Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 117


__ADS_3

Setelah melakukan aktivitas mandi yang memakan waktu hampir berjam-jam lamanya itu, akhirnya David Daan yumna pun keluar kamar untuk menemui Arka lalu makan siang.


Dengan senyum yang merekah David berjalan sambil menggenggam tangan Yumna erat. Sambil sesekali mereka terlibat obrolan kecil.


"Kamu si Mas, jadi telat kan," protes Yumna.


"Hey, jangan cuma aku aja dong yang kamu salahin, kamu juga menikmatinya tau," jawab David membuat Yumna tersipu malu hingga kedua pipinya merona.


"Mamah, Papah." Arka berlari ke arah Yumna dan David.


"Mamah sama Papah lama amat sih?" protes Arka sambil mengerucutkan bibirnya.


David terkekeh lalu meraih Arka ke dalam gendongannya, dia menciumi pipi gembul Arka yang sangat menggemaskan itu.


"Sini Yumna, David, semuanya kita makan dulu yuk!" ajak Rani sambil meletakkan sayur mayur yang sudah dia masak ke atas meja. Di sana juga sudah ada Indra dan Nayla.


David dan Yumna tersenyum sambil berjalan ke arah meja makan dan duduk bersebelahan. Mereka sangat bahagia terlihat dari bagaimana mereka melemparkan senyum satu sama lain.


"Mau pake apa, Mas?" tanya Yumna sambil menyendokkan nasi.

__ADS_1


"Apa aja sayang," jawab David. Indra yang melihat itu diam-diam tersenyum melihat anak dan menantunya.


Indra berharap kebahagiaan mereka kekal dan abadi, agar jika dia tiada akan ada yang menjaga putri semata wayangnya itu.


Sedangkan Nayla yang duduk di sebrang Yumna dan David memperhatikan mereka dengan tatapan matanya yang tajam.


Rani yang melihat anaknya menatap seperti itu langsung menggenggam tangan Nayla, sambil membisikkan sesuatu.


"Sayang, ikhlaskan," bisik Rani.


Nayla tersenyum dan mengangguk lemah, lalu mereka pun makan dalam diam tanpa terlibat percakapan apapun.


Sementara itu di tempat lain tepatnya di sebuah kafe. Angel tengah duduk dengan menyilangkan kaki sambil sesekali menyeruput es kopi pesanannya.


Angel yang mendengar berita kecelakaan David yang disebabkan oleh bayu terlihat sangat marah besar pada Bayu, apa lagi Bayu sudah bilang jika dia mencoba untuk mengiklaskan Yumna.


"Bayu, breng*sek, bisa-bisanya dia nyakitin David, dan sekarang seenaknya aja bilang mengiklaskan. Awas aja ya, gua akan balas dendam lewat Yumna atau anknya itu," gumam Angel sambil mengedarkan pandangannya.


Dia sedang menunggu orang suruhannya yang sudah dia kerjakan untuk pantau kediaman keluarga Indra Kusuma.

__ADS_1


Lama Angel menunggu akhirnya orang suruhannya itu pun datang. "Lama banget sih kalian," bentak Angel.


"Maaf Bos, kita tadi mengawasi mereka sampai ke rumah, dan ternyata diam-diam mereka menyewa beberapa pengawal untuk berjaga-jaga di depan rumah," jawab salah satu orang suruhannya Angel sambil menyodorkan beberapa foto.


Angel memperhatikan foto-foto tersebut, dan tiba-tiba bibirnya membentuk lengkungan senyuman saat melihat foto Nayla.


Dia tersenyum penuh arti. "Apa wanita ini ada di sana?" tanya Angel.


"Iya Bos."


"Baiklah kalian laksanakan rencana b! dan sisahnya biar aku yang urus sendiri," ucap angel.


"Baik bos, kalau gitu saya permisi dulu." Setelah mengatakan itu anak buah Angel beranjak dari sana.


Sedangkan Angel masih diam di tempatnya memperhatikan setiap gambar yang ada di lembaran itu.


'apa aku gunakan dia aja? yang aku tau mereka dulu terlibat cinta segitiga kan?' batin Angel.


Dia tengah memikirkan satu rencana cadangan, agar saat rencana b nya gagal dia bisa melakukan rencana lain yang sudah dia siapkan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2