Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Mengingat masa kecil


__ADS_3

Kini David dan Yumna sedang dalam perjalanan pulang, setelah makan siang Arka merengek ingin pulang.


Padahal Ajeng dan Panji sudah merayunya agar mau menginap di sana..


David menatap Yumna yang tengah melamun sambil menatap sisi jalanan.


David mengelus pipi Yumna lembut.


"Kenapa? kamu kepikiran sama omongan Omah?" tanya David, Yumna tersenyum dan menggeleng.


"Jangan terlalu di pikirin ya," sambung David.


Arka yang berada di pangkuan Yumna mengkerutkan kening bingung, lalu dia mengelus pipi Yumna seperti David tadi.


David dan yumna terkekeh melihat tingkah Arka.


Tiga puluh menit kemudian David dan Yumna pun sampai di kediaman Indra Kusuma. Seperti biasa David akan turun lebih dulu, lalu menggendong Arka.


"Tulun, tulun," rengek Arka, David menurunkan Arka. Kemudian Arka berlari memanggil baby sitter nya.


"Eh, Arka dari mana?" Mbak Mala berpura-pura tidak tau dan bertanya pada Arka.


"Lumah Opah dua," jawab Arka.


"Kok Mbak Mala nggak di ajak?" pengasuh Arka pura-pura menangis dan itu sukses membuat Arka bingung.


"Cup cup, besok ikut ya," ucap Arka sambil mengelap mata Mbak Mala.


David dan Yumna tersenyum.


"Arka belum bobo siang lho, sana bobok siang dulu sama Mbak Mala!" Yumna memerintahkan Arka untuk tidur siang, Arka menoleh pada David.


"Papah jangan pulang ya!" ucap Arka dengan mata berkaca-kaca.


"Iya sayang, Papah disini," jawab David, Arka tersenyum lalu berjalan ke kamarnya, meninggalkan Yumna dan David berdua.


Yumna beranjak dari duduknya dan berjalan menaiki tangga, tapi dia menghentikan langkah dan menoleh pada David yang mengikutinya.


"Mas, mau kemana?" ketus Yumna.


"Mau ikut kamulah," jawab David, Yumna mengkerutkan kening.


"Mau ngapain?" tanya Yumna.


"Ya kamu mau ngapain? aku mau ikut." David tersenyum sangat manis.


"Nggak, Mas duduk aja di sana! aku mau ganti baju doang kok." Yumna melanjutkan melangkahkan kakinya menaiki tangga.


"Apa aku nggak boleh ikut?" teriak David.


"Nggak." Yumna berjalan sedikit berlari menghindari David.


'kenapa nggak boleh ikut? padahal kan semua bentuk tubuhnya aku udah hapal,' batin David.

__ADS_1


David membuang napas kasar lalu kembali mendudukkan dirinya di sofa tadi. David duduk dengan menyilangkan kaki sambil memainkan ponselnya.


"Lho Dav, sendirian aja?" tanya Indra yang baru saja pulang dari kantor.


"Eh, iya Pah, Yumna lagi ganti baju, sedangkan Arka tidur siang," jawab David sembari menyalami tangan Indra.


"Papah udah pulang?" sambung David.


Indra melonggarkan dasinya dan duduk di samping David.


"Iya, Papah cuma beresin laporan yang salah aja. Selebihnya Bayu yang urus," jawab Indra, David mengangguk.


"Pah, memangnya Bayu itu siapa Papah? maaf setau David papah nggak punya anak selain Sherina atau Yumna kan?" David ingin tau siapa Bayu sebenarnya, ada hubungan apa Bayu sama Yumna.


"Bayu itu ponakan papah, masa kamu nggak tau, dia anak dari adik tiri Papah. Kamu ingat bocah laki-laki yang dulu sering papah ajak?" tanya Indra dan David mengangguk.


"Itu Bayu," sambung Indra.


"Bukannya namanya kalau nggak salah Ba-- Ba--"


"Bani? ya sama aja, Bani itu Bayu. Bani itu nama sayang dari almarhum mamah kamu Lusi," timpal Indra, David mengangguk paham.


Namun, sedetik kemudian dia ingat sesuatu.


"Tunggu, mamah Lusi? berarti yang sudah meninggal itu Tante Lusi yang--"


"Iya, Tante Lusi itu Mamahnya Yumna, ya sekarang kamu manggilnya Mamah dong. Masa masih Tante manggilnya kan nggak sopan," potong Indra.


David tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Nggak apa-apa, yang penting sekarang kamu tau kalau Tante Lusi itu adalah mertua kamu," tutur Indra.


Lalu mereka pun bercerita panjang tentang masa kecil Yumna dan David, dulu Indra sering membawa Yumna main ke kediaman keluarga Wijaya.


Namun, saat itu umur Yumna baru sembilan bulan, sedangkan David sudah berumur empat tahun.


"Seru banget, lagi ngobrolin apa sih?" tanya Yumna.


"Ngobrolin masa kecil kalian, kamu tau sayang dulu kamu sering banget terluka sama David." Indra terkekeh mengingat masa-masa kecil David dan Yumna.


"Kenapa?" Yumna penasaran.


"David itu kan badannya kecil, tapi dia selalu memaksa gendong kamu yang waktu badannya gemuk. Mungkin karena nggak kuat gendong kamu, akhirnya kalian selalu terjatuh," jawab Indra tertawa.


David dan Yumna pun ikut tersenyum.


"Padahal dia sudah punya Brian, tapi karena dia pingin banget adik cewek, ya kamu yang jadi imbasnya waktu itu." Indra kembali terkekeh.


Sedangkan Yumna dan David hanya tersenyum tipis sambil menatap satu sama lain.


Satu jam sudah mereka bercengkrama panjang lebar, Indra pun beranjak ingin mandi dan berganti pakaian.


Kini hanya ada Yumna dan David di ruang tamu itu, atmosfer di ruangan itu tiba-tiba berubah. David dan Yumna merasa kikuk, tidak ada percakapan lagi diantara mereka.

__ADS_1


"Yumna, nanti malam kita keluar yuk!" ajak David memecah keheningan.


"Maaf Mas, aku nggak bisa, aku udah ada janji sama Mas Bayu tadi," tolak Yumna.


"Kapan?" tanya David.


"Tadi waktu aku ganti baju, Mas Bayu chat aku. Dia ngajak aku keluar malam ini." Yumna memainkan ponselnya karena malu berhadapan dengan David.


"Kalian mau kemana? mau ngapain?" David merasa cemburu, dadanya pun terasa sesak.


"Aku nggak tau, katanya sih mau makan malam aja," jawab Yumna.


"Yumna," David menarik dagu Yumna agar menghadapnya.


"Kamu nggak lupa status kamu kan?" tanya David.


Netra mereka saling pandang dan mengungkapkan perasaan masing-masing, yang masih tumbuh dengan indah di hati mereka.


"Mas, kita udah pisah lama lho. Kalaupun aku jawab iya, kita tetap harus menikah lagi," ucap Yumna.


"Kalau gitu kita nikah aja sekarang," timpal David.


"Mas nggak lupa kan kalau aku minta waktu?" mendengar itu David terdiam, entah karena takut kehilangan Yumna. Atau memang perasaannya yang keliru, David merasa Bayu menyimpan perasaan yang besar pada Yumna.


Semua itu terlihat sangat jelas, dari bagaimana cara Bayu menatap Yumna.


Bagaimana Bayu menatap David semua itu sangat jelas.


Ya memang mereka saudara, tapi sependek yang David tau mereka bukanlah saudara kandung.


Tidak ada ikatan darah di antara Bayu dan Yumna.


Jadi bisa saja kan Bayu mencintai Yumna, apa lagi selama tiga tahun ini Bayu yang selalu ada bersama Yumna.


cup


David mencium bibir Yumna sekilas.


"Jangan lama-lama sayang, aku udah terlalu lama nunggu kamu." David membelai rambut Yumna lembut.


Tanpa mereka sadari, ternyata ada Bayu yang sedari tadi berdiri di belakang pintu, dan mendengarkan semua percakapan serta ciu*man singkat David.


'kita lihat saja, siapa yang akan menikah dengan Yumna nanti,'. batin Bayu.


Lalu dia melenggang masuk ke dalam ruang tamu.


BERSAMBUNG....


hai ka 👋 kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏


kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo 😂 dengan senang hati aku menerimanya 😂


lanjut gak?

__ADS_1


komen ya?


__ADS_2