
Yumna terkejut begitu mendengar suara tembakan, dia langsung kembali ke kamar tersebut, dan betapa terkejutnya Yumna ketika melihat ada darah mengalir dari tangan David.
"Mas." Yumna hendak mendekat ke arah David, tapi ditahan oleh Adit.
Sementara itu Angel tersenyum melihat wajah David dari dekat, dia membelai wajah David dan.
Brukkkk.
"Angel," teriak Bayu histeris seraya berlari mendekat Angel yang sudah jatuh terkapar di lantai.
Mata Yumna dan Adit pun terbelalak melihat ada darah yang mengalir dari perut Angel. Yumna menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang dia liat.
Yumna menatap David yang sedang diam mematung melihat Angel terkapar.
"Lu apa-apaan sih hah? lu apain Angel?" Bayu berteriak pada David, kemudian dia jatuh terduduk dan meletakkan kepala Angel di pahanya.
Bayu mendongak menatap David dengan tajam. "Kalau sampe Angel kenapa-kenapa, gua bakal laporin lu ke polisi," ancam Bayu.
"Bay, aku yang salah, aku yang nembak diriku sendiri," ucap Angel dengan terbata-bata.
"Kamu udah nggak waras Ngel, kenapa kamu lakuin itu sih?" Bayu memaki Angel.
Akan tetapi Angel hanya tersenyum menanggapi, dan perlahan matanya pun terpejam.
"Ngel, Angel bangun!" Bayu menepuk-nepuk pipi Angel lembut. Namun, Angel tidak juga membuka matanya.
Melihat Angel yang tidak merespon, dengan sigap Bayu pun langsung menggendong bridal Angel keluar.
David yang masih terkejut dengan apa yang terjadi hanya bisa diam mematung, sampai akhirnya Yumna memegang bahu David dan menyadarkannya.
"Mas, ayok kita bawa Angel ke rumah sakit," ucap Yumna. David mengangguk dan mereka pun berjalan mengikuti Bayu.
"Adit, suruh yang lainnya beresin semua ini! Bawa mereka yang hanya pingsan ke rumah sakit!" perintah David kemudian dia menggendong Arka yang tadi di tuntun oleh David.
Di luar rumah Bayu celingukan mencari mobil yang bisa dipakai untuk membawa Angel. Namun, semua mobil terkunci membuat Bayu frustrasi.
"Sial, tadi gua ke sini bawa motor lagi," geram Bayu.
"Bay, pakai mobil yang di ujung sana!" David menunjuk mobil yang tadi dia bawa.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Bayu langsung berjalan menghampiri mobil David.
"Angel, bertahanlah! please aku mohon bertahanlah demi aku." Bayu berbicara sambil naik ke dalam mobil.
Dia duduk di jok belakang, sedangkan Yumna dan David duduk di depan. David melirik ke arah Angel kemudian langsung melajukan mobil itu menuju rumah sakit terdekat.
"Angel, bertahanlah. Aku janji akan temani kamu dan nggak akan biarin kamu sedih lagi," gumam Bayu.
Arka yang dipangku oleh Yumna menoleh ke belakang. "Om, onty itu galak sama aku," adu Arka.
Bayu hanya tersenyum tipis sambil mengelus rambut Arka pelan, walaupun dia sedang gelisa tapi dia tidak bisa cuek pada Arka.
"Arka, nggak kenapa-kenapa sayang?" tanya Bayu dan Arka mengangguk.
"Onty itu galak." Arka kembali mengadu pada Bayu.
"Onty, nggak galak sayang, onty, cuma bercanda," jawab Bayu dengan senyum yang dipaksakan.
Yumna langsung menarik Arka agar tidak berceloteh panjang kali lebar lagi, karena dia melihat kesedihan yang amat mendalam dari mata Bayu.
Dua puluh menit kemudian, mereka pun sampai di sebuah rumah sakit terdekat. David turun lebih dulu kemudian membantu Bayu dan Angel.
Para perawat itu kemudian membawa Angel masuk ke dalam ruang UGD, sedangkan Bayu duduk bersama David di depan ruangan itu.
Saat mereka tengah menunggu Angel, ponsel David berdering dia mengambil ponsel yang ada di saku celana itu dan memberikannya pada Yumna, karena itu panggilan dari Indra.
"Hallo."
📞"Hallo, sayang, ya ampun kamu nggak kenapa-kenapa nak?"
"Aku nggak kenapa-kenapa Pah."
📞"Tadi Adit, telpon rumah katanya kalian sedang menuju rumah sakit, siapa yang sakit nak? Arka, nggak kenapa-kenapa kan? David gimana?"
"Aku nggak kenapa-kenapa Pah, cuma---"
📞"Cuma apa sayang?"
"Mbak Angel, Pah."
__ADS_1
📞"Angel? kenapa bisa Angel?"
"Papah, ke sini aja. Sekalian ajak Mbak Mala, kasian Arka. Kayanya dia kecapean."
📞"Iya, Papah dan yang lain ke sana sekarang." Setelah mengatakan itu Indra dan yang lain pun menuju rumah sakit.
"Papah, mau ke sini?" tanya David.
"Iya mas, sekalian biar dia bawa Arka," jawab Yumna dan David pun mengangguk.
Saat Yumna tengah merapikan rambut David, matanya melirik pada luka yang ada ditangan David.
"Mas, tangan kamu luka?"
"Enggak apa-apa sayang, ini cuma kegores dikit aja kok." David mengelus rambut Yumna.
"Apanya yang nggak kenapa-kenapa, ini luka, ayok kita obatin." Yumna hendak menarik David tapi ditahan olehnya.
"Sayang, fokus dulu sama Angel, lagian cuma luka kaya gini doang kok, aku nggak apa-apa," ujar David.
"Tapi---"
"Sssstttt." David meletakkan telunjuknya ke bibir Yumna dan menunju Bayu pake dagu.
Yumna langsung menoleh ke belakang, terlihat Bayu sedang mengacak rambutnya berkali-kali dengan raut wajah khawatir.
'angel bertahanlah, aku mohon' batin Bayu.
Dia merasa sangat kehilangan saat melihat Angel seperti itu. Rasa itu sama seperti dia melihat Yumna terluka waktu itu.
Bayu pun bangkit dari duduknya, mengintip ke jendela pemeriksaan.
"Lama banget sih meriksanya," gumam Bayu tapi masih terdengar oleh Yumna dan David.
"Sabar Mas, kita doakan aja semoga Mbak Angel, nggak kenapa-kenapa," jawab Yumna.
Bayu menghela napas lalu mendekati Yumna. "Yumna, aku minta maaf ya, semoga kamu mau maafin Angel."
"Iya mas, aku nggak kenapa-kenapa kok," jawab Yumna.
__ADS_1
BERSAMBUNG