Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
50


__ADS_3

"kau telah mempermainkan ku?lihat saja apa yang akan aku lakukan untukmu !"


siska berkata dengan lantang


"ha..ha...lakukan saja apa yang kamu mau siska... bahkan aku sangat mendukung apapun yang akan kamu lakukan"


Rudi tertawa lepas ancaman dari siska hanya seperti lelucon saja.


"satu lagi yang ingin aku sampaikan, setelah ini anak buah ku akan mengantarmu ke apartemenku yang tidak jauh dari hotel ini,kamu bisa tinggal di sana sampai kamu melahirkan"


Rudi berkata dengan santai tapi penuh wibawa, Siska sendiri merasa ada yang aneh dengan pria yang pernah hidup bersamanya.


"aku tidak perlu bantuan mu, aku bisa menafkahi diriku dan anakku ! aku bisa melaporkanmu ke polisi dengan tuduhan pemerkosaan"


Siska kembali mengancam pria yang sewaktu waktu bisa berubah menjadi dewa dan sekejap bisa menjadi petaka.


"Ha....ha... kamu lucu siska.... apa kamu punya barang bukti? apa kamu lupa status kita belum bercerai sah menurut hukum?


Berarti aku masih bisa menyentuhmu kapan saja aku mau"


Siska ingin protes dengan perkataan Rudi pintu kamar hotel terbuka, herman masuk dan menunduk ke arah Rudi.


"her... kamu antar wanita ini ke apartemenku... dan kamu awasi terus gerak geriknya "


Rudi memberi perintah dengan anak buah kepercayaannya.


"Sudah aku katakan aku tidak perlu bantuan mu raja bunglon !"


Siska berkata dengan suara kerasnya

__ADS_1


"Oh.... benar kah kamu tidak perlu bantuan dariku siska sayang?"


Rudi mengangkat dagu siska hingga wajahnya menadah ke wajah Rudi.


Belum sempat siska berkata hpnya berbunyi


Siska:


[Halo...]


Penelpon


[Halo siska... sudah beberapa hari ini kamu tidak bekerja,saya juga sudah kirimkan surat perampingan karyawan untukmu


Tapi sampai saat ini kamu belum ada datang untuk mengambil pesangon kerja,]


Siska


penelpon


[kami tidak menerima permintaan ijin dari mu siska,tapi maaf siska bukan itu permasalahannya,saat ini restoran saya kehilangan banyak pelanggan,jadi saya terpaksa merampingkan beberapa orang karyawan,saya juga sudah mengirim uang pesangon mu ke rekening kamu,sekali lagi maaf siska....]


Pembicaraan pun berakhir siska mengecek hpnya dan benar sudah ada uang masuk ke rekeningnya.


Di lihatnya aplikasi whatsaap ternyata pengiriman pesan gagal di saat dirinya memberitahu kalau dirinya belum bisa bekerja.


Ah...benar benar hari yang buruk buat siska dia sudah hilang pekerjaannya baru saja dia dengan lantang menolak penawaran dari Rudi.


Siska membanting hpnya dia berteriak sekuat tenaga dia kerahkan,suaranya menggema di dalam kamar hotel.

__ADS_1


Herman menutup kedua telinganya suara siska benar benar telah memekakkan telinganya.


Sementara Rudi masih dalam posisi tenang suara siska tidak mempengaruhinya sama sekali.


"kamu telah menghancurkan segalanya raja bunglon! kamu sudah membuat aku kehilangan pekerjaanku! dasar kamu raja bunglon !"


Siska memaki Rudi telunjuknya di arahkan ke wajah Rudi,


"puas kamu raja bunglon! puas kamu melihat aku menderita begini ! "


Siska masih memaki Rudi dirinya terisak menangisi nasibnya saat ini.


Tiba tiba siska teringat Adam tangisnya pun terhenti


("adam....")


siska bergumam dirinya pun bangkit lalu berlari menuju pintu dengan cekatan herman menghalanginya.


"Biarkan saja ... berikan hp ini untuknya kita cukup menunggu dia datang sendiri menemui kita"


Rudi memberi perintah untuk herman supaya siska bisa membuka pintu kamar hotel itu.


Siska yang sudah berada di luar kamar terhenti ketika herman memanggil namanya dan mengatakan tas beserta hpnya tertinggal,siska tidak menyadari jika hpnya sendiri telah rusak akibat terbentur di lantai.


Siska terus berlari keluar tiba di depan jalan dia pun menyetop taksi yang kebetulan lewat,siska memberitahu alamat rumah Adam.


Rudi yang masih di kamar hotel tersenyum dengan licik


"cukup kamu awasi wanita itu herman"

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2