Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Penyesalan Bu Nani


__ADS_3

POV BU NANI


Ketika aku sedang duduk sendiri Maya datang menghampiri dan memperlihatkan foto seorang anak kecil yang sangat mirip dengan foto Adam waktu kecil.


Lama aku memandang fotonya begitu lucu dan menggemaskan,entah hantu apa yang telah merasukiku.


Semakin lama aku memandangnya semakin aku merindukan anak yang tak berdosa itu.


Maya menampilkan banyak foto dan video bocah lucu itu kepadaku,terkadang aku tersenyum sendiri.


Aku berkata dalam hatiku,andai aku tidak membenci Dahlia saat itu,sudah pasti anak kecil yang mirip Adam kecil itu bermain bersamaku.


Sebenarnya tanpa sepengetahuan Maya dan Bagas aku sering menelpon Adam dan Dahlia,tapi nomor mereka tidak bisa di hubungi.


Aku bertanya sendiri dalam hati apakah mereka membenciku hingga mereka tidak pernah berkomunikasi dengan lewat telepon.


Aku pasrah saja dan berharap suatu saat nanti Adam dan Dahlia kembali pulang.


Aku berniat ingin meminta pada Dahlia dan juga anaknya yang pernah aku anggap bukan cucu kandungku.


Aku sering menangis jika mengingat apa yang sudah aku perbuat pada Dahlia,ternyata anakku Adam sangat beruntung mendapatkan istri seperti Dahlia.

__ADS_1


Andai waktu bisa di putar ulang aku tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sengaja aku perbuat.


Sungguh... orang tua macam apa aku ini yang menyingkirkan anak menantu dan cucu kandung sendiri.


Apalagi sampai saat ini Maya belum juga di beri keturunan di usia pernikahannya yang hampir tiga tahun.


Berbagai upaya sudah Maya lakukan supaya bisa mendapatkan anak.


Ternyata semuanya belum ada membuahkan hasil,sampai aku menyuruh Maya mengadopsi anak dari panti asuhan sebagai pemancing.


Tetapi Maya dan bagas berkomitmen akan terus melakukan pengobatan.


Aku tidak pernah keluar rumah lagi kalau pun ada sesuatu yang aku perlukan,aku hanya menyuruh maya mencarinya.


Aku merasa malu bila bertemu dengan tetanggaku apalagi kalau mereka menanyakan bagaimana cucuku saat ini.


Aku bingung harus menjawab apa dengan mereka,sebab aku tidak tahu dia sudah sebesar apa dan sudah bisa apa.


Rasa bersalahku semakin menjadi ketika melihat ada ibu ibu yang mengendong cucunya,jika seperti sudah begini aku teringat lagi dengan Dahlia dan anaknya.


Bila malam tiba aku hanya memandang foto keluarga Adam ketika anaknya masih bayi.

__ADS_1


Foto itu sengaja Adam berikan padaku sebelum mereka pergi merantau.


Awalnya aku tidak menghiraukan foto tersebut sebab aku berpikir tidak akan pernah merindukan Dahlia dan anaknya.


Tapi aku salah semakin lama Dahlia dan anaknya menghilang semakin aku mengingatnya.


Ketika aku mendengar kalau Adam dan Dahlia sudah sukses di sana ada rasa bahagia dan sedih di hatiku.


Bahagia karena mereka tidak hidup dalam kesusahan,


bersedih karena mereka tidak akan pernah kembali pulang ke rumahku.


Aku sadar jika aku tidak pantas untuk di maafkan terlebih lagi Dahlia yang aku anggap aib keluargaku.


Aku juga sering mendengar Maya berbicara dengan Dahlia di telepon,sepertinya Dahlia sangat bahagia di sana.


Sebenarnya aku mau berbicara juga tapi aku takut kalau Dahlia menolaknya.


Menyesal memang tidak pernah duluan aku hanya berharap Adam bisa membawa Dahlia pulang ke rumah walau hanya sehari saja.


Rasanya belum tenang jika aku belum meminta maaf dengan Dahlia orang tuanya Dahlia dan juga cucuku yang tidak berdosa.

__ADS_1


__ADS_2