Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Arka Main ke kantor


__ADS_3

Sesampainya di kediaman keluarga Indra.


David dan Yumna berjalan beriringan sambil berpegangan tangan.


Hari ini David merasa sangat bahagia, karena setelah sekian lama, akhirnya dia bisa kembali melakukan shalat bersama dengan Yumna. Hal yang selama dua tahun belakangan ini hanya bisa menjadi kenangan dan impian.


"Papah, Mamah," panggil Arka yang sedang bermain bersama Bayu.


David tersenyum dan langsung menggendong Arka, Bayu memperhatikan Yumna dan David bergantian lalu mendengus kesal.


"Kamu minep di mana?" tanya Bayu pada Yumna.


"Aku tidur di apartemennya, Mas David," jawab Yumna.


"Kenapa nggak pulang? kasian kan Arka." Bayu merasa hatinya seperti terbakar melihat kebersamaan David dan Yumna.


Indra menggeleng kan kepalanya sambil menuruni anak tangga, Indra merasa ikut bingung dengan posisi Yumna.


"Mas, datang dari kapan?" tanya Yumna.


"Dari semalam, pulang dari kafe aku langsung kesini." Bayu meminum kopi yang di sediakan Mbak Mala.


"Baru pulang sayang?" tanya Indra sambi mendudukkan dirinya di sofa sebelah Bayu.


"Iya, Pah," jawab Yumna.


"Gimana keadaan kamu Dav?"


"Sudah lebih baik Pah, Yumna adalah obat paling mujarab." David tersenyum penuh arti, sambil melirik pada Bayu yang terlihat kesal itu.


"Mas, kamu jadi ngantor kan?" tanya Yumna karena David malah asik bermain bersama Arka.


"Ah, iya aku sampai lupa, Arka sayang, Papah kerja dulu ya," pamit David pada Arka.


Mendengar David pamit, Arka langsung terdiam, wajahnya tertunduk karena sedih. David memeluk Arka dan mengusap punggung Arka lembut.


"Arka kenapa Nak?" tanya David.


"Alka mau Papah sini, nggak boleh kelja," rengek Arka.


Yumna dan David saling pandang, David melepas pelukannya dan memandangi wajah tampan Arka.


"Sayang, Papah harus kerja, nanti pulang kerja papah kesini lagi ya!" tutur David tapi Arka menggeleng.


"No, Papah tidul sini aja setiap hali," ucap Arka, Yumna memijit pelipisnya yang terasa pusing melihat Arka bertingkah seperti itu.


Sedangkan David tersenyum dan mencubit pipi Arka.


"Kalau gitu Arka ikut Papah kerja ya!" ajak David dan Arka langsung tersenyum.


"Mau?" tanya David, Arka mengangguk.


"Yumna, aku bawa Arka ke kantor ya! boleh kan?" David meminta ijin pada Yumna, walaupun David ayahnya, tapi dia tetap harus meminta ijin pada Yumna.


Yumna melirik pada Arka.


Arka memasang wajah memelas agar diijinkan pergi oleh Yumna.


Yumna tersenyum dan mengangguk.


Arka langsung berlompatan ke girangan.


"Tapi Arka harus janji jangan nakal, jangan repotin papah, ok!" ucap Yumna.


"Ok!" jawab Arka.


"Kalau gitu aku sama Arka berangkat dulu ya, Arka Salim sama Mamah dan yang lain," ucap David, Arka mengangguk dan menyalami tangan semuanya.


"Hati-hati ya sayang," pesan Indra sambil mengelus rambut Arka.


"Aku berangkat ya sayang!" pamit David pada Yumna sembari mengulurkan tangannya, Yumna menerimanya dan mencium tangan David.

__ADS_1


David tersenyum dan langsung menggendong Arka menuju mobilnya.


Selama perjalanan ke kantor Arka dan David mengobrol panjang lebar, membahas apa yang Arka suka dan apa yang Mamah nya lakukan selama ini.


David bahagia melihat Arka yang sangat pintar, dan bisa di jadikan teman.


Setelah kepergian Arka dan David, Yumna hendak ke kamar. Namun, Bayu menghentikan langkahnya.


"Yumna, aku mau ngomong sama kamu dan om Indra," ucap Bayu, Yumna tersenyum dan mendudukkan dirinya di sofa samping Indra.


"Mau ngomong apa, Mas?" tanya Yumna.


"Yumna, maukah kamu jadi istriku?" tanya Bayu sambil berlutut di bawah kaki membuat Yumna terkejut.


"Maksud kamu apa Mas?" Yumna bingung dengan pertanyaan Bayu.


"Aku cinta sama kamu Yumna, dan aku mau kamu jadi istriku," tutur Bayu, mata Yumna membola, dia menoleh pada Indra yang sedang tersenyum melihat mereka.


"Tapi...kita kan saudara Mas, bagaimana bisa kita menikah?" tanya Yumna.


"Kita memang saudara tapi tidak sedarah," jawab Bayu.


Yumna melirik pada Indra meminta bantuan pendapat.


"Yumna, Papah sih terserah sama kamu, apapun keputusan kamu, Papah akan dukung." Indra menepuk punggung tangan Yumna, memberikan ketenangan dan kekuatan.


Yumna menjadi dilema, dia menatap Bayu sekilas, yumna tidak ingin menyakiti perasaan Bayu. Namun, Yumna tidak mencintai Bayu, Yumna hanya mencintai David.


"Mas, aku minta maaf, tapi aku nggak bisa. Aku masih mencintai David," tolak Yumna.


Bayu menunduk lesu, dia bangkit dan duduk di tempatnya semula.


"Maaf, Mas!" lirih Yumna.


"Nggak apa-apa, kalau gitu aku permisi dulu ya! om, Yumna," jawab Bayu lirih lalu dia beranjak dari sana.


Bayu keluar dengan perasaan kecewa, dia tidak mengerti apa bagusnya David di mata Yumna. Bayu melempar kotak beludru berisi cincin yang sengaja Bayu beli untuk Yumna, ke tempat sampah.


"Aaahkk, sial, sial," teriak Bayu.


Lalu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman keluarga Indra.


__________________________________________


Sementara itu di kantor Wijaya enterprise, semua mata memandang ke arah David dan Arka yang sedang berjalan bergandengan.


David yang selama ini terkenal dingin dan cuek, terlihat berbeda ketika sedang menuntun Arka.


David terlihat sangat hangat dan begitu perhatian pada Arka, mereka semua bertanya-tanya anak siapakah yang sedang bersama David sedangkan selama ini David sangat dingin tak tersentuh.


Sebagian orang ada yang sudah mengetahui masalalu David bersama Yumna, tapi ada beberapa karyawan yang memang tidak mengetahui soal itu. Jadi, mereka terlihat bingung ketika David membawa anak kecil.


"Hai ganteng," sapa Adit yang kebetulan sedang mengobrol dengan resepsionis di kantor.


Arka tidak langsung menjawab Adit, dia malah mendongak menatap Papahnya.


David tersenyum lalu berjongkok untuk menyamai tinggi Arka.


"Dia Omnya Arka, sapa balik dong!!" David memperkenalkan Adit pada Arka.


Arka mengangguk dan tersenyum.


"Allo Om, aku alka," sapa Arka.


Adit tersenyum dan mencubit pipi Arka karena gemas.


"Udah ganteng, gemesin pula," puji Adit.


"Iya dong, siapa dulu Papahnya, buah jatuh nggak akan jauh dari pohonnya." David berbangga diri, sedangkan Adit mendengus.


"Geer, kalau bini lu bukan Yumna, nggak akan lu punya anak kaya gini," ledek Adit.

__ADS_1


David tertawa, orang-orang di sekitar sana tercengang saat mendengar David bercanda gurau dan tertawa seperti ini.


Pasalnya dua tahun ke belakang David selalu marah-marah tidak jelas, salah sedikit dia langsung memecat orang-orang itu.


"Papah capek," keluh Arka.


David tersenyum dan langsung menggendong Arka. David memasuki lift diikuti oleh Adit.


Sesampainya di ruangan David langsung menaruh Arka di sofa, Arka mengedarkan pandangannya lalu matanya terfokus pada foto mamah dan Papahnya.


Arka berjalan ke meja David, tangannya terulur mengambil foto tersebut. Arka tersenyum melihat foto itu.


"Alka punya," ucap Arka.


David mengkerutkan kening, dia berjongkok dan bertanya. "Arka punya foto ini?"


"Iya," jawab Arka tersenyum.


"Di mana?" David sama sekali tidak tau jika Yumna memiliki foto itu. Setahu David Yumna pergi gitu aja.


"Di lemali Mamah," jawab Arka, David tersenyum mendengar itu.


_________________________________________


Siang hari, Arka tertidur di sofa dengan berbantalkan paha David.


David bekerja sembari dengan laptop mengelus rambut Arka.


Sebenarnya tadi Arka sudah meminta pulang, tapi kerjaan David belum selesai, dan karena bosan. Arka jadi ketiduran.


David menutup laptopnya lalu membenarkan kepala Arka, David menaruh laptop itu di samping sofa yang ada meja kecil.


Lalu dia mengambil ponselnya di saku celana dan langsung menghubungi Adit.


"Hallo Dit, gua balik dulu ya! kasian Arka," pamit David.


📞"Ok, yang tadi udah selesai belum?"


"Udah dong, udah gua kirim juga ke Brian, kalau butuh apa-apa ke ruangan Brian aja ya!"


📞"Ok, hati-hati ya."


"Ya." setelah mengatakan itu David langsung mematikan sambungan teleponnya.


David langsung menggendong Arka dan berjalan keluar ruangan.


*gemes banget sih, anak sama bapak ganteng dan gemesin


heh orang kaya kita gak bakal pernah di lirik, jangankan kita, sekelas Angel aja di tolak*


Begitu bisik-bisik sebagian orang saat melihat David sedang menggendong Arka.


__________________________________________


"Aaahkk, kenapa kamu tega tolak aku Yumnaaaaa, selama ini kita selalu bersama, tapi kenapa kamu tidak bisa mencintai aku?" Bayu membanting semua barang yang ada di hadapannya.


Mendengar penolakan Yumna membuat hatinya merasa sedikit terluka, salahkah jika dia mencintai Yumna?


Bayu mengambil ponselnya.


"Saya pesan minuman dan taruh di kamar dua puluh dua," ujar Bayu pada seseorang di sebrang sana.


"Iya, kamar atas nama Yumna dan Bayu." setelah mengatakan itu Bayu mematikan sambungan teleponnya.


BERSAMBUNG...


hai ka 👋 kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏


kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga Monggo 😂 dengan senang hati aku menerimanya 😂


lanjut gak?

__ADS_1


__ADS_2