Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Al Pingsan Di Pinggir Sungai


__ADS_3

Al membuka matanya dia bingung berada di mana dia melihat mamanya papanya dan juga neneknya berada di ruang bercat putih.


"Ma ... kenapa Al di sini ma..?"


"kamu pingsan nak... saat kamu berlari mau ke tempat kakek di tepi sungai"


Dahlia menjelaskan pada putra satu satunya itu.


Bocah kecil itu mencoba mengingat apa yang terjadi ketika dia berlari.


"Al lihat ular besar ma yang bergerak saat itu juga ada suara ledakan yang sangat kuat setelah itu Al tidak ingat lagi Ma...."


Bocah itu bercerita dengan mereka yang ada di ruang itu.


"kakek sudah teriak supaya kamu jangan lewat arah itu,tapi kamu tidak mendengar suara kakek,untungnya ada seorang pemburu berada di situ juga hingga kamu tidak di mangsa ular tersebut.."


Kakek bercerita dengan cucunya


**Flashback on


Seorang pemburu mendengar suara anak kecil yang terus memanggil kakeknya

__ADS_1


di carinya sumber suara tersebut.


Di lihat seorang anak laki laki berusia tujuh tahun berkulit putih bersih.


Orang tersebut yakin jika bocah itu bukan anak dari warga sekitar itu.


Bocah itu terus berlari pemburu itu juga melihat seekor ular berukuran besar berada di depan bocah tersebut lalu di bidik senapan racikan persis mengena ular yang sedang menunggu mangsanya datang.


Terdengar teriakan seorang pria tua dia pun keluar di lihatnya bocah itu tergeletak di pinggir sungai.


Pemburu itu pun keluar dari persembunyian untuk melihat keadaan bocah itu.


Ternyata bocah itu cuma pingsan karena letupan suara senapannya yang keras.


"Al nyari kakek...Al juga sudah panggil kakek tapi kakek tidak menjawab makanya Al cari kakek ke sungai..."


Bocah kecil itu bercerita dengan polos dari raut wajahnya masih ada rasa takut yang menderanya.


"Maafkan kakek ya.... kakek yang tinggalkan kamu saat tidur di pondok,kakek cuma mau kasi kamu kejutan saat kamu bangun sudah ada tupai di dekatmu "


Ucap kakek itu penuh sesal

__ADS_1


"Makanya kalau anak kecil lagi tidur di tunggu bukan di tinggal coba kalau terjadi apa apa sama cucu kita ! "


Nenek lina memarahi suaminya yang di marahi pun diam penuh dia mengakui kalau dirinya yang bersalah.


Seorang perawat datang memeriksa keadaan Al di cek seluruh badannya dan semuanya normal tidak ada luka atau pun memar hanya ada rasa trauma saja hingga mereka boleh membawa Al pulang.


Sampainya di rumah kakek Al langsung berlari melihat tupai tupai berlompatan di sebuah kawat besi berukuran satu meter untuk luas dan panjangnya kawat tersebut.


Ada lima ekor tupai di dalamnya bocah kecil itu melupakan rasa traumanya dengan kejadian di pinggir sungai.


Mereka yang melihatnya juga merasa lega .


Malam ini adalah malam kedua Adam beserta anak istrinya berada di rumah orang tua Dahlia ibunya Adam juga bermalam di tempat besannya.


Seperti malam malam biasa mereka selalu berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati minuman dan makanan ringan yang di sediakan oleh Dahlia.


"besok saya harus pulang....banyak pekerjaan yang di urus di sana... Al dan mamanya bisa menyusul saya pulang besok naik bis saja"


Adam membuka pembicaraan mereka malam itu sebelumnya Adam juga sudah memberitahu anak dan istrinya jika dia tidak bisa berlama lama,Dahlia pun memahaminya Dahlia hendak menggunakan tumpang bis umum saja saat itu.


Tapi Adam bersikeras ingin mengantar mereka karena jika mereka menggunakan bis perjalanan akan memakan jauh lebih lama di bandingkan mobil pribadi.

__ADS_1


Setelah di pertimbangkan Adam pulang bersama karyawan yang di bawanya waktu berangkat dengan mobil Dahlia.


__ADS_2