
Selamat membaca kesayangannya Yumna dan David.
🌹🌹 Love you All 🌹🌹
Uhuk uhuk
Bayu tersedak ludahnya sendiri membuat semua orang menoleh padanya, sedangkan Yumna segera mengambilkan air untuk Bayu.
"Ini, Mas." Yumna memberikan segelas air putih pada Bayu.
"Terima kasih." Bayu menerima air yang diberikan oleh Yumna lalu meminum air tersebut sampai habis.
Sementara itu David memperhatikan, Bayu, saksama. Ia merasa heran dengan tingkah Bayu yang tiba-tiba saja tersedak ludahnya sendiri saat membicarakan hal ini.
David, mulai berpikir negatif pada, Bayu, jika dipikir-pikir mereka memang tengah terlibat perdebatan beberapa hari lalu sebelum pengeroyokan ini terjadi.
Bayu yang diperhatikan oleh David seperti itu, langsung bersikap seperti biasa, dia berdeham untuk menghilangkan gugupnya dan langsung tersenyum pada, Yumna dan David.
"Lu, nggak apa-apa?" tanya David penuh selidik, bukan tidak mungkinkan jika, Bayu, dalang dibalik penyerangan yang terjadi padanya kan?
"Nggak, gua nggak apa-apa," jawab Bayu santai.
"Oh, aneh, lu tersedak kaya lu dalang dibalik penyerangan gua aja," sindir David membuat Bayu melotot padanya.
"Maksud, lu, apa?" geram Bayu.
Yumna yang melihat emosi dimata keduanya langsung melerai tatapan yang ingin saling membunuh itu. Yumna memegang lengan David sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Gua, kesini cuma mau jenguk lu, gimanapun lu kan suaminya Yumna, yang berarti kalau lu itu sodara gua juga." Bayu memberitahukan niat kedatangannya.
"Kalau gitu makasih, dan silahkan pergi!" usir David.
"Mas." Yumna mengingatkan David.
"Ok, kalau gitu gua permisi, Yumna, aku pulang dulu ya! Om, Tante, saya permisi." Bayu berpamitan kemudian pergi dari ruang rawat David.
"Tapi, Mas---"
"Yumna," panggil David memotong niat Yumna yang ingin mengejar Bayu.
"Kamu mau kemana?" tanya David dengan wajah kesal.
"Mas, harusnya kamu jangan gitu dong sama, Mas Bayu, kasian kan. Dia cuma mau nengokin kamu aja kok," ujar Yumna.
__ADS_1
Namun, David hanya memalingkan wajahnya, Broto dan Mira, terkekeh melihat tingkah David yang terlihat cemburu pada Yumna.
"Yumna, yang tadi siapa?" tanya Mira pada Yumna.
"Dia, sepupu aku, Tan," jawab Yumna dan Mira pun mengangguk.
"Kamu juga lain kali jangan gitu, Dav, kasian kan dia kalau diusir gitu." Mira menasehati David.
David hanya tersenyum menanggapi, dia tidak mungkin memberitahukan apa yang dia pikirkan pada, Mira dan Broto. Walaupun, Broto dan Mira, sudah seperti orang tua untuk David, tapi dia tidak ingin memberitahukan semuanya.
Menurut David, ini urusan pribadi dia dan Yumna, walaupun dia merasa ada sesuatu yang, Bayu, sembunyikan. Atau lebih tepatnya David curiga dengan Bayu, tapi lebih baik dia tidak memberitahukan pada siapapun. Sebab ini semua masih perkiraan David saja, semuanya belum tentu benar.
"Papah, kamu di mana Yumna?" tanya Broto pada Yumna.
"Tadi sih masih di Kantor, Om," jawab Yumna sambil tersenyum kikuk pada Broto.
Setelah itu mereka pun mengobrol tentang apa saja, dari mulai membahas tumbuh kembang Arka. Hingga menceritakan masa-masa David di tinggal oleh Yumna.
David yang tengah di bahas hanya tersenyum malu dan sesekali mengelak jika disudutkan oleh Broto dan Mira. Tak terasa sudah dua jam Mira dan Broto pun pamit.
"Wah, udah dua jam aja nih kita ngobrol di sini," ucap Broto sambil melirik jam yang bertengger di tangannya.
"Kalau gitu, Om dan Tante pamit dulu ya!" pamit Broto sambil beranjak dari duduknya diikuti oleh Yumna dan Mira.
"Iya, Om, makasih ya, sudah jenguk aku," jawab David.
"Ok, deh kalau gitu besok kita kesini lagi ya, Pah! aku mau menyaksikan pernikahan mereka," ucap Mira.
"Iya, dong, besok kita kesini lagi, kalau gitu kami pamit dulu ya, Yumna, David! cepet sehat ya Dav," pamit Broto sembari berjalan keluar.
Setelah, Broto dan Mira, pergi, David menatap Yumna dengan tatapan sulit diartikan. Sebenarnya David merasa cemburu saat melihat, Yumna, datang bersama, Bayu, berhubung tadi ada, Mira dan Broto, David menahan rasa cemburunya itu.
Yumna, mengkerutkan kening bingung ketika melihat tatapan David, dia duduk di kursi samping David dan membuka jeruk yang tadi, Mira, bawakan.
"Mas, mau?" Yumna menyodorkan jeruk yang sudah ia buka kulitnya itu pada David.
Namun, David, menggeleng kemudian mengambil remot televisi yang ada diatas nakas. Lalu, matanya fokus dengan televisi tanpa menoleh pada Yumna.
"Mas," panggil Yumna.
"Hmmm." David menjawab dengan deheman.
"Mas, kenapa?" tanya Yumna bingung.
__ADS_1
"Memangnya aku kenapa?" bukannya menjawab pertanyaan David malah kembali bertanya.
"Mas, marah?" Yumna kembali bertanya pada David.
"Aku marah kenapa?" jawab David santai tanpa menoleh pada Yumna.
"Ya, mana aku tau kalau kamu nggak ngasih tau," kesal Yumna.
David mengembuskan napas panjang dan membuangnya kasar, lalu menoleh pada Yumna. Sebenarnya dia ingin sekali marah pada istrinya ini, tapi mendengar nada kesal Yumna dia tidak tega.
"Kamu kenapa sama dia sih?" tanya David.
Yumna mendongak menatap David. "Maksud, kamu, Mas Bayu?" tanya Yumna.
"Ya, kenapa kamu kesini sama dia? bikin mood ku buruk aja," ketus David.
Yumna tersenyum dan tangannya terulur menggapai tangan David lalu menggenggam tangan itu dengan lembut seolah tengah menenangkan David melalui genggaman tersebut.
"Mas, dia itu kan cuma jenguk kamu, masa aku tolak sih, kan nggak enak. Lagi pula kan dia sepupu aku," tutur Yumna lembut.
"Aku tau sayang, tapi nggak tau kenapa aku nggak suka kamu deket-deket sama dia," ujar David.
"Cemburu boleh, tapi jangan berlebihan, Mas." Yumna melepaskan genggaman tangannya dan menyodorkan kembali jeruk yang tadi sudah dia kupas.
David hendak menolak, tapi tatapan tajam Yumna membuatnya mau tidak mau membuka mulutnya dan memakan jeruk itu.
"Aku nggak suka sama dia bukan tanpa sebab," ujar David, sedangkan Yumna hanya diam memperhatikan.
"Tapi, aku lihat cinta dimatanya, dan sebagai suami kamu. Wajarkan kalau aku melarang kamu dekat sama dia?" sambung David.
Matanya menatap Yumna, mata mereka memancarkan cinta yang sama dalamnya. Hingga tatapan mata itu terputus saat pintu rawat inap David terbuka, kemudian Adit melenggang masuk.
"Cie, yang lagi tatap-tatapan," ledek Adit.
David mendengus. "Ngapain?" tanya David.
"Gua mau jagain lu lah, besok kan hari pernikahan kalian. Jadi, Yumna kamu boleh istirahat biar, David, aku yang jagain. Iya kan, Dav?" jawab Adit.
"Iya, sayang, kamu pulang aja istirahat! kamu pasti capek." David menyetujui ucapan Adit yang menyuruh untuk Yumna beristirahat.
Yumna pun mengangguk, awalnya dia menolak, tapi David memaksanya untuk istirahat. Lagi pula besok adalah hari pernikahan mereka, David, tidak mau kalau Yumna terlihat kelelahan di hari pernikahan mereka.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏 kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰
hari ini up nya 2 bab ya 🤭 masih ada satu bab lagi