Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
-


__ADS_3

Sudah lima tahun Dahlia bersama suami dan anaknya di daerah rantau,kini kehidupan mereka sudah berubah seratus depan puluh derajat.


Suaminya Adam bukan lagi seorang karyawan yang di kontrak kerja oleh bosnya.


Bahkan kini sebaliknya Adam sudah menjadi seorang bos besar di sana,semua itu berawal dari bosnya Adam yang tertangkap kasus perjudian togel online.


Dia harus membayar semua hutang hutangnya yang berjumlah sangat besar,satu persatu kaplingan yang di kontrak Adam di beli oleh Adam.


Adam meminta bantuan pada adiknya Bagas supaya menggadaikan sertifikat tanah yang atas namanya ke BANK.


Dengan bermodalkan pinjaman tersebut di tambah lagi dengan tabungannya Adam bisa membeli sebanyak enam hektar.


Adam juga menampung penjualan buah segar,berkat kerja kerasnya dan dukungan dari istrinya Adam tidak perlu lagi kerja bawah terik matahari.


Bisnis online Dahlia juga berkembang pesat mulai dari bisnis perabotan rumah tangga pakaian dan juga kosmetik.


Dan paling di minati pembeli adalah produk kecantikan wanita.


Dahlia sekarang sudah menjadi owner di sebuah produk kecantikan,bermodalkan wajahnya yang cantik produknya laku keras.


Dahlia juga membuka cabang di kampung Mayalah yang dia percaya untuk mengurusnya.


Karena Dahlia sudah di sibukan antar jemput anaknya yang sudah masuk TK,Dahlia memperkerjakan salah seorang wanita untuk membantunya memenuhi permintaan konsumen yang meledak.


*****


Seperti biasanya Adam di sibukkan dengan usahanya,berpamitan dengan istrinya untuk mengurus perpindahan nama sertifikat menjadi namanya.


Adam pergi dengan mobil bekas tapi masih mulus yang di belinya dari temannya,

__ADS_1


Alam yang biasanya di antar mamanya hari ini dia bersama papanya yang pergi ke kantor pertanahan.


''pa...pulang nanti beliin Al mainan ya...''


Alam meminta pada papanya


''iya....emangnya Al mau mainan apa lagi,bukankah di rumah sudah banyak mainan ?''


Adam sambil mengusap kepala anaknya yang duduk di sampingnya.


''mainan motor besar ya pa... kaya temannya Al yang bisa tumpang pa...''


''kalau urusan papa cepat selesai nanti papa belikan ya''


Adam berkata pada anaknya.


Tiba di depan sekolah Alam,Adam membukakan pintu untuk anaknya.


Adam berpesan pada anaknya.


Adam juga berpesan dengan gurunya Alam jika dia belum menjemput putranya di jam pulang supaya menelpon istrinya saja.


Hari sudah siang Adam melihat jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang,urusannya baru selesai dan tinggal menunggu di proses saja.


Adam menelpon istrinya menanyakan apakah putranya sudah di jemput atau belum,lega rasanya mendengar anaknya sudah di rumah.


Merasa perutnya menuntut untuk di isi Adam mencari tempat yang menurutnya nyaman.


Adam membelokkan mobilnya di sebuah rumah makan padang yang lumayan besar dan luas tempat parkirnya

__ADS_1


Dia pun memilih tempat paling pojok yang menghadap ke meja kasir,sambil menunggu pesanannya datang tanpa sengaja Adam melihat seorang wanita yang tidak asing di matanya.


Karna penasaran dia menanyakan pada seorang pelayan yang mengantar pesanannya .


''mbak... boleh nanya gak ...?''


tanya Adam pada pelayan tersebut


''mau nanya apa bang...''


kata pelayan tersebut


''emm.... mau nanya mbak kasir yang di depan itu kayanya saya pernah lihat,siapa namanya ?''


Adam bertanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Pelayan tersebut menoleh ke perempuan yang di tunjuk Adam


''Oh ..itu mbak siska, dia tinggal di kos sebelah sana bang..?''


kata pelayan itu menunjukkan ke arah belakang rumah makan.


''terima kasih mbak ''


Adam terhenyak mendengar pelayan tersebut menyebutkan sebuah nama.


Siska adalah seorang pengawas lapangan di perkebunan sawit tempat Adam bekerja di kampungnya.


''Kenapa dia begitu cantik sekarang ''

__ADS_1


Adam berkata sendiri dalam hati.


__ADS_2