Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Berhenti kuliah


__ADS_3

"Liaaa......."


Dahlia yang sedang berkemas ingin ke kampus cepat cepat menghampiri mertuanya.


"ada apa bu..." kata dahlia kepada mertuanya.


Bu nani memandangi menantunya dari kaki sampai ujung kepala


"kamu mau kemana dengan pakaian rapi seperti ini,"tanya bu nani


"ke kampus bu,seminggu Lia tidak masuk,dan ada tugas yang harus lia kerjakan di kampus" jawab dahlia dengan sopan.


Sontak saja mertua Dahlia melotot


"jangan bergaya kamu pakai acara ke kampus kerjakan tugas,di rumah saja suamimu masih masak siapin bekalnya kerja,lalu kamu seenaknya kuliah pakai uang dia!" bu nani memaki menantunya.


"Ada apa bu,pagi pagi koq ribut,malu bu sama tetangga" Adam menghampiri ibu dan istrinya.


"Yang bikin malu itu istri kamu,sok sokan kerjakan tugas ke kampus,di rumah saja tidak beres pekerjaannya!" bu nani berkata dengan dengan nyaring.

__ADS_1


Dahlia diam saja,dia juga tidak pergi ke kampus.


Sudah sebulan Dahlia tidak ke kampus lagi,selama itu juga dia belajar dengan suaminya bagaimana cara mengambil hati mertuanya.Mulai dari bangun subuh,dan mengerjakan semua pekerjaan mertuanya di rumah.


"mas Adam,...aku ikut mas adam ke sawit saja ya hari ini" pinta Dahlia pada suaminya


Adam menyimpan bekal yang sudah di siapkan istrinya.


"kamu di rumah saja Lia... jaga kesehatan kamu dan bayi yang di dalam perutmu" Adam berkata sambil mengelus perut istrinya.


"aku sudah berhenti kuliah mas,... aku ingin membantu mas cari uang untuk biaya persalinanku nanti..."ucap Dahlia.


"kalau untuk persaliananmu jangan kamu pikirkan,mas sudah siapkan semua,.." ucap Adam.Dahlia hanya mengangguk


"iya bu...." jawab Dahlia


"iya! iya! iya!.... iyanya cuma di mulut saja,tiap hari masih saja kamu malas malasan tidur siang," celoteh mertua dahlia.


Ingin sebenarnya Dahlia menjelaskan kalau ibu hamil tidak boleh terlalu capek,tapi percuma jika dia menjelaskan saran dari dinas kesehatan,yang ada hanya membuat mertuanya bicara seperti penyanyi rock di saat nada tinggi.

__ADS_1


Keesokan harinya...


Dahlia sudah terbiasa dengan pekerjaan di rumah mertuanya,walau demikian bu nani masih saja tidak suka melihatnya.


Mertuanya selalu saja membanding banding dirinya dengan maya istri dari bagas adiknya Adam.Dahlia tidak mempermasahkannya,toh dirinya dan maya baik baik saja.


Dahlia yang melihat Suaminya duduk di teras depan dia segera membuatkanya secangkir kopi.


"mas adam.... nanti antar lia ke puskesmas ya... hari ini cek kandungan lagi.." kata dahlia sambil menyodorkan secangkir kopi kepada suaminya.


Adam menyeduh kopi buatan istrinya dan memandang perut istrinya yang sudah membesar.


"iya... sekitar jam 10 bisakan ?" tanya Adam


"ngapain di antar segala...! toh puskesmas tidak jauh,kalau cuma setengah kilo istrimu masih bisa jalan... hamil aja manja...!" mertua Dahlia yang mendengar percakapan anak dan menantunya langsung memotong pembicaraan mereka.


Adam hanya geleng geleng kepala dengan tingkah ibunya,sementara Dahlia diam saja sambil menarik napas dalam dalam.


"bu.... gak mungkin lia berjalan kaki ke sana bu....tidakkah ibu lihat perut lia yang sudah membesar,lia juga hamil cucu ibu" Adam berkata kepada ibunya.

__ADS_1


"paling itu anak hasil di kampus juga " ucap mertua Dahlia dengan ketus.


Sontak Dahlia menangis dan berlari kekamar.


__ADS_2