
"Angel?" panggil Bayu.
David, Adit dan Yumna langsung menoleh ke belakang, sedangkan Angel mendongak dan matanya terbelalak saat melihat Bayu sudah berdiri di ambang pintu.
Angel tersenyum getir. "Lihatlah, bahkan kamu rela kembali lagi ke Indonesia hanya demi Yumna," lirih Angel.
"Bukan gitu Ngel, aku kembali untuk Arka, karena dia sudah seperti anakku sendiri. Aku bahkan tidak tau kalau kamu dalang dibalik semua ini," ucap Bayu.
"Ngel, aku mohon lupakan semuanya! Lupakan masalalu yang mungkin sudah menyakiti kamu, kita mulai semuanya dari awal ya! kasian Arka, dia tidak tau apa-apa soal masalah kalian," sambung Bayu seraya berjalan mendekati Angel.
"Stop! jangan mendekat ke sini atau aku tembak anak ini." Angel langsung menarik Arka kedekepannya tanpa sepengetahuan mereka. Lalu, dia menodongkan pistol yang tadi dia sembunyikan ke kepala Arka.
Semua mata terbelalak terutama Yumna. Dia ingin mendekati Angel tapi dicegah oleh David, karena itu pasti akan membahayakan Arka.
"Om," lirih Arka.
"Angel, please lepasin Arka!" Bayu memohon tapi Angel dan Arka malah mundur.
"Angel, Arka, nggak tau apapun jadi please lepasin dia! aku mohon Ngel," sambung Bayu sambil bergerak maju ke depan.
"Kenapa kalian begitu kejam? aku hanya ingin bahagia bersama orang yang aku cintai. Apa itu salah?" ujar Angel.
"Aku sudah melupakan kamu Dav, tapi Tante, membawaku ke sini dan itu membuatku kembali mencintaimu. Namun, apa yang kalian lakukan hah? kalian mencampakkan aku, padahal Tante Ajeng-lah, yang bersalah." Angel mengeluarkan semua isi hatinya selama ini.
"Aku tau Ngel, tapi nggak ada gunanya menculik Arka, karena dia nggak tau apa pun. Jadi, aku mohon tolong lepasin Arka," jawab Bayu.
"Mbak Angel, tolong lepasin Arka, kalau Mbak. Mau marah, marah aja sama aku, tapi aku mohon lepasin Arka, dia masih kecil," timpal Yumna.
__ADS_1
"Tidak Ngel, aku yang salah di sini. Jadi, aku yang harusnya kamu hukum. Bukan Yumna, atau Arka." David menimpali lagi ucapan Yumna.
Hal itu membuat Angel tersenyum getir menatap David, Adit, Bayu dan Yumna bergantian. Dia semakin merasa marah saat melihat betapa cintanya David pada Yumna.
Padahal semua ini bukan salah David, melainkan kesalahan Yumna. Dia telah salah karena hadir dikehidupan Angel dan david. Begitu yang Angel pikirkan.
"Ini semua salah kamu Yumna, aku udah minta kamu datang sendiri, kenapa kamu malah bawa David hah!" Angel berteriak pada Yumna.
"Aku nggak bawa Mas David, ke sini Mbak. Aku sendiri nggak tau kalau Mas David, ngikutin aku," tutur Yumna.
"Halah, omong kosong. Kamu emang sengaja kan biar aku terlihat jahat di depan David?"
Tanpa Angel dan Yumna ketahui saat mereka tengah sibuk berdebat, David berjalan dengan perlahan mendekati Angel.
Lalu, saat David sudah berada di belakang Angel. Dia langsung mendekap tubuh Angel.
"Yumna! Bawa Arka pergi dari sini, sekarang!" teriak David.
Yumna yang tampak bingung, akhirnya membawa Arka pergi dari sana diikuti oleh Bayu, juga Adit, tanpa mempedulikan keadaan David dan Angel.
Angel yang tak terima, dia melakukan perlawanan pada David dengan menyikut perut David dengan keras, lalu menginjak kakinya.
"Aw!" jerit David.
Dekapan David terlepas, Angel tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia langsung merebut senjatanya yang sempat diambil oleh David.
Angel yang sudah gelap mata, menodongkan senjatanya kearah David.
__ADS_1
"Angel, buang senjata itu!" pinta David.
Akan tetapi Angel tak mau mendengarkannya. Dia tetap kukuh menodongkan senjatanya kearah David.
"Angel, buang dulu senjatanya. Setelah itu kita bicara baik-baik!" Lagi David meminta pada Angel.
"Buang! Hah, kau pikir aku tidak tau akalmu, dav! Jika aku membuang senjata ini, kau pasti akan menyerang ku!" nada bicara Angel semakin meninggi.
"Aku janji tidak akan menyerang mu. Sekarang buang dulu senjatamu itu! Itu berbahaya!"
"Tidak! Dav, kenapa? Kenapa kamu lebih memilih Yumna dari pada aku, dav? Kenapa?" Angel bertanya dengan nada gemetar.
David tak bisa menjawab. Jika dia menjawab pertanyaan Angel, takutnya itu akan memperburuk keadaan. Bisa saja Angel bertindak lebih parah dari ini.
"Kenapa diam saja? Jawab, dav! Aku kurang apa di mata mu! Aku lebih cantik ketimbang Yumna. Aku lebih seksi dari dia! Aku kurang apa, dav!" Angel semakin histeris, air matanya tak kuasa tertahan.
"Angel, dengarkan aku. Aku minta maaf karena tak bisa memilihmu. Aku mencintai Yumna bukan karena dia cantik ataupun dia seksi. Aku mencintainya karena hatinya yang tulus," ujar David.
Angel semakin diliputi oleh amarah. Air matanya terus mengalir dengan deras membasahi kedua pipinya.
"Diam!" bentak keras Angel.
Tanpa sadar, Angel menarik pelatuk pistol nya, dan menembak kearah David. Untungnya, David mencoba untuk menghindar tapi.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
__ADS_1
Terdengar suara tembakan dari kamar itu membuat Yumna, Adit, dan Bayu terkejut.