
Bulan hari pun terus berganti tiba tiba Dahlia merasakan sakit di sekitar perut pinggang dan pahanya,rasa sakitnya semakin kuat.
Dahlia berjalan tertatih sambil memegang pinggangnya yang terasa sakit dan panas,serasa baru saja di olesi minyak panas.
Dahlia menelpon suaminya
Berkali kali telepon tidak di angkat suaminya,dia pin mengirimi sebuah pesan
"mas...perutku sakit,mas adam bisa cepat pulang gak mas " pesan terkirim namun belum di baca oleh Adam.
Dahlia duduk di kursi sambil terus meringis kesakitan,dia lalu memanggil ibunya
"bu...ibu...perut lia sakit bu..."
Ibunya pun tidak terlihat,kembali dia berjalan mencari orang tuanya,tidak ada orang di rumah.Barulah Dahlia tersadar kalau ibunya masih di kebun bersama ayahnya.
Diapun mengambil handpone menelpon ibunya
"kenapa kamu menelpon lia" suara di ibunya di telepon.
"perut lia sakit bu," jawab Dahlia
"Suami kamu kemana,ibu masih bantu ayahmu kerja lia,satu jam lagi baru pulang" suara ibunya dahlia dari telepon.
"Sudah lia telpon bu,tapi gak di angkat sama mas adam,..." lia berkata lagi sambil terus meringis kesakitan.
__ADS_1
Dahlia kembali menelpon suaminya,dan telelpon pun tidak di angkat suaminya.
"mas....kamu kemana sih.... aduhh.. sakit mas.." rintih lia sambil terus mencoba menelpon suaminya.
Di perkebunan orang tua Dahlia
Ibunya Dahlia terus mengoceh sendiri menggerutu tak jelas,suaminya memperhatikan gelagat istrinya yang terus saja bicara sendiri.
"ada apa bu.... siapa yang telpon tadi..." ayahnya Dahlia bertanya pada istrinya
"Lia sakit perut katanya,suaminya di telpon malah gak di angkat,!gak mikir apa istrinya hamil tua!" jawab ibunya Dahlia sambil menggerutu menantunya.
seketika ayah Dahlia panik
"ayo kita cepat pulang bu..! Lia sepertinya akan melahirkan....!" kata ayah Dahlia dan bergegas membawa istrinya pulang.
Adam membaca pesan yang di kirim istrinya,wajahnya langsung menegang.
Rombongan teman kerja adam melihat perubahan wajah adam,dan salah seorang bertanya pada adam,
"kenpa Dam...koq kaya melihat hantu gitu "
"istriku sepertinya akan melahirkan,aku mau pulang saja "jawab adam pada temannya.
Belum lama menikah koq tiba tiba bilang istri mau melahirkan,cepat amat prosesnya dam...hamil istrimu singkat benar dam...haha ha... " kelakar seorang teman kerjanya adam.
__ADS_1
Adam tidak memperdulikan tawa dan kelakar mereka,bergegas adam pulang ke rumah orang tuanya dahlia.
Sesampai di rumahnya dahlia,
"Lia.... lia...lia...kamu di mana lia...." panggil adam sambil mencari istrinya.
Di kamar tidak ada, di dapur juga ridak ada,mencari ke tempat mandi juga tidak ada.
Adam yang panik langsung menelpon istrinya.
"heh ! kemana saja kamu istri mau melahirkan kamu malah enak sendiri !"
Adam kaget yang berbicara adalah mertua perempuan adam.p
"tadi handponenya tertinggal bu...lia mana bu..."jawab adam.
"banyak saja alasanmu.... lia sekarang ada di polindes !"ucap ibu dahlia di seberang telepon.
Tanpa bertanya lagi Adam langsung mematikan panggilannya,dan bergegas ke tempat istrinya yang melahirkan.
Tidak memerlukan waktu lama Adam pun tiba,adam langsung mencari istrinya.
Di dapati istrinya yang sedang di pandu oleh bidan persalinan,adam melihat keringat istrinya membasahi kening dan wajahnya.
"tarik napas bu....keluarkan...sambil ngedan ya bu...."seorang perawat yang memandu dahlia untuk melahirkan secara normal.
__ADS_1
"Terus....lagi bu....ngedan yang panjang bu....lagi bu...sedikit lagi....ya...bagus...lagi ...lagi...yups! tiupkan napasnya bu...jangan di angkat bokongnya.." ucap perawat kembali.
"hoek...hoek hoek..! "