Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 130


__ADS_3

Di sebuah rumah yang besar, lebih tepatnya di salah satu ruangan yang gelap, Arka sedang menangis tersedu-sedu.


"Mamah, Papah, Alka, takut," ujar Arka.


Dia mengedarkan pandangannya sambil memanggil mamah dan papahnya. Meminta untuk dinyalakan lampu karena Arka memang sangat takut gelap.


"Mamah, Papah, Alka, nyalain lampunya." Arka terisak.


Sementara itu di depan ruangan tersebut, dua pria bertubuh kekar dan satu wanita tertawa hingga terbahak-bahak.


"Bos, kita apakan anak kecil itu?" tanya salah satu pria bertubuh kekar pada seorang wanita yang di panggil bos itu.


"Biarkan saja, aku akan menelpon ibunya agar bertukar posisi," jawab sang wanita.


"Mamah, alka takut, alka takut ada hantu," teriak Arka dari dalam ruangan dengan lirih. Namun, teriakan Arka tersebut tak serta Merta meluluhkan hati para manusia yang ada di luar ruangan itu.


Lagi-lagi mereka hanya tertawa mendengar teriakan Arka, terutama sang wanita. Dia tertawa paling kencang, seolah-olah dia sedang menonton serial kartun yang lucu.


****


Di rumah keluarga Indra Kusuma, Yumna tengah gelisah memikirkan kondisi Arka. Dia berjalan mondar-mandir sambil merapalkan doa, agar Arka terlindungi di mana pun dia berada.


David pun sama, dia tengah dilanda kegelisahan yang hebat, karena sampai sekarang orang-orang suruhannya belum mendapatkan informasi apapun tentang Arka.


David dan Brian sedang ada di dalam mobil, mereka mencoba mencari Arka ke sekitar lingkungan komplek Indra Kusuma.


Hingga sudah beberapa jam lamanya mereka tidak menemukan Arka juga tidak menerima kabar apapun soal Arka, David dan Brian pun memutuskan untuk pulang.


Mereka berharap barangkali Arka sudah kembali atau sudah ditemukan.


Namun, saat mobil David baru saja memasuki pekarangan rumah, Yumna langsung berlari ke arahnya dan menanyakan soal Arka.

__ADS_1


"Mas, di mana Arka? kamu sudah temukan dia kan?" tanya Yumna.


"Arka, sayang, kamu di mana nak?" Yumna membuka semua pintu mobil dan mencari Arka, tapi saat dia melihat mobil David kosong, gimana langsung jatuh terduduk.


"Kamu belum temukan Arka, Mas?" lirih Yumna.


David tertunduk dan mengangguk, melihat itu Yumna pun langsung menangis tersedu-sedu sambil meraung memanggil nama Arka.


David pun langsung memeluk tubuh istrinya dan mengelus punggung itu pelan. "Kita akan cari Arka, lagi nanti, untuk saat ini kita sabar dulu ya sayang," ucap David.


Yumna melepaskan pelukannya dan menatap wajah David. "Mas, kita lapor polisi aja, biar mereka bantu cari Arka," usul Yumna dan David langsung menggeleng.


"Ini belum dua puluh empat jam sayang, lagi pula aku takut Arka di apa-apain," tolak David.


Yumna langsung melemas, dia melepaskan genggaman tangan David dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Sementara itu di belahan negara lain, Bayu yang baru saja tiba di bandara Jerman tiba-tiba merasa gelisah, dan kepikiran pada Arka.


Ya, dipesawat tadi memang ada anak kecil yang diperkirakan seumuran dengan Arka, dan itu membuat Bayu merindukan Arka.


Dia mengambil ponsel yang ada di dalam saku celana dan berniat menghubungi Yumna, tapi saat dia mengingat jika saat ini ada David disamping Yumna. Bayu urungkan niatnya, dan dia kembali melanjutkan langkahnya mencari sopir yang sudah mengunggu dia sejak tadi.


Saat Bayu tengah mengedarkan pandangannya mencari sopir yang biasa menjeputnya dan Indra, matanya kembali terfokus pada anak kecil yang lagi-lagi mengingatkan dia pada Arka.


Bayu memperhatikan anak kecil itu sambil tersenyum membayangkan Arka, dan karena pikirannya sudah tertuju pada Arka. Bayu pun langsung menghubungi Yumna.


"Hallo, Yumna," sapa Bayu dengan tersenyum lebar tapi saat dia mendengar suara isakan dari Yumna Bayu langsung terdiam.


"Yumna, ada apa?" tanya Bayu.


📞"Mas, Arka---"

__ADS_1


Degh, mendengar Yumna menangis sambil menyebut nama Arka membuat Bayu kalut.


"Ada apa Yumna?"


📞"Arka, hilang, Mas."


"Bagaimana bisa? terus apa kalian udah nemuin jejak Arka?"


📞"Aku nggak tau Mas, tadinya dia sama Nayla, tapi tiba-tiba saja dia hilang, kita udah cari tapi belum ada kabar apapun."


'ya ampun bagaimana ini,' batin Bayu.


"Yumna, kamu sabar ya, aku yakin Arka, akan secepatnya ditemukan. Yumna, nanti aku hubungi kamu lagi ya." Setelah mengatakan itu Bayu langsung mematikan sambungan teleponnya.


Dia pun langsung menghubungi seseorang, tapi saat dia ingin menghubungi orang tersebut. Sopir Indra yang selalu siap menjemput dia atau pun Indra datang menghampiri.


"Pak Bayu, bisa kita pergi sekarang?" tanya sang sopir.


"Tunggu sebentar pak," jawab Bayu sambil meletakkan benda persegi itu ke telinganya.


"Hallo, Angel, apa kamu yang melakukan penculikan pada Arka?" tanya Bayu dengan berbisik.


📞"Apa-apaan kamu Bay, ya nggaklah. Untuk apa aku culik Arka, lagi pula aku udah janji sama kamu untuk berubah kan?"


"Kamu yakin bukan kamu dalang dibalik hilangnya Arka?" desak Bayu.


📞"Bukanlah, tapi memangnya Arka, hilang? kamu tau dari mana?"


"Iya, aku tau dari Yumna, yaudah kalau gitu aku tutup dulu ya Ngel." Bayu menutup sambungan telepon itu dan menatap sang sopir.


Lalu, mereka berjalan menuju mobil. Sesampainya di dekat mobil, sang sopir membukakan pintu untuk Bayu dan Bayu pun masuk ke dalam mobil tersebut.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2