
Keesokan paginya.
Pagi-pagi sekali semua keluarga besar Yumna dan David tengah sibuk mempersiapkan pernikahan Arka dan Nia, karena pernikahan mereka akan dilaksanakan hari ini jam 9 pagi.
Semua orang sibuk dan terlihat bahagia, tapi tidak dengan Arka, dari kemaren sore Arka merasa gelisah dan tidak berselera melakukan apa pun, termasuk makan dan minum.
Sementara Nia sedari pagi sudah sangat antusias, pernikahan mereka dilakukan di dikediaman keluarga David. Bukan di rumah Adit.
Itu karena mereka antisipasi Arka akan kabur dan lain-lain, jika pernikahan ini dilangsungkan di rumah Adit. Yumna dan David takut kalau Arka berulah mereka tidak bisa menasehati.
Jadi, mereka sepakat pernikahan keduanya akan dilangsungkan di kediaman David. Melihat pernikahannya tinggal menghitung jam bahkan mungkin menit, Arka terlihat sangat gelisah.
Dia berharap jika akan ada seseorang yang akan membantunya lepas dari posisi seperti ini, karena sungguh ini bukan posisi yang dia inginkan. Arka pun sudah berkali-kali menelepon Ayarra, tapi Ayarra justru tidak mengangkat teleponnya sama sekali.
"Yang itu taro situ aja! nah yang itu taro sana ya! ayok dong cepetan ini udah jam 7 lho, bentar Pak Penghulu datang," ucap Yumna memerintahkan kepada orang yang tengah menata bunga-bunga dan beberaoa pernak-pernik lainnya.
Sementara Nia yang sedang didandani sedari pagi selalu menebarkan senyumnya, selain pernikahan dia dan Arka yang akan dilangsungkan, itu juga karena dia sudah tidak sabar melihat ekspresi Ayarra ketika melihat Nia dan Arka menikah.
Tadi Nia sudah mengirimkan pesan pada Ayarra, dan memintanya untuk datang ke pernikahannya bersama Arka. Saat Ayarra menolak Nia mengancam tidak mau makan, dan karena tidak tega akhirnya mau tidak mau Ayarra pun menjawab iya. Hal itu yang membuat Nia tersenyum, dan tidak sabar.
Sementara itu di tempat lain. Ayarra tengah tengah memeriksa paspor dan barang-barang yang hendak dia bawa agar tidak ada yang tertinggal.
"Sayang, Papah tanya sekali lagi, apa kamu yakin Nak?" tanya Bayu pada Ayarra.
"Yakin Pah, lagi pula di sana aku kan mau menuntut ilmu, selain itu aku juga bisa jagain Opah Panji, iya kan?" jawab Ayarra dengan senyum lebar, seolah-olah dia merasa sangat bahagia dan tidak sabar untuk pergi ke Jerman.
Padahal senyum lebarnya itu hanya untuk menutupi luka yang tengah dia rasakan, karena dia tidak mau jika kedua orang tuanya khawatir.
"Yaudah kalau gitu nanti kamu diantar sama Fathan ya! karena Papah, ada urusan dan Mamah, kamu nggak tega katanya kalau nganter kamu ke bandara," ucap Bayu dan Ayarra mengangguk.
__ADS_1
Dia sudah sangat tau sifat kedua orang tuanya, mereka pasti tidak tega melepas Ayarra pergi jauh dari mereka. Maka dari itu Bayu dan Angel meminta Fathan untuk mengantarnya ke bandara.
Fathan yang semalam sudah mengetahui jika wanita yang dulu menghabiskan malam bersamanya itu adalah Nia anak dari Adit, merasa sangat senang saat dimintai tolong oleh Bayu untuk mengantar Ayarra ke bandara, karena rencananya Fathan ingin membatalkan pernikahan Arka dan Nia sebelum mengantar Ayarra ke bandara.
Saat Fathan kembali mengingat alasan kandasnya hubungan Ayarra dan Arka karena Nia yang telah mengandung anak dari Arka. Merasa ada yang janggal, Fathan berpikir bisa saja anak itu adalah anak hasil perbuatannya malam itu.
Akan tetapi Fathan tidak ingin menceritakan pada Ayarra karena ini masih belum pasti, meskipun hati kecilnya berkata anak itu adalah miliknya. Namun, dia tidak ingin sembarang dalam berucap.
Untuk sementara dia ingin pernikahan Nia dan Arka gagal lebih dulu, ke sananya baru dia akan memeriksakan kandungan Nia.
Meskipun nanti anak itu adalah benar anak Arka, Fathan tetap akan menerimanya, karena dia merasa dialah yang pertama kali.
Fathan yang sudah tidak sabar untuk melaksanakan apa yang menjadi rencananya, sudah datang pagi-pagi sekali ke kediaman keluarga Bayu.
"Ya ampun Fathan, masih pagi banget lho ini, udah dateng aja. Ayarra juga berangkatnya nanti jam sembilan kan," kata Angel saat melihat Fathan sudah berdiri di depan pintu.
"Nggak apa-apa Buk, takutnya jalanan nanti macet, di mana Mbak Ayarra-nya, Buk?" jawab Fathan sekaligus bertanya soal keberadaan Ayarra.
"Sayang, apa kamu janjian sama Fathan pagi-pagi begini?" tanya Angel pada Ayarra.
"Enggak Mah, aku janjian jam setengah sembilan, kenapa memangnya Mah?" Ayarra terlihat bingung.
"Nggak, itu Fathan udah datang, dia nanyain kamu, Mamah pikir kalian udah janjian," kata Angel.
"Aku lagi nunggu teman aku Mah, setelah dia datang baru aku berangkat," papar Ayarra membuat Angel dan Bayu bingung.
"Teman yang mana sayang?" Kini Bayu yang bertanya.
"Namanya Doni Pah, yang kemarin malam ke sini, dia mah antar aku sampai ke bandara," jawab Ayarra sambil menutup tas selempang yang hendak dia pakai.
__ADS_1
"Apa nggak apa-apa kalau dia tau kamu ke Jerman? katanya kamu menghindar dari Arka?" kata Angel mengelus rambut panjang Ayarra, dengan mata yang berkaca-kaca.
Dia tidak menyangka kalau anaknya akan pergi meninggalkan dia.
"Nggak apa-apa Mah, dia orangnya bisa jaga rahasia kok, yaudah turun yuk Mah, Pah, kebetulan semua barang-barangku udah siap." Ayarra bangkit dari duduknya dan hendak membawa koper berwarna pink tersebut. Namun, Bayu menahannya.
"Biar Papah, aja yang bawa sayang, kamu turun aja duluan sama Mamah," kata Bayu.
Ayarra tersenyum kemudian dia menggaet tangan Angel dan membawanya menuruni anak tangga.
Fathan yang melihat Ayarra sudah rapi, langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Ayarra.
"Bisa kita berangkat sekarang Mbak Ayarra?" tanya Fathan.
"Bentar lagi ya Fathan, aku tunggu temanku dulu," jawab Ayarra.
Fathan mengangguk, walaupun sebenarnya dia merasa tidak karuan, karena dia ingin secepatnya sampai dan menghalangi pernikahan Nia.
Meskipun Fathan tau jika Nia belum tentu mencintainya, tapi seenggaknya Nia tidak menyakiti hati sahabatnya, dan Fathan pun bisa bertanggung jawab, dan berharap jika anak yang Nia kandung adalah anak dia.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
__ADS_1
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~