Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
53


__ADS_3

Adam mengatur strategi dengan baik bagaimana cara mendapat uangnya kembali,Siska adalah senjata utamanya.


Baiklah aku akan menggunakan siska menarik uangku kembali bahkan aku juga akan mendapatkan lebih lagi


Bagas sepertinya bisa di andalkan membantu Adam,


(Gas,bisa bantuin mas gak )


Pesan terkirim


Bagas


(ada apa mas )


Adam menjelaskan rencananya,menghubungi Dahlia saat ini sudah tidak mungkin dia percaya,


Bagas sudah bersedia membantu di dukung oleh Maya, ini masih rahasia mereka bertiga setidaknya cara ini bisa menyatukan kembali rumah tangganya yang retak.


Tinggal Adam menghubungi Siska dia menyetujui pernikahan mereka.


(Siska kamu datang ke rumahku ya,kita bicarakan konsep pernikahan kita ) pesan terkirim


Siska hanya membaca

__ADS_1


(Di tunggu ) pesan adam kedua terkirim


"Baiklah sekarang tinggal menunggu siska datang "


Senyum Adam mengembang, dia yakin rencana ini pasti berhasil


Sebuah sepeda motor memasuki halaman rumah Adam,berarti Siska sudah datang,


"Bik,bukakan pintunya ya.... dan suruh siska masuk " titah Adam dengan asisten rumah tangganya.


Siska datang mengenakan baju yang longgar dan celana yang elastis menyesuaikan bentuk tubuh.


"Silakan duduk dulu sis, bik tolong buatkan minum untuk siska ya... dia sangat lelah " Siska heran tumben Adam bisa berubah baik begitu.


Apa !Adam berubah secepat ini, dia sedang kerasukan setan apa ya


"Bukankah tadi di telepon kamu mau menikah denganku ada syaratnya? lalu sekarang kamu berubah seperti pangeran kesiangan " Masih dalam keadaan heran


"iya siska itulah yang ingin aku sampaikan, pernikahan kita sudah dekat,aku sudah terlanjur mentransfer uang ke rekening Rudi untuk menyiapkan pernikahan kita,


Jadi bagaimana kalau kamu kita menikah sederhana saja,kamu mau kan ?" Adam mengembangkan senyumnya yang siska tidak pernah tahu maknanya.


"Ini beneran kamu Dam? aku tidak mimpi kan ? aduh sakit !" Siska mencubit lengannya sendiri

__ADS_1


"Apa aku kelihatan bercanda ?" Adam masih mengeluarkan senyum liciknya


"Lalu bagaimana dengan Dahlia bagaimana?" Adam menjentikkan telunjuknya, siska berpindah tempat duduknya persis di samping Adam.


"Coba kamu lihat ini,pesan dari istriku kalau dia rela di madu " Tentu saja ini adalah tugas Maya yang berpura pura meminjam Hp Dahlia.


"Sekarang kamu percayakan, dan bagaimana kalau kita menikah sederhana saja,kamu mau? " Dengan cepat Siska memeluk Adam


"Ya ..aku mau Dam, "


Sepertinya kamu punya rencana lain Dam, aku harus waspada


Siska mulai curiga dengan keputusan Adam


"Sis,kamu ada orang yang bisa jadi wali nikah kita tidak ?" Siska melepas pelukannya


"Aku belum berpikir sampai ke situ Dam,kalau kamu bagaimana ?" Siska sengaja memancing Adam


"Aku sudah menyiapkannya,sekarang tugasmu bicara dengan Rudi meminta pinjaman uang dan ini aku sudah membuat rekening baru atas namamu supaya Rudi tidak curiga " Adam menyerahkan sebuah kartu ATM dengan Siska.


"Kenapa harus minjam sih Dam... uangmu kan masih banyak," Siska mulai merajuk


"Kan aku sudah bilang,uangku sudah separuh aku transfer dengan Rudi,karna dia yang menghandle pernikahan kita,

__ADS_1


Dan sisanya sudah aku transfer ke rekening Dahlia,karna di sana dia juga perlu modal untuk buka usaha ," Adam menjelaskan dengan Siska.


Terlihat siska menunjukkan wajah tidak suka dengan keputusan Adam, tapi apa boleh buat dirinya harus menikah sebelum anaknya lahir.


__ADS_2