejar kamu? dia kenapa bisa kejar kamu sih?" tanya Nayla penasaran.
"Dia jambret Mah," bohong Nia.
"Ya ampun, harusnya kalau ada jambret yang minta tas atau ponsel kamu, kasih aja sayang, dari pada kayak gini kan," kata Nayla, itu karena dia terlalu khawatir pada Nia.
"Iya Mah, lagi pula aku kan nggak kenapa-kenapa, cuma perutku aja yang sedikit nggak enak," jawab Nia.
Arka hanya mengangkat bahu acuh, Yumna menghela napas panjang dan membuangnya kasar, kemudian dia berjalan menghampiri Nia.
"Perut kamu sakit kenapa sayang?" tanya Yumna.
"Tadi sih sakit banget Tante, tapi sekarang udah nggak kok, mungkin karena ada Papahnya." Nia menjawab seraya melirik pada Arka.
Yumna pun ikut melirik pada Arka, tapi yang dilirik hanya diam saja matanya masih fokus pada ponselnya.
Beberapa jam kemudian, karena sudah semakin larut, Yumna dan david pun ijin pulang, Arka juga ingin pulang tapi ditahan oleh Yumna.
"Kamu nggak boleh pulang, temani calon istri dan anak kamu," kata Yumna.
__ADS_1
"Tapi Mah, kan ada Tante dan Om Adit," protes Arka.
"Beda sayang, udah pokoknya kamu stay di sini." Setelah itu Yumna pun pergi.
Melihat ada Arka yang menemani putrinya, Adit dan Nayla pun pamit pergi, dan kini di ruangan tersebut hanya ada Nia dan Arka.
"Udah malam, tidurlah! aku tidur di sofa ya. Kalau ada apa-apa bangunin aku aja," kata Arka sambil berjalan ke sofa dan merebahkan tubuhnya di sana.
Melihat itu Nia hanya bisa senyum-senyum seperti orang bo*doh. 'kita kaya sepasang suami istri aja deh,' batin Nia.
Lalu, dia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas itu, dan langsung memotret Arka diam-diam, kemudian dia mengirimkannya pada Ayarra dengan pesan.
"Lihatlah calon ayah dari anakku Ay, dia keliatan khawatir banget. Sampai-sampai dia rela nemenin aku di rumah sakit." Begitulah pesan yang Nia kirim pada Ayarra.
Tak berselang lama pesan Nia pun di balas oleh Ayarra, "alhamdulillah, selamat ya Ni, semoga samawa. Maaf nanti aku nggak bisa hadir ke pernikahan kalian."
"Lho, kenapa? Pokoknya aku nggak mau tau, kamu harus tetap datang, kamu kan sahabat aku, please datang ya!" Nia kembali membalas pesan pada Ayarra dengan memohon.
"Ok deh akan aku usahakan datang, tapi kalau nggak bisa maaf ya," balasan pesan Ayarra.
Nia tersenyum penuh kemenangan, sebenarnya Nia juga tidak ingin Ayarra datang ke pernikahannya, karena dia takut akan ada drama antara sepasang kekasih.
Akan tetapi Nia ingin Ayarra melihat saat Arka mengucap janji bersamanya, agar kelak Ayarra tidak mengganggu pernikahan mereka.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
__ADS_1
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~