Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Ngidam


__ADS_3

["Bagaimana Pak Adam mengenai kerja sama kita bisa pak Adam menyediakan barang sesuai kriteria untuk bisa di kirimkan ke pasar internasional ?"]


Salah seorang Pengusaha sarang burung walet menelpon Adam.


Adam selama ini mempunyai bisnis sampingan yaitu menjadi penampung sarang burung walet.


Adam juga sudah mempunyai sarang burung walet yang terletak di berbagai tempat.


Adam berprinsip untuk menjadi sukses tidak harus berdasi,asalkan punya niat dan tekun bekerja keras.


Usahanya selama ini tidaklah sia sia berkat bantuan para karyawan kepercayaannya omsetnya setara dengan konglomerat berdasi.


Setiap bulannya Adam selalu memberi bonus lebih dengan karyawannya baik di bagian yang mengurus walet atau pun dengan karyawan yang mengurus buah sawit.


Adam pun berencana ingin membeli mobil baru lagi untuk dirinya dan mobil lamanya akan di pinjamkan untuk tangan keduanya yang di percaya oleh Adam.


["iya pak bisa pak.... barang sudah di kemas sesuai kelasnya Pak"]


Jawab Adam melalui telepon untuk melihat keaslian kualitas Adam mengecek sendiri di bantu oleh karyawannya yang sudah berpengalaman di bidangnya.


["Baiklah pak Adam sesuai perjanjian uang akan saya transfer lima puluh persen dan lima puluh persen lagi akan di transfer setelah barang sampai tempat saya "]


["Baik pak saya semoga kualitas yang saya kirimkan tidak mengecewakan bapak"]

__ADS_1


Adam menutup telepon selulernya.


Adam tersenyum bahagia berkali kali dirinya mengucap syukur untuk kehidupannya yang sekarang.


Adam mengingat semua perjuangannya yang berawal dari nol bekerja di bawah terik matahari,pergi pagi pulang sore.


Di puncak kesuksesannya ada yang menganggu pikirannya rumah tangganya saat ini tidak harmonis seperti dulu lagi.


Sejak pertengkarannya dengan istrinya mereka hanya bicara seperlunya saja,dan terlihat harmonis jika di depan orang lain saja.


Adam memahami perasaan istrinya karna itu semua berawal dari kesalahannya,Adam bertekad membawa anak istrinya pindah ke tempat yang jauh dari tempatnya sekarang.


****


Seorang Dokter datang memeriksa keadaan Siska semuanya normal Siska di perbolehkan pulang


"Ini resep obatnya ya bu...vitaminnya jangan lupa di minum setiap hari,jaga kesehatan ibu dan juga janin ibu...."


Dokter memberikan resep obat itu dengan Siska.


Siska mampir ke sebuah apotek terdekat sebelum siska keluar dari klinik di mana dia di rawat Siska sudah mencari informasi melalui handphone obat ab**si.


Sampainya di depan apotek Siska berpikir lagi jika dirinya yang bertanya langsung sudah pasti petugas apotek itu tahu dirinya hamil.

__ADS_1


Siska juga memahami jika tindakannya itu sangat berbahaya.


Siska membatalkan niatnya masuk ke apotek tersebut,siska berencana meracik sendiri ramuan yang akan dia cari di internet.


Setibanya di kos Siska kembali merebahkan badannya di kasur kamarnya sambil dia mencari bahan apa saja yang di perlukan untuk meracik ramuan.


Setelah menemukan di internet siska pergi lagi ke pasar tidak lupa juga dia menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.


Sampai di pasar Siska melihat susunan buah buahan yang masih segar Siska menelan liurnya sendiri,siska segera menghampiri penjual buah dan membeli buah buahan yang menggoda matanya.


Siska tidak sabaran untuk menikmati buah yang di belinya di carinya tempat duduk di makannya beberapa buah buahan yang di belinya,siska tidak peduli dengan orang yang berlalu lalang di depannya.


Yang di pikirannya saat ini dia bisa memakan apa saja yang membuatnya seperti pemain kuda kepang yang sedang kesurupan.


Setelah merasa puas siska melanjutkan mencari bahan ramuannya,semua bahan sudah di dapati siska memilih berkeliling pasar tersebut.


Siska melihat gerobak yang menjual minuman es cendol,warna warni cendol yang di dalam toples membuat siska kembali menelan liurnya lagi.


Siska segera memanggil penjual yang sedang mendorong gerobaknya,


("apa yang telah merasuki ku? kenapa aku bertolak belakang dengan aku yang sebelumnya ?")


Siska bertanya sendiri dalam hati akhir akhir ini sifat siska berubah seratus delapan puluh derajat.

__ADS_1


Yang dulunya tidak suka jajan sembarangan sekarang dia seperti anak kecil yang tidak bisa menunda keinginannya.


__ADS_2