Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Tenang sebelum badai


__ADS_3

Setelah makan siang bersama, Yumna dan David kembali ke rumah keluarga Indra.


Sebelum pulang tadi David mampir membelikan beberapa mainan untuk Arka, setelah sekian lama akhirnya David bisa membelikan mainan untuk anaknya sendiri. Sebelumnya David hanya bisa membelikan mainan untuk ponakannya saja.


"Sayang, kira-kira Arka seneng nggak ya aku belikan mainan?" tanya David.


"Pasti dong Mas, dia tuh emang paling suka di belikan mainan dari pada jajanan," jawab Yumna.


Dua puluh menit kemudian David dan Yumna sudah tiba di rumah Yumna.


"Papah, Mamah," teriak Arka yang tengah bermain bersama Mbak Mala di perkarangan Rumah.


"Hey, sayangnya Papah, lagi apa?" tanya David.


"Main," jawab Arka sambil memeluk leher David.


"Itu apa?" Arka menunjuk paper bag yang David bawa, David tersenyum dan memberikan paper bag itu pada Arka.


"Ini mainan untuk Arka," ucap David, dengan senyum yang mengembang Arka menerima paper bag tersebut.


"Makasih Papah!" Arka berterima kasih pada David sambil mencium pipi kanan kiri Papahnya.


David terkekeh lalu membalas mencium pipi gembul Arka.


"Buka, buka!" pinta Arka.


David mengambil mainan yang masih terbungkus oleh plastik itu, lalu membukanya dan kembali memberikan mainan itu pada Arka.


"Suka?" tanya David, Arka tersenyum lalu mengangguk.


Yumna mendudukkan dirinya di samping Arka, hingga Arka berada di tengah-tengah Yumna dan David.


David sangat asik bermain bersama Arka, sedangkan Yumna hanya diam memperhatikan mereka dan merekam David dan Arka.


Saking asiknya bermain, mereka jadi lupa waktu. Sekarang sudah pukul empat sore, sudah waktunya Arka mandi dan makan.


"Sayang, ini udah sore mandi gih sama Mbak Mala! Mamah juga mau mandi," titah Yumna, Arka mengangguk dan berjalan mencari Mbak Mala.


"Ikut dong!!" goda David sembari mengedip-ngedipkan matanya.


"Ikut apa?" ketus Yumna.


"Ikut kamu mandilah, boleh ya!"


"Mas apa-apaan sih, udah duduk sini aja atau ke dalam sana!! Aku mau mandi dulu." setelah mengatakan itu Yumna langsung beranjak dari duduknya dan melangkah masuk.


"Yumna, sayang ikut dong! dulu kan kita sering mandi bareng." David masih saja mencoba menggoda Yumna. Hingga kedua pipi Yumna merona karena malu.


Namun, Yumna tidak mendengarkan godaan David. Ia tetap melenggang masuk meninggalkan David yang tertawa karena berhasil membuatnya tersipu.


Semakin menggemaskan sekali istriku itu. batin David, lalu dia beranjak dari sana dan menunggu Arka di dalam.


Saat David sedang menunggu Yumna, dia merasa ingin buang air kecil.


David beranjak dari ruang tengah menuju kamar Yumna.


Tok tok tok


"Yumna aku masuk ya? aku kebelet nih!" teriak David dari depan kamar Yumna.


Namun, karena tidak ada jawaban David membuka pintu kamar Yumna.


"Astaga Mas, ngapain?" pekik Yumna sambil memegangi handuknya yang hampir saja terlepas, karena dia terkejut saat David tiba-tiba saja masuk.

__ADS_1


"Aku kebelet, aku pake kamar mandi kamu ya?" tanya David dan tanpa menunggu jawaban dari Yumna David langsung lari ke kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian David keluar dari kamar mandi, dia tersenyum pada Yumna sedangkan Yumna merengut.


"Udah kan?" tanya Yumna dengan nada kesal sedangkan David terkekeh melihat Yumna.


"Kamu kenapa merengut gitu sih?" David mencolek hidung Yumna.


Sedangkan Yumna menepis tangan David.


"Yaudah kalau gitu aku pergi dulu ya!" pamit David tapi matanya melirik pada lilitan handuk Yumna.


David berjalan perlahan tapi saat Yumna lengah.


"Aaaahhh," teriak Yumna karena David tiba-tiba menarik handuk yang dia pakai, hingga yang memperlihatkan tubuh Yumna yang hanya berbalut pakaian dalam.


"Mas, apa-apaan sih!?" Yumna mengambil handuk yang terjatuh di lantai dan memakainya kembali, melihat Yumna mengerucutkan bibirnya membuat David semakin merasa gemas.


"Kamu yang kenapa sayang, kenapa harus malu-malu gitu sih," ujar David sambil berjalan maju sedangkan Yumna bergerak mundur.


Melihat David yang semakin memojokkan dirinya, napas Yumna memburu, berkali-kali Yumna meneguk salivanya.


David tersenyum dan semakin memojokkan Yumna, hingga Yumna membentur tembok.


Melihat David yang menatapnya intens membuat Yumna semakin gelisah.


"Mm...mas kamu mau ngapain?" tanya Yumna dengan gelisah.


"Sayang kamu kenapa sih?" David tertawa terbahak-bahak melihat Yumna menutup mata dan berkeringat seperti itu.


Yumna langsung membuka matanya dan mendorong tubuh David. "Mas yang apa-apaan," ketus Yumna sambil berjalan melewati David.


"Lho kok kamu marah? aku cuma bercanda aja kok sayang," ledek David, Yumna hanya memutar bola mata malas sambil mendudukkan dirinya di kursi depan meja rias.


David tersenyum lalu mencium puncak kepala Yumna. "Aku seneng liat kamu ngambek, keliatan lucu dan gemesin," ujar David, dia menatap wajah Yumna dari cermin.


"Jangan lama-lama kamu gantungin aku, nanti kalau aku di gondol orang gimana?" David masih saja menggoda Yumna.


"Kalau Mas tergoda sama cewek lain, ya aku pergi kar...."


"Hussstt jangan ngomong gitu dong," potong David, dia membalikkan tubuh Yumna dan berjongkok di bawahnya.


"Jangan ngomong pergi-pergi lagi, aku nggak mau kamu pergi lagi, Pokoknya udah cukup yang kemaren itu aku nggak mau lagi please." David memohon sambil menggenggam tangan Yumna.


"Kan kamu yang mulai," protes Yumna.


"Iya, aku kan cuma bercanda," jawab David.


"Mas, aneh." Yumna kembali memutar tubuhnya menghadap kaca.


"Kamu mau kemana?" tanya David.


"Aku mau pergi Mas."


"Kemana?" David penasaran, Yumna melihat David dari pantulan kaca.


"Sama temen, kenapa?" ucap Yumna.


"Nggak apa-apa, jangan pake baju yang bikin kamu keliatan lebih cantik. Kalau bisa pake baju daster aja," usul David tersenyum, sedangkan Yumna mengerutkan kening bingung.


Tangan Yumna terulur memegang kening David.


"Nggak panas," gumam Yumna, dan kini giliran David yang terlihat bingung melihat Yumna.

__ADS_1


"Kamu ngapain?" tanya David.


"Nggak ngapa-ngapain, cuma cek aja, barangkali Mas lagi sakit." Yumna tersenyum meledek.


"Soalnya Mas aneh, masa orang main suruh pake daster," sambung Yumna tertawa.


"Astaga, jadi maksud kamu aku gila?" tanya David, dan Yumna angkat bahu acuh.


"Nakal!" David langsung menarik Yumna dan tangannya ia lingkarkan di pinggang Yumna.


Netra mereka bersitatap perlahan David mendekatkan wajahnya sedangkan Yumna reflek memejamkan mata.


David tersenyum lalu mencium bibir Yumna lembut tapi sangat memabukkan, hingga Yumna pasrah di buatnya. Tangan David mera*ba dan mere*mas bukit kembar Yumna.


Lalu David melepaskan handuk yang menutupi bagian tubuh Yumna.


"Mas, aaaahhh" de*sah Yumna saat satu tangan David masuk ke dalam liang miliknya.


Ciu*man David pindah ke leher Yumna, menji*Lat dan menyesap leher tersebut hingga meloloskan desa*Han dari Yumna.


Cium*an David turun ke bukit kembar Yumna, menghisap dan menji*lati Puti*Ng yang sudah mengeras karena sudah berga*irah, cecapan itu lalu turun ke area pangkal paha Yumna yang sudah di banjiri cairan David.


Tanpa ada rasa jijik David menjilat dan bermain-main dengan kli*toris Yumna.


Yumna menggelinjang nikmat dengan yang David lakukan padanya.


"Mas... ngh.. aku mau keluar" ucap Yumna dengan tersengal-sengal karena sesuatu ingin keluar.


"Keluarkan, dan sebut namaku," jawab David.


"Eugh..." lenguhan Yumna saat sesuatu keluar,


David tersenyum puas dan kembali bermain dengan bibir Yumna sembari memasukkan adiknya perlahan sambil memejamkan mata, adik David benar-benar di manjakan oleh liang kenikmatan Yumna.


Hampir satu jam mereka menikmati kehangatan satu sama lain. Sekujur tubuh sudah di penuhi keringat segar. Adrenalin mereka saling berpacu


David memaju mundurkan pinggulnya dengan sedikit lebih cepat, dia menunduk lalu menjulurkan lidah menji*lati bibir Yumna.


"Aaaahhh" de*sah David dan Yumna saat mereka sampai puncak kenikmatan bersama.


David tersenyum lalu mencium kening dan pipi kanan kiri Yumna, kemudian David mencium bibir Yumna sekilas.


"Terima kasih," ucap David.


"Mas, aku udah mandi lho," protes Yumna.


"Terus?"


"Ya gara-gara kamu aku harus mandi lagi." Yumna mengerucutkan bibirnya, karena gemas David mengigit pipi Yumna pelan.


"Udah selesai baru protes, dasar," ujar David dan mereka pun tertawa.


BERSAMBUNG...


hai ka πŸ‘‹kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini, jangan lupa tinggalkan like and komennya ya πŸ™


kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 🀣


ngomong-ngomong tadi Yumna David ada di di peringkat 70 lho.


tapi karena kurangnya hadiah jadi turun 😭


tapi gpp mungkin lain kali Yumna David masuk rangking.

__ADS_1


maaf ya baru up.


gak enak body


__ADS_2