Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Mengantar Siska Pulang


__ADS_3

"Siska.... "


Adam memanggil nama wanita yang tidak menyadari dirinya yang di perhatikan.


"Adam? koq bisa di sini,?"


Siska menoleh ketika dia mendengar ada yang memanggil.


"iya aku pulang dari pabrik CPO yang dari arah jalan sana sengaja berteduh di sini karna di jalan banyak kayu ya sekedar berjaga jaga dari cuaca ekstrim"


Adam menjelaskan sambil menarik kursi di sebelahnya untuk Siska.


Tapi Siska memilih kursi yang berada di depannya.


"iya keselamatan itu yang utama sebab itu doa orang yang sangat menyayanginya lebih dari dirinya sendiri"


Siska berkata pada Adam sambil menatap hujan yang masih deras.


Adam tercekat mendengar kata kata yang di lontar dari mulut Siska


"Berarti kamu ada yang mendoakan juga hingga kamu berteduh di sini "


Adam berkata sambil terus menatap Siska yang masih termangu menatap air hujan.


Siska masih terdiam tanpa di sadari ada yang mengalir di pipinya.

__ADS_1


Adam melihatnya hal itu membuatnya bingung apakah perkataannya telah melukainya.


Ataukah wanita yang duduk di depannya itu sedang ada masalah dengan keluarganya


"Sis...kamu kenapa?kamu ada masalah ya... maaf ya kalau kata kataku tadi mungkin membuatmu tersinggung"


Adam mencoba untuk menenangkan Siska


wanita itu hanya menggeleng.


"gak pa pa Dam... aku hanya bahagia saja saat ini melihat betapa bahagianya orang orang yang ku sayangi"


Siska tersenyum hambar segera dia meraih jas hujan dan helmnya karena hujan mulai reda.


Waktu itu menunjukkan pukul setengah tujuh malam Adam bergegas menyusul Siska yang berjalan menuju motor maticnya.


"Lebih bahaya jika seorang wanita bersama suami orang"


Siska berkata sangat enteng hingga Adam seperti tersindir oleh perkataan wanita tersebut.


"Sis...apa salahnya jika aku mengantarmu pulang ini sudah malam siska... kamu masih saja keras kapala..."


Adam berusaha bernegosiasi dengan Siska pada akhirnya siska mengalah dan pulang di antar oleh oleh mantan kekasihnya yang berpisah karena Adam menikahi istrinya yang sekarang.


*****

__ADS_1


Setibanya di kontrakan Siska Adam juga ikut turun dari mobilnya Adam melihat rumah yang bercat hijau muda sangat tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil untuk di tempati.


Adam mengikuti Siska masuk ke dalam kontrakannya terdapat satu ruang tamu dua kamar satu ruang multi fungsi yang di jadikan Siska ruang makan serta di lengkapi dengan kamar mandi.


Adam duduk di sofa yang berada di ruang tamu sementara siska membuatkan secangkir teh hangat beserta cemilan.


"Sis...kamu sendirian di sini...maksudnya kamu gak bersama suamimu atau teman kerjamu"


Adam yang penasaran berpura pura bertanya tentang suami Siska sebenarnya Adam sudah mengetahui jika Siska sudah bercerai dari suaminya.


"seperti yang kamu lihat aku sendirian di sini kalau suami aku sudah lama pisah "


Adam masih berpura pura mengangguk tanda iya baru mengetahui,dia pun mengambil kesempatan untuk menggali informasi tentang Siska.


"kenapa berpisah ? "


Siska duduk bersandar di sofa menatap langit rumah kontrakannya.


"suamiku pergi meninggalkanku setelah beberapa tahun kami menikah dengan alasan aku tidak bisa memberinya keturunan"


Dahlia berkata sambil terus menghadap ke atas.


"Hanya karena masalah itu?"


Adam bertanya lagi

__ADS_1


"Bukan...! dia pergi setelah mengetahui dirinya yang tidak bisa membuahi padahal aku tidak mempersalahkannya "


Adam terdiam dia lalu teringat dengan bagas dan maya yang sampai sekarang belum juga punya anak tapi mereka masih bersama.


__ADS_2