
"Mamah, Papah nggak belantem lagi kan?" tanya Arka dengan wajah polos sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Yumna melirik pada David begitu juga sebaliknya, hanya sekedar lirikan karena David sedang mengemudikan mobil.
Yumna kembali menunduk dan tersenyum pada Arka.
Arka memperhatikan kedua orangtuanya bergantian dengan kening mengkerut dan bibir yang di manyunkan.
"Misi Alka gagal," gumam Arka membuat Yumna dan David spontan menoleh padanya.
"Misi apa?" tanya Yumna.
Arka langsung menggeleng, dan menutup mulutnya menggunakan telapak tangan.
David dan Yumna bingung. "Sayang, misi apa Nak? Arka tau kan kalau kita itu nggak boleh bohong, Arka nggak lupa kan?"
Arka mengangguk lemah. "Jadi, maksud Arka tadi apa? misi apa itu sayang?" tanya Yumna lembut.
Arka terdiam, dia menunduk karena bingung. Dia takut kalau Mamah dan Papahnya akan marah kalau tau misinya dan Indra, tapi dia juga takut kalau berbohong.
"Alka punya misi..." Arka menggantung ucapannya. "Misi apa?" tanya Yumna.
"Opah bilang, alka halus buat Papah sama Mamah baikan, tapi misi Alka gagal," jelas Arka.
Mendengar itu seketika Yumna dan David tertawa terbahak-bahak.
"Makannya Alka ajak Mamah sama Papah main," sambung Arka dengan wajah memelas.
Lagi lagi respon David dan Yumna hanya tertawa.
Arka mengkerutkan kening karena bingung melihat kedua orangtuanya tertawa.
"Jadi, jalan-jalan tadi itu misi Arka?" tanya David masih dengan menahan tawa.
Arka mengangguk lemah.
"Sayang Mamah pinter banget sih," ucap Yumna sambil menciumi pipi gembul Arka berkali-kali.
David tersenyum, pemandangan di sampingnya membuat hati David menghangat. Namun, ingatan semalam membuat David kembali memasang wajah dingin.
Dua puluh menit kemudian Yumna dan David sudah sampai. "Mobil siapa itu?" tanya David, Yumna menoleh mengikuti arah pandang David.
"Aku nggak tau, Mas, mungkin klien Papah," jawab Yumna.
David turun lebih dulu, lalu ia mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Yumna.
"Makasih, Mas," ucap Yumna.
__ADS_1
"Sama-sama." David menjawab sambil memegangi kepala Yumna agar tidak terbentur pintu mobil.
David mengambil alih Arka dan menggendongnya, kemudian mereka masuk ke rumah dengan beriringan.
Jalan David terhenti saat melihat Indra sedang mengobrol dengan laki-laki yang dia lihat bersama Yumna semalam.
"Kenapa, Mas?" tanya Yumna karena tiba-tiba saja David berhenti. Yumna mengikuti arah pandang mata David, dan matanya membola melihat Ali sedang bercengkrama dengan Indra.
Yumna memegang tangan David dan membawanya masuk menghampiri Indra.
David sempat terkejut karena tiba-tiba saja Yumna menggandeng tangannya dan membawanya masuk.
"Eh, kalian sudah pulang, sini duduk sama Papah!" ujar Indra dan menyuruh untuk Yumna dan David bergabung.
David dan Yumna mengangguk, lalu duduk di samping Kanan Indra.
"Yumna?" sapa Ali, Yumna hanya tersenyum menanggapi.
"Mbak Mala, tolong Arka bawa masuk dulu!" Yumna memerintahkan Mbak Mala untuk membawa Arka, Mbak Mala mengangguk lalu dia mengambil alih Arka yang sedang di pangku oleh David dan membawanya.
"Kenalin, ini Yumna anak saya, dan ini David menantu saya." Indra memperkenalkan Yumna dan David pada Ali.
Ali tersenyum pada David dan Yumna seolah sedang menyapa mereka.
Yumna membalas senyuman Ali, sedangkan David malah memalingkan wajahnya.
sedangkan Indra terkejut.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Indra.
"Mas Ali dulu tetangga aku di desa Pah, dia juga yang sering membantu aku mengantar Mamah ke Rumah Sakit," jawab Yumna.
"Ya, tapi sepertinya menantu Om semalam salah paham pada saya dan Yumna," timpal Ali.
"Maksudnya?" Indra terlihat bingung dengan ucapan Ali.
"Semalam saya dan Yumna bertemu di hotel xxx, saya memang minap di sana, sedangkan Yumna katanya ingin menemui sepupunya, tapi menantu Om salah paham pada kami." Ali menjelaskan dengan tersenyum meledek pada David, membuat David merasa geram.
Andai tidak ada Indra bersama mereka, David pasti sudah meninju Ali dari tadi.
Mendengar itu Indra tersenyum, ternyata karena inilah mereka bertengkar.
"David, Yumna, Ali ini anak dari klien Papah, dia kesini karena ingin mengundang kita ke pertunangannya minggu besok," jelas Indra.
Mendengar penjelasan Indra, David merasa lega dan entah terlihat atau tidak, David menyunggingkan senyum saat Indra menjelaskan itu.
"Mas Ali, bertunangan dengan siapa?" tanya Yumna.
__ADS_1
"Anak klien Papah," jawab Ali, sedangkan Yumna mengangguk paham.
"Berarti om Indra suami dari almarhumah Tante Lusi? atau bagaimana?" Ali bertanya karena seingat dia Yumna hanya tinggal berdua denga Lusi.
"Iya, dulu Om dan Mamahnya Yumna terlibat konflik, hingga dia membawa pergi Yumna entah kemana," jawab Indra.
Seketika ruangan itu hening karena semuanya diam. "Kalau gitu, saya pamit dulu ya Om," pamit Ali memotong keheningan di ruangan itu.
"Iya, hati-hati ya! sampaikan salam Om sama Papah kamu ya!" ucap Indra.
"Siap Om, Yumna dan suami jangan lupa kaliam juga harus datang ya!" ujar Ali.
"Iya, Mas, kita usahakan datang," jawab Yumna tersenyum, Lalu Ali beranjak dari duduknya dan berjalan keluar diantar Indra.
David menatap Yumna sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia merasa malu karena sudah salah paham pada Yumna.
"Kenapa liatin aku kaya gitu?" ketus Yumna, sedangkan David hanya terkekeh.
"Udah jelas sekarang? makannya dengerin dulu penjelasan aku, bukan langsung marah gitu aja," sambung Yumna dengan memutar bola mata malas.
"Iya, iya, aku minta maaf ya!" ucap David.
Yumna mendengus lalu berjalan meninggalkan David. "Sayang, mau kemana?" panggil David.
"Sayang, sayang, pala kamu peyang," balas Yumna.
David terkekeh melihat Yumna kesal seperti itu, dia mengikuti Yumna dari belakang.
C I N T A itu sederhana.
Rasakan dan katakan.
C I N T A itu indah.
Pahami dan mengerti.
C I N T A itu butuh kepastian,
bukan hanya sekedar bualan.
C I N T A itu butuh perjuangan,
bukan hanya tau pemenang.
BERSAMBUNG
hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏
__ADS_1
kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰