
David saat ini sedang merasa gelisah, ini sudah hari ketiga dia tidak bertemu dengan Yumna. Jangankan bertemu, telponan saja dilarang oleh Ajeng dan Panji.
Hari pertama David berhasil menahan rindunya pada Yumna, hari kedua ia juga masih bisa menahannya.
Namun, saat ini, tepat di hari ketiga tidak bertemu dengan Yumna, David sudah merasa sangat merindukan Yumna.
Sesekali David melihat ke jalan raya. Karena kantornya yang berada di lantai paling atas gedung sebagai ruangan CEO. Membuat David lebih leluasa melihat seisi kota yang ramai dari ketinggian.
'Andai saja gedung ini bisa lebih dekat dengan rumahnya, mungkin aku akan leluasa menatapnya sepanjang hari,' batin David yang masih menatap ramainya kota dan jalan raya.
David sangat berharap bertemu Yumna walau hanya tanpa sengaja bertemu di jalanan atau di manapun.
David menatap seisi kota dengan perasaan rindu yang sudah menggebu-gebu. David sudah sangat merindukan Yumna, dia mencoba menenangkan dirinya dari pagi hingga menjelang sore.
Namun, rasa rindunya sudah tidak bisa di bendung lagi, hingga ia memutuskan agar pergi ke rumah Yumna secara diam-diam.
David berjalan keluar ruangan dengan langkah lebarnya, bahkan seruan dari Adit dan sekretaris yang berada di depan ruangannya tak ia indahkan.
'Sudahlah aku sudah tidak bisa menahannya,' batin David sambil melangkah keluar kantor.
David mengendarai mobilnya dengan. kecepatan sedang, sepanjang perjalanan dia selalu tersenyum karena akan segera bertemu dengan Yumna.
Saat melihat ada toko bunga, David memberhentikan mobilnya, dia turun dari mobil dan membelikan Yumna sebuket bunga.
'princess pasti suka,' batin David, entah sejak kapan dia memanggil Yumna dengan sebutan princess, David kembali melajukan mobilnya ke rumah Yumna.
Dua puluh menit kemudian David sampai di kediaman keluarga Indra, Rumah Yumna saat ini sangat ramai sekali.
David berjalan perlahan sambil sesekali bersembunyi di balik kursi jika ada orang yang hendak melewatinya.
Klek!
Jendela kamar Yumna tiba-tiba terbuka. Yumna menoleh ke arah jendela dan melihat seseorang masuk dengan hati-hati, dan betapa terkejutnya ia melihat sosok pria yang memasuki kamarnya ternyata adalah David.
"Mas David!" teriak Yumna reflek.
"Shssshhut! Jangan teriak kencang-kencang dong sayang, nanti ada yang denger lagi." David membekap mulut Yumna.
Saat Yumna mengangguk barulah David melepaskan bekapannya.
"Lagian, Mas ngapain lewat jendela? udah kaya maling aja," ledek Yumna sambil terkekeh pelan.
__ADS_1
"Iya maaf, lagian aku kangen banget sama kamu." David merebahkan tubuhnya di kasur Yumna.
Yumna tersenyum dan duduk di samping David.
"Mas, lebay banget sih, padahal kan dua hari lagi kita udah mau nikah, tapi, Mas, udah nggak kuat nahan kangen." Yumna tertawa, sedangkan David hanya diam memperhatikan Yumna.
Yumna yang di tatap seperti itu, langsung meneguk salivanya. Ia merutuki dirinya yang tadi menertawakan David.
"Kenapa jadi diem?" tanya David sambil bangkit dari rebahannya, sedangkan Yumna menjawab dengan gelengan.
"Kok malah menggeleng." David sengaja menggoda Yumna, dia tau kalau Yumna gugup karena di perhatikan olehnya secara intens.
"Nggak usah gugup gitu juga kali ah, ini aku bawain kamu bunga." David menyodorkan bunga yang tadi dia bawa pada Yumna.
Yumna tersenyum sambil menerima sebuket bunga dari David, dia langsung menciumi bunga tersebut.
"Terima kasih," ucap Yumna. David tersenyum dan mengangguk.
David mengedarkan pandangannya. "Kamu lagi apa?" tanya David karena kamar Yumna berantakan.
"Aku lagi bersih-bersih aja, Mas," jawab Yumna.
David kembali merebahkan tubuhnya, dia merasa sangat ngantuk sekali. Sudah berhari-hari dia tidur dengan tidak nyenyak.
"Memangnya kenapa sih? kita kan suami istri, masa nggak boleh ketemu," jawab David.
"bukan gitu, Mas, tapi..."
David langsung menarik lengan Yumna hingga Yumna kepala Yumna terjatuh di atas dada bidang David.
David menepuk lengannya.
"Sini!"
Tahu akan maksud David, Yumna pun tersenyum. Dia mendekat dan merebahkan kepalanya di lengan David.
David mengusap pipi Yumna lembut, Yumna yang diam-diam merindukan David pun merasa nyaman dengan sentuhan suaminya itu.
Hingga akhirnya Yumna dan David pun terlelap bersama.
Tiga puluh menit kemudian, Indra yang ingin membicarakan sesuatu dengan Yumna terkejut melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1
"Astaga mereka ini nggak bisakah nahan kangen sebentar lagi," gumam Indra tapi dengan tersenyum melihat anak dan menantunya itu.
Indra mengambil ponsel dan memotret keduanya, Indra tersenyum lalu mengirimkan pesan itu pada Panji.
Setelah mengirimkan pesan pada Panji, Indra mengguncang tubuh David dan Yumna.
"David, Yumna, bangun!"
David dan Yumna menggeliat, David mengucek matanya dan ia sangat terkejut saat melihat Indra.
"Bagus ya kalian, diam-diam ketemuan." Indra pura-pura marah.
David beranjak dari tidurnya diikuti oleh Yumna.
Keduanya saling tatap kemudian menunduk.
Tanpa mereka ketahui Indra tersenyum melihat keduanya seperti ketakutan begini.
"Jadi, kalian suka ketemuan seperti ini?" tanya indra
sambil berkacak pinggang.
"Nggak, Pah, ini baru pertama kalinya, Mas David nekat," jawab Yumna.
Indra menahan senyumnya ketika melihat anaknya ketakutan seperti itu.
"Maaf, Pah ini bukan salah Yumna, ini salah David," ucap David.
"Kamu tau kan, kalau kalian itu lagi di larang..."
"Papah." Arka berlari masuk ke dalam kamar diikuti oleh Nayla, anak dari Tante Rani.
Nayla dan David terkejut ketika melihat satu sama lain.
BERSAMBUNG...
Hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏
kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya.
maaf ya akhir-akhir ini up nya malam, aku lagi sibuk dan sebenarnya juga udah down sih 😭
__ADS_1
tapi demi kalian yang masih setia membaca aku melanjutkan tulisan cacingku ini 🤭