Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 144


__ADS_3

Malam harinya. Ayarra, Nia dan Alexa sedang duduk di teras rumah, menunggu Arka pulang, sambil menonton video K-Pop kesukaan mereka.


Sebenarnya Ayarra sudah ingin pulang sejak tadi, tapi dia merasa tidak enak karena dia sudah mengiyakan ajakan Arka.


"Ay, kalian minep aja di sini, nanti aku yang ngomong sama Uncle Bayu," usul Alexa, karena ini sudah sangat malam. Dia merasa kasihan pada Ayarra.


"Nggak usah Al, kalau sepuluh menit lagi Arka, belum pulang. Yaudah aku sama Nia, pulang naik taksi aja." Ayarra menjawab seraya melirik jam tangannya.


"Tapi kan ini udah jam sepu-l-uh," ucapan Alexa terpotong karena Arka sudah datang dengan motor ninja merah kesayangannya itu.


"Nah, tuh orangnya datang, Abang, dari mana aja sih? Kasian Ayarra, nungguin dari tadi," sungut Alexa pada Arka.


"Iya iya, maaf, tadi tugas Abang, di kampus banyak banget, ini aja belum beres semua," jawab Arka.


"Yaudah kalau gitu ayok sayang kita pulang!" Arka mengulurkan tangannya pada Ayarra.


Ayarra tersenyum sambil menerima uluran tangan Arka. "Ayok Ni, kita pulang," ajak Ayarra pada Nia.


Arka yang mendengar Ayarra mengajak Nia sempat terkejut, tapi sedetik kemudian dia pun tersenyum pada Nia, lebih tepatnya senyum yang dipaksakan.


Alexa yang melihat raut wajah kakaknya berubah itu seketika merasa kasian pada kakaknya, dia pasti sangat ingin jalan berduaan bersama Ayarra.

__ADS_1


"Nia, malam ini kamu minep aja di sini, udah lama juga kan kita nggak tidur bareng." Alexa mencoba membantu Arka agar Nia tidak pulang bersama mereka.


"Seru tuh, kalau gitu aku juga mau minep deh," timpal Ayarra membuat Alexa tepuk jidat.


'astaga calon Kaka ipar gua ini polos banget sih, dia nggak tau apa kalau Abang gua mau berduaan sama dia,' batin Alexa seraya menepuk jidatnya.


Nia menatap Ayarra dan Arka bergantian, dan dia tersenyum penuh arti, kemudian dia mengangguk menyetujui ajakan Alexa.


Lagi pula mereka memang sudah lama sekali tidak tidur bersama, biasanya Alexa akan menginap ke rumahnya, atau dia yang menginap di sini.


"Yaudah, kalau gitu Ay, aku mau minep di sini," ujar Nia membuat Arka tersenyum sambil mengedipkan satu matanya pada Alexa.


Semua itu atas campur tangan Alexa, karena Ayarra termasuk wanita yang pemalu. Dia selalu menundukkan kepalanya jika ada Arka atau Yuda didekatnya.


"Yaudah kalau gitu Abang, anterin Ayarra, dulu ya," pamit Arka pada Alexa dan Nia.


"Eh, tunggu bang." Alexa mencekal lengan Arka, kemudian menarik telinganya.


"Semuanya nggak gratis, jangan lupa nanti beliin aku cokelat ya," bisik Alexa pada Arka.


Arka terkejut, tapi mau tidak mau dia pun mengangguk menyetujui permintaan Alexa.

__ADS_1


"Yes, terima kasih Abang," ujar Alexa.


"Yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya, Le, Nia," pamit Ayarra.


"Iya, hati-hati ya kalian, langsung pulang. Jangan pacaran dulu, nanti Uncle Bayu, marah lho," goda Alexa membuat Ayarra tersipu malu.


Sementara Nia hanya tersenyum melihat tingkah Abang adek itu. Setelah berpamitan Ayarra dan Arka pun pergi.


Setelah Arka dan Ayarra tak lagi terlihat, Alexa menarik tangan Nia. "Yuk kita bersih-bersih terus nonton K-Pop," ajak Alexa.


***


C I N T A datang mendekatiku. Namun, ada jarak yang menghalangi.


Seringkali aku bertabrakan dengan aromamu, tapi saat kuingin menggapaimu kau malah menghilang.


Meninggalkan secarik kertas diatas pasir yang bertuliskan bahwa cinta kita tidak bisa bersatu.


Di kertas itu pun tertulis kalau C I N T A sejati itu adalah cinta yang tulus tapi dia tak mencapai tujuannya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2