Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Chapter 128


__ADS_3

Sesampainya Adit di kediaman keluarga Indra Kusuma dia berdiri di depan pintu sambil menekan bel, sebenarnya tadi dia ingin langsung pulang ke apartemennya.


Namun, mobilnya ada di rumah sakit, jadi dia putuskan untuk menunggu di rumah Indra saja lagi pula Brian pasti masih menunggu dia di sini.


"Mas, kayanya ada tamu deh." Yumna mengguncang tubuh David yang tengah memeluknya dari belakang itu.


"Mas."


"Biarin aja, nanti juga di bukain pintu sama yang lain," jawab David sambil mengeratkan pelukannya.


"Bukan gitu, itu kalau Papah dan yang lainnya gimana?" ujar Yumna.


"Ya nggak apa-apalah, mereka akan anggap kita udah tidur. Jadi, diamlah! aku masih mau seperti ini," jawab David dia langsung merapatkan tubuhnya pada Yumna.


Tubuh mereka kini sama-sama masih polosan, mereka masih sangat lelah sekalipun hanya untuk memakai kembali pakaian mereka.


Yumna melepaskan pelukan David, kemudian dia turun dari kasurnya. "Sayang kamu kamu kemana?" tanya David.


"Itu pasti mereka, Mas, aku mau tanya gimana keadaan Nayla," jawab Yumna sambil mengikat rambutnya asal, kemudian dia mengambil kimono bunga-bunga yang tergantung di tembok dan berjalan keluar.


David mengerucutkan bibirnya kemudian dia ikut beranjak dari kasur, memakai kimono berwarna hitam dan mengikuti Yumna dari belakang.


"Sayang, tunggu!" David menarik lengan Yumna.


"Kamu ngapain, Mas?" tanya Yumna.


"Ya ikut kamulah," jawab David.


Lalu, mereka pun turun ke bawah. Di ruang tamu sudah ada Adit yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


Terlihat wajah serius dan khawatir di wajah Adit yang membuat David mengkerutkan keningnya.


"Dit?" panggil David.


"Eh, gua kira lu udah tidur," jawab Adit dengan senyum yang dipaksakan.


Padahal dari wajahnya terlihat jika ada yang dia pikirkan, David duduk berjalan melewati Adit dan duduk di sampingnya. Sedangkan Yumna duduk di sebelah David.


Adit hanya tersenyum sebentar lalu kembali fokus pada ponselnya.


"Dit, Nayla, nggak apa-apa kan?" tanya Yumna.

__ADS_1


Adit menoleh dan menatap Yumna. "Dia nggak kenapa-kenapa, bentar lagi juga pulang." Adit menjawab.


"Brian, di mana Dav?" tanya Adit sambil mengedarkan pandangannya.


"Dia lagi istirahat, lu juga kayanya capek mending ikut istirahat sana!" David memerintahkan Adit untuk ikut Brian untuk istirahat.


"Nggak usah, gua tunggu di sini aja---." ucapan Adit terpotong dengan suara klakson mobil yang memasuki pekarangan rumah.


Yumna langsung beranjak dan berjalan ke arah pintu, sedangkan David dan Adit masih duduk diam di sofa ruang tamu.


Yumna tersenyum dan membantu memapah Nayla masuk ke dalam, Nayla sempat menolak tapi Yumna memaksa.


Mata Nayla sempat melotot ketika melihat Adit sedang duduk di samping David, tapi dia berusaha bersikap biasa saja.


Yumna membantu Nayla untuk duduk di sofa. Adit yang merasa Nayla tidak nyaman karena ada dia langsung bangkit dari duduknya.


Melihat Nayla yang sepertinya merasa tidak nyaman dengan keberadaannya, Adit pun ijin pamit. "Dav, gua pamit dulu ya! udah malam."


"Lho, buru-buru banget baru juga sampe, udah istirahat dulu aja di sini. Brian juga kayanya masih tidur," jawab David.


"Tapi---."


"Besok kan hari minggu dan kantor juga libur, jadi sekalian aja liburan di sini," potong David.


Adit terdiam, dia melirik sekilas pada Nayla tapi yang dilirik malah memalingkan wajahnya. "Udahlah, Dit, kapan lagi kan?" kata David lagi dan Adit pun mau tidak mau mengangguk.


Lalu, mereka semua tersenyum, kecuali Nayla, hanya dia seorang yang tidak menyetujui kehadiran Adit.


"Nay, Gadi gimana? kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Yumna pada Nayla.


"Aku nggak kenapa-kenapa kok Mbak, aku cuma kelelahan aja. Yaudah kalau gitu aku permisi dulu." Nayla beranjak dari sana dengan sedikit tertatih.


Rani ingin membantu tapi Nayla menolaknya, dia lebih memilih jalan sendirian.


Adit yang melihat Nayla jalan dengan tertatih pun merasa tidak tega. "Dav, Brian di kamar mana?" tanya Adit.


"Itu, di sebelah sana dekat sama kamar Nayla," tunjuk Yumna.


Adit tersenyum bkemudan dia beranjak dari sana, Adit berjalan di belakang Nayla, dia ingin mendahuluinya tapi dia takut jika Nayla takut terjatuh.


Makannya dia lebih memilih berjalan di belakang Nayla, untuk jaga-jaga takut jika gadis itu terjatuh.

__ADS_1


"Kenapa kamu di belakang aku sih? Kalau mau duluan ya duluan aja," kesal Nayla tapi Adit hanya diam saja.


Saat Nayla ingin menaiki anak tangga selanjutnya, kepalanya yang masih terasa pusing membuatnya hampir kehilangan keseimbangan.


Nayla hampir terjatuh, untung saja Adit langsung menahan pinggang Nayla. Mata mereka bersitatap dan hal itu membuat Nayla sempat melihat sesuatu di mata itu.


Namun, buru-buru Nayla memalingkan wajahnya, sedangkan Adit buru-buru membantu Nayla agar berdiri dengan tegak.


"Aku bantu aja ya," tawar Adit sambil mengulurkan tangannya pada Nayla, dengan ragu Nayla menerima uluran tangan Adit.


Mereka pun berjalan beriringan ke kamar Nayla. "Makasih," ucap Nayla tiba-tiba membuat Adit tersenyum sumringah.


"Sama-sama cantik, aku juga makasih sama kamu," jawab Adit.


Nayla tersenyum tipis. "Itu Brian di kamar itu." Setelah mengatakan itu Nayla langsung menutup pintunya, sedangkan Adit dengan senyum mengembang langsung berjalan ke kamar yang Nayla tunjuk.


Hati Adit terasa berbunga-bunga, saat melihat senyum Nayla yang menurutnya sangat manis.


Cinta Adit pada Nayla dari dulu hingga kini ternyata tidak luntur, malah semakin bermekaran di relung hati Adit yang paling dalam.


"Astaga anak ini kalau udah tidur kaya kebo aja deh," gumam Adit saat melihat Brian tidur dengan gaya telungkup.


"Brian, woy bangun! lu tidur atau mati sih," protes Adit.


"Udahlah mending gua ikutan tidur deh," gumamnya kemudian dia merebahkan tubuhnya di samping Brian.


Saat Adit tengah menatap langit-langit yang terlihat indah malam ini, tiba-tiba saja dia dikagetkan oleh tangan yang melingkar di perutnya.


"Astaga Brian gua masih doyan kue apem ya, gua bukan pisang yang suka timun," gerutu Adit sambil menyingkirkan tangan Brian.


Lalu dia memberikan batas untuk mereka berdua menggunakan guling.


"Kalau begini kan aman," gumam Adit lalu dia pun terlelap.


BERSAMBUNG.


Hai semua 👋 maaf ya udah nunggu lama buat kalian yang emang nungguin cerita ini. Kemaren sepuluh hari aku sakit, dan seminggu hp aku nggak aktif.


Maaf ya semuanya 😭 paksu udah ku suruh nyalin semua yang ada di buku, tapi dia gak bisa katanya.


Padahal di buku semua udah lengkap dari awal cerita sampai end.

__ADS_1


Maaf ya semuanya buat yang selalu menunggu papah David, Mamah Yumna dan baby Arka 🤭


Insyallah udah on terus kok.


__ADS_2