Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Chapter 110


__ADS_3

Keesokan paginya.


Di kediaman keluarga Wijaya dan di kediaman keluarga Indra Kusuma mereka semua tengah disibukkan dengan persiapan pernikahan, Yumna dan David.


Begitu juga dengan David di rumah sakit, dia tengah bersiap-siap untuk menikah dengan sang pujaan hati. Sedari pagi senyum David sangat merekah, dia terlihat sangat bahagia dan antusias menyambut pernikahan keduanya bersama Yumna ini.


_________________________________________


Di kediaman keluarga Wijaya.


"Mah, masa kita bawa semua seserahan ini ke rumah sakit sih?" tanya Brian saat melihat seserahan sudah berada di atas meja.


"Mamah, juga nggak tau Yan, Mas kamu itu emang gak sabaran banget sih, padahal di tunda beberapa hari kedepan kan gak masalah," jawab Ajeng.


Sejujurnya Ajeng juga sangat bingung, apakah seserahan yang telah mereka persiapkan jauh-jauh hari ini akan dibawa ke rumah sakit atau tidak.


Bisa saja dibawa tapi dia takut ini akan menggangu penghuni rumah sakit yang lainnya.


"Gimana ini, Pah, Mah?" tanya Ajeng pada Panji dan Omah Ratih.


"Telpon saja, Yumna atau David!" jawab Omah Ratih.


Ajeng mengangguk, kemudian dia mengambil ponselnya yang ada di dalam tas, dan langsung menghubungi Yumna.


"Hallo, Nak."


📞"Iya, Mamah, ada apa?"


"Engga, ini Mamah mau tanya seserahannya mau langsung dibawa atau gimana?"


📞"Seserahan?"

__ADS_1


"Iya, seserahan pernikahan kalian."


📞"Oh, nggak usah, Mah, simpen aja dulu, di sana! Nanti kalau, Mas David, sudah sembuh, kita ambil."


"Oh, yaudah deh, kamu sudah siap?"


📞"Sebentar lagi, Mah."


"Yaudah kalau gitu udah dulu ya, Mamah sama yang lain mau siap-siap dulu."


Setelah itu Ajeng mematikan sambungan teleponnya.


"Gimana, Jeng?" tanya Omah Ratih.


"Kata, Yumna, nggak usah dibawa, Mah," jawab Ajeng.


"Yaudah kalau gitu, Bi Sri, tolong simpan semua ini ya!" Omah Ratih memerintahkan Bi Sri untuk menyimpan semua barang-barang yang ingin mereka berikan pada Yumna nanti.


"Ada apa, sayang?" tanya Ajeng.


"Kemaren aku ketemu sama, Nayla, dia bersama Kaka Ipar. Menurut Mamah dia akan ganggu pernikahan, Mas David nggak ya?" Brian memberitahukan tentang pertemuannya dengan Nayla.


"Nayla? Nayla yang---"


"Iya, Mah, bahkan dia diam-diam selalu ngeliatin, Mas David terus," potong Brian.


"Apa aku kasih tau yang sebenarnya aja sama Kaka ipar, biar dia nanti nggak salah paham." Brian memberikan usul pada Ajeng.


"Terserah kamu, Yan," jawab Ajeng.


Lalu, mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, Ajeng, Panji, omah Ratih dan para asisten rumah tangga berada dalam satu mobil.

__ADS_1


Sedangkan Brian, Diana, Yuda, satu mobil dengan Broto dan Mira, mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Ini baru pukul delapan pagi, tapi dari jam lima pagi tadi, David sudah menelepon mereka agar segera sampai. Sedangkan pernikahan mereka di langsukan jam sepuluh pagi.


Lalu, tak berselang lama mobil rombongan keluarga Wijaya sudah sampai di rumah sakit, mereka jalan beriringan menuju ruang rawat David.


Di sana sudah ada Adit yang memang sedari kemarin menjaga David, dia tidak ingin sahabatnya itu kenapa-kenapa lagi seperti sebelumnya.


"Hai, David, Adit," sapa Ajeng seraya melenggang masuk diiringi dengan yang lain.


"Tante, dan yang lain kok udah sampai?" tanya Adit bingung, pasalnya ini masih jam delapan.


"Tanya sama, David, dia yang nelpon kita semua suruh cepet sampai," ketus Brian membuat semua orang terkekeh.


"Nggak sabaran banget sih, padahal kan ini bukan pernikahan pertama mereka," sambung Brian dengan memberikan tatapan sadisnya pada David.


"Halah, kaya kamu nggak gitu aja, Yan," cibir David dan Brian hanya terkekeh menanggapi.


"Yumna, lama banget sih, aku jadi khawatir." David bergumam sambil memainkan ponselnya.


"Sabar, Dav, ini kan masih jam delapan sedangkan pernikahan kalian jam sepuluh," ucap Mira, David, manggut-manggut sambil tersenyum.


David sudah tidak sabar ingin meresmikan kembali hubungannya dengan Yumna, dan dia ingin segera tinggal bersama anak dan istrinya itu.


David, ingin memulai semuanya dari awal.


BERSAMBUNG..


hai Kaka 👋 kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏


kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 😂

__ADS_1


__ADS_2