
Hari minggu Dahlia mengajak putra semata wayangnya ke sebuah pusat permainan anak anak.
Dirinya terbiasa pergi berdua saja dengan anaknya kerap kali orang menganggapnya seorang janda beranak satu.
Dahlia hanya menjawab dengan senyuman saja tapi jika putranya yang mendengar tanggapan orang dialah yang menjawab jika papanya sedang sibuk.
Dahlia sengaja membawa putranya ke pusat permainan yang terbesar karna jika dirinya merasa jenuh dia bisa rebahan di tempat yang sudah di sediakan petugas sambil menunggu putranya puas dengan permainan yang di sukanya.
Biasanya Dahlia menyempatkan dirinya sekedar melihat lihat beranda facebooknya di scrol beranda tersebut dia melihat postingan suaminya
"AKU BUKAN YANG TERBAIK TAPI AKU TELAH BERUSAHA MENJADI YANG TERBAIK WALAUPUN AKU TIDAK BISA MENJADI BAIK"
Dahlia melihat komen dari teman facebook suaminya itu seorang pengguna facebook bernama "Siska suka suka"
"AWAL YANG BAIK ADALAH KETIKA KITA MENINGGALKAN JEJAK YANG BAIK PULA"
Di tambahkan stiker dan emoji love
Dahlia tidak memperdulikan caption dan komen tersebut,menurutnya itu hal biasa di dunia tipu tipu.
Merasa jenuh Dahlia pun berjalan mengitari tempat bermain itu sambil mencari minuman dan makanan ringan untuk dirinya dan juga putra kesayangan itu.
****
Rudi berencana ingin pergi ke sebuah tempat gym yang berdekatan dengan pusat permainan anak anak.
Dari rumah dia hanya mengenakan pakaian olahraga tidak lupa juga di siapkannya juga pakaian ganti.
__ADS_1
Badannya yang atletis sangat kentara sekali dengan baju kaos tanpa lengan tato di lengan kirinya pun terlihat sangat jelas.
Berbekalkan wajah tampan postur badan olahragawan membuat duda keren itu menjadi pusat perhatian para gadis dan janda janda muda bahkan mama muda pun ikut melirik.
"hai ganteng ... boleh dong jadi pemanduku di sini biar ada temannya juga hi hi hi ...."
Seorang wanita mebggoda Rudi dengan mata yang di kedip kedipkan.
Rudi hanya membalas dengan senyuman hal seperti itu sudah biasa dia jumpai bahkan ada juga yang terang terangan meminta nomor whatsaap ada juga sekedar beselfi lalu di unggah di story mereka.
Tidak pernah terlintas di benaknya untuk mendekati wanita wanita cantik yang mengelilinginya.
Semenjak dirinya di khianati oleh mantan istrinya dia telah menutup rapat pintu hatinya.
Hanya satu wanita yang mampu membuka pintu yang telah lama terkunci itu namun sayangnya wanita itu masih bersuami.
Rudi bersiap untuk pulang di tempat mobilnya di parkirkan dia melihat seorang bocah laki laki berusia sekitar tujuh tahun.
Anak itu seperti sedang menunggu ibunya yang sedang bicara dengan seseorang.
Mereka sepertinya baru keluar dari tempat pusat bermain anak anak yang tempat parkir hanya di batasai rantai dengan tempat fitnes.
Lama Rudi memperhatikan ibu dan anak itu posisi ibunya yang hanya tampak belakang membuat Rudi tidak bisa melihat wajahnya.
Tapi dirinya seoerti mengenal bocah laki laki tersebut.
"apakakah kamu Alam kecil yang ada di lukisan dinding rumahku ?"
__ADS_1
Rudi bicara sendiri lalu dia menepis pikirannya mungkin hanya kebetulan wajah yang mirip saja begitu bnaknya.
Ketika hendak menyalakan mesin mobilnya wanita yang sedang menelpon itu membalikkan badannya tampaklah jelas ternyata wanita itu Dahlia.
Rudi menurunkan kaca mobilnya dan menanggil wanita yang selalu bergentayangan di pikirannya.
"lia...... !"
Rudi segera turun dari mobil dan menghampiri wanita yang masih berdiri hendak masuk ke dalam mobilnya.
"hai lia ... lama tak jumpa... apa kabarmu ....?"
"eh ... bang Rudi..... kabar baik bang... kalau bang Rudi gimana kabarnya...?"
Dahlia balik bertanya
"seperti yang kamu lihat saat ini .. Eh Alam sudah besar ya... makin cakep lagi.... papanya mana? apa kabar suamimu lia ....?"
Rudi sengaja memancing reaksi Dahlia
"Papanya Alam ada di rumah masih ada tamu"
Dahlia tersenyum
{"Andai kamu tahu lia.... "}
Rudi berkata dalam hati.
__ADS_1