Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Chapter 217


__ADS_3

Pagi harinya Arka bangun dan bibirnya melengkung membentuk senyuman saat melihat sang istri masih tertidur pulas sambil memeluknya dan menyusupkan wajah di da__da bidangnya.


Arka menggeser pelan tubuh Ayarra, kemudian turun dari atas kasur dengan perlahan, karena dia tidak ingin mengganggu istri tercintanya itu.


Arka pergi ke kamar mandi lebih dulu sebelum turun ke lantai bawah untuk mempersiapkan sarapan untuk Ayarra.


20 menit di kamar mandi akhirnya Arka pun ke luar, dia kembali mengulas senyum ketika melihat istrinya masih terlelap.


Mungkin karena aktivitas mereka semalam terlalu menguras tenaganya, membuat Ayarra begitu kelelehan seperti sekarang.


Setelah selesai memakai pakaiannya Arka pun keluar kamar dan turun ke lantai bawah. Arka pergi ke dapur dan terlihat bingung saat hanya ada sosis dan nuget di dalam kulkas.


"Bikin apa ya?" gumam Arka, seraya menelisik seluruh dapur itu.


"Lho, Mas udah bangun?" tanya asisten rumah tangga Bayu yang baru saja pulang dari pasar.


"Iya Mbak, tadinya mau masak, tapi cuma ada sosis dan nuget doang, aku nggak tau tempat-tempat yang lainnya di mana," jawab Arka.


"Mas-nya rajin banget, mau Mbak bantu?" tawar asisten rumah tangga itu.


"Boleh banget dong Mbak." Arka menyetujui tawaran tersebut, kemudian Arka pun memasak di bantu oleh asisten itu.


Lalu, satu jam kemudian masakannya pun sudah siap, Arka menyiapkan nasi dan lauk pauknya ke dalam piring, untuk di bawa ke kamar.


"Terima kasih ya Mbak," ucap Arka sebelum pergi dari dapur itu.


"Iya Mas, sama-sama." Asisten rumah tangga itu menjawab.


Arka menaiki tangga dengan sangat hati-hati, karena nampan yang dia bawa penuh dengan makanan juga minuman.


Sesampainya di kamar, Arka meletakkan nampan yang tadi dia bawa ke atas meja di samping Ayarra, kemudian dia merebahkan tubuhnya di samping Ayarra, dan memeluknya dari belakang.


"Sayang, hey, bangun udah siang!" Arka mencium tengkuk Ayarra sambil mengelus rambut panjangnya.


Ayarra terusik, dia membalikkan tubuhnya. Menjadi menghadap Arka, dan perlahan dia membuka matanya. "Kamu udah bangun?" tanya Ayarra dengan suara serak khas bangun tidur.


"Udah dari tadi sayang, bahkan aku udah masakin kamu," jawab Arka.


"Kamu masak? emang bisa?" ledek Ayarra.


"Bisa dong, apa sih yang aku nggak bisa, tuh, makanannya ada di samping kamu." Arka menunjuk mekanan yang ada di belakang Ayarra.


Ayarra melirik, dan tersenyum saat melihat di meja itu sudah tersaji, ayam goreng, sayur capcay, nuget goreng dan segelas su__su hangat. "Kamu masak sendiri?"

__ADS_1


"Dibantu Mbak sih." Arka terkekeh.


"Yaudah aku mandi dulu ya!" Ayarra bangun dan menurunkan kedua kakinya dari kasur. Namun, saat dia hendak bangkit, dia mengaduh.


"Kamu kenapa sayang? apa masih sakit?" tanya Arka, dan Ayarra mengangguk.


"Mau aku bantu?" tawar Arka.


"Nggak usah Ar, aku bisa sendiri," tolak Ayarra. Bukan apa-apa, nanti bukannya mandi, Arka malah minta nambah lagi.


"Kok Ar sih? sayang dong manggilnya," protes Arka.


Ayarra hanya tersenyum menanggapi, Ayarra pun melangkah ke kamar mandi dengan tertatih, karena di bawah sana terasa sangat nyeri dan panas.


Di kamar mandi, di depan kaca besar. Ayarra terheran saat melihat tanda merah, yang memenuhi leher dan p a y u d a r a nya.


"Apa ini gigitan serangga?" gumam Ayarra, kemudian dia pun melanjutkan aktivitas mandinya.


Selama menunggu Ayarra, Arka membersihkan tempat tidur, dan mengganti spreinya. Dia tersenyum saat melihat noda merah pada sprei itu.


Arka merasa sangat bahagia karena akhirnya cinta dia dan Ayarra bersatu.


"Kenapa kamu yang beresin Ar?" Ayarra yang baru selesai mandi bertanya pada Arka.


"Arka lagi," kesal Arka.


"Harusnya biar nanti aku yang ngerapihin semua ini Ar," ujar Ayarra, setelah sprei yang baru sudah terpasang.


"Nggak apa-apa, aku udah terbiasa kok, yaudah makan dulu gih! cicipin masakan suami kamu yang ganteng ini," titah Arka, sambil menyodorkan nampan berisi makanan, yang sudah dia bawa tadi.


Ayarra menerimanya. "Enak nggak ya," goda Ayarra sebelum dia memakannya.


"Pasti enak dong." Arka berbangga diri.


Ayarra pun mulai memakan masakan yang sudah dibuat oleh Arka. "Gimana enak?" tanya Arka sambil memperhatikan wajah istrinya.


"Lumayan, ternyata kamu pinter masak juga ya," puji Ayarra.


"Iya dong, apa sih yang suamimu ini nggak bisa lakuin." Lagi-lagi Arka berbangga diri.


"Kamu udah makan belum?" tanya Ayarra dan Arka menggeleng.


"Yaudah makan bareng aja, aaaaa." Ayarra menyuapi satu sendok nasi pada Arka, kemudian Arka memakannya, dan mereka pun makan bersama hingga habis.

__ADS_1


***


Di lantai bawah Bayu dan Angel sedang bersiap untuk sarapan. "Wah apa hari ini masak banyak Mbak?" tanya Angel saat melihat begitu banyak sayur mayur di atas meja.


"Ini tadi mas Arka, yang masak Bu, saya hanya bantu dikit," jawab asisten rumah tangga itu.


"Arka dan Ayarra yang masak?" timpal Bayu.


"Bukan, tapi hanya mas Arka saja Pak," kata sang asisten membuat Bayu dan Angel saling pandang.


"Terus di mana Ayarra?" Angel kembali bertanya.


"mbak Ayarra belum keliatan dari tadi Bu."


"Kalau gitu tolong panggilkan mereka ya Mbak!" titah Angel dan asisten itu segera pergi menuju kamar Ayarra.


Saat Arka dan Ayarra sedang berbincang setelah makan bersama, sang asisten rumah tangga yang tadi dimintai untuk memanggil Ayarra dan Arka pun mengetuk pintu dan memanggil Ayarra, "Mbak, dipanggil bapak sama ibu di bawah."


"Ah, iya Mbak, nanti saya turun," jawab Ayarra, kemudian dia dan Arka pun beranjak dari duduknya untuk menemui Angel dan Bayu.


***


"Hallo Mah, Pah," sapa Ayarra.


"Hallo sayang, sini makan bareng!" ajak Angel.


"Aku udah kenyang Mah, barusan aja kita selesai sarapan," tolak Ayarra.


"Yaudah duduk temani Mamah sama Papah," titah Angel, Ayarra dan Arka pun mengangguk kemudian duduk di kursi masing-masing.


"Kalian, jadi pindah ke rumah David," tanya Bayu.


"Jadi dong Mah, kan aku udah ijin sama Mamah dan Papah, kalau setelah nikah aku akan tinggal bersama keluarga Arka," sahut Ayarra.


"Yaudah kalau gitu, nanti di sana kamu harus bangun pagi-pagi dan bantuin mamah mertua kamu. Jangan kaya sekarang bukannya kamu yang masakin suami, eh malah suami yang masakin kamu, pemalas," pesan Angel.


"Aku nggak tau kalau Arka masak Mah, tiba-tiba aja dia udah bawain makanan ke kamar," sungut Ayarra, dia tidak terima jika dibilang pemalas.


"Ini semua memang ide aku Mah, aku sengaja pingin masakin Ayarra," timpal Arka membela Ayarra.


"Tetep aja dia itu pemalas, pasti bangunnya siang," ledek Angel.


"Udah, udah, lalu, kalian berangkat kapan? apa udah siap-siap?" Bayu bertanya.

__ADS_1


"Nanti agak sorean Pah," jawab Arka.


BERSAMBUNG...


__ADS_2