Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Misi Arka


__ADS_3

Kini Yumna sedang duduk di kursi besi yang ada di taman belakang rumah. Yumna memetik setangkai bunga mawar yang ada di sampingnya, lalu ia menghirup aroma bunga mawar tersebut.


Hati Yumna sedang resah, makannya dia ingin menyendiri sambil menikmati semilir angin di taman ini.


Ting


Sebuah pesan masuk ke ponsel pintar Yumna,


dia membuka pesan itu, dan matanya langsung membola kala melihat ruangan itu sangat berantakan.


Yumna langsung menelpon si pengirim pesan yang tak lain adalah Adit. "Hallo, Mas Adit, rumah, Mas David kenapa berantakan banget?"


📞"Biasalah Yumna, dia terlalu nggak bisa ngontrol emosinya kalau soal kamu."


"Tapi... aku nggak..."


📞"Iya, aku tau dan ngerti, tapi lain cerita dengan David. Dia masih percaya dengan penglihatannya, bodohnya aku malah ngirim foto itu ke David."


"Foto? maksudnya?"


📞"Iya, aku lihat kamu di hotel xxx, dan aku foto kamu, terus aku kasih ke David. Maafin aku ya Yumna, aku nggak tau kalau si bodoh itu akan salah paham."


"Oh, iya, Mas, nggak apa-apa."


📞"Yumna, kalau boleh aku kasih saran, baiknya kamu datangi apartemen David, dan selesaikan masalah kalian secepatnya! jangan biarkan masalah kalian semakin larut."


"Iya, Mas, tapi..."


📞"Salah satu dari kalian harus ada yang mengalah, jika keduanya kerasa kepala kasian Arka." Setelah mengatakan itu, Adit langsung mematikan sambungan telponnya.


Yumna terdiam tampak sedang berpikir, dia bingung haruskah dia menjelaskan lagi? sedangkan semalam saja David tidak mempercayainya dan menghinanya.


Saat Yumna tengah asik melamun, tiba-tiba saja Arka datang bersama David, Yumna menatap David tanpa berkedip.


"Mamah, Papah dateng," ucap Arka, Yumna tersenyum sambil mengelus rambut Arka.


Yumna mendongak menatap David, tapi yang di tatap malah memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Yumna membuangnya napas kasar, lalu tersenyum pada Arka.


"Mamah, main yuk!" ajak Arka. Yumna mengkerutkan kening lalu berjongkok.


"Arka mau main apa?" tanya Yumna.


"Alka mau ke game." jawab Arka, Yumna terdiam dia bingung harus jawab apa.


"Yaudah ayok kita berangkat!" Tiba-tiba saja David menimpali obrolan Yumna dan Arka.


Arka tersenyum lalu memeluk kaki David. "Telima kasih Papah," ucapnya. David mengelus puncak kepala Arka.


"Ayok!!" ajak Arka sambil menuntun David dan Yumna.


________________________________________________


Sementara itu di tempat lain.


Hari ini Bayu berangkat ke kantor dengan wajah yang kusut, dia merasa sangat tidak bersemangat. Namun, karena kerajaan Bayu banyak, mau tidak mau Bayu harus masuk kantor.


Saat Bayu melangkah keluar tiba-tiba saja ponselnya berdering, dia mengambil ponsel yang ada di dalam saku celana. Bayu mengkerutkan kening bingung.


📞"Santai dong! aku dengar rencana kamu nggak berjalan lancar, benar kan?"


"Bukan urusan kamu."


📞"Hahaha iya, iya aku tau, tapi kalau kita kerjasama, aku yakin dia akan mendapatkan cintamu."


"Aku nggak mau, aku mau Yumna menerimaku dengan cintanya, bukan karena kelicikan."


📞"Kau bicara seolah tidak pernah punya niat licik saja. hahaha kalau saja tidak ada laki-laki itu, aku yakin kalian sudah melakukannya."


Bayu terdiam, jika ingat itu Bayu benar-benar seperti penjahat. Bayu menggelengkan kepalanya.


'semua adil dalam cinta dan perang,' batin Bayu.


📞"Kenapa terdiam?"

__ADS_1


"Bukan urusanmu." Bayu langsung mematikan sambungan telponnya sepihak.


Bayu menghela napas panjang dan membuangnya pelan.


Bayu pun kembali melanjutkan langkahnya dan pergi ke kantor.


________________________________________________


Yumna, Arka dan David saat ini sedang berada di tempat bermain, Arka terlihat sangat bahagia. Dia bermain itu dan ini bersama David dan Yumna.


Sesaat Yumna dan David terlihat melupakan masalah yang sedang terjadi di antara mereka, karena Arka selalu mengajak mereka untuk bergabung dan bermain bersama.


* flashback *


"Sayang, Mamah lagi marah sama Papah, Arka mau nggak bikin Mamah dan Papah baikan?" tanya Indra saat sambungan telponnya dengan David terputus.


Seolah mengerti apa itu marahan, Arka mengangguk, sedangkan Indra tersenyum karena cucunya itu sangat pintar.


"Nanti kalau Papah dateng, Arka ajak papah sama mamah main ya! Arka bantuin biar mereka nggak marahan lagi," ujar Indra.


Arka sempat bingung, dia bersedekap dada dan mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke dagu.


Indra tertawa melihat tingkah Arka yang menggemaskan, dia mengacak rambut Arka.


"Alka halus apa?" tanya dengan wajah polos, membuat indera dan Mbak Mala yang berada tak jauh dari sana tertawa.


"Arka ajak papah dan mamah bermain," jawab Indra.


"Ingat ya sayang, ini misi Arka," sambung Indra.


Arka terlihat berpikir sebentar lalu sedetik kemudian dia mengangguk.


* flashback off *


Arka menatap kedua orangtuanya bergantian, lalu terkekeh melihat David dan Yumna asik bermain bersama hingga lupa jika mereka ada masalah.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏


kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰


__ADS_2