
Setelah kepulangan David, Yumna bersiap-siap untuk menemui Bayu di hotel xxx.
Seharusnya Yumna berangkat dari siang atau sore tadi, tapi karena dia terlalu asik bersama David.
Yumna baru akan kesana pukul delapan malam.
Sepanjang perjalanan Yumna menelpon Bayu, tapi tidak ada jawaban. "Aduh, Mas, Bayu masih di sana nggak sih?" gumam Yumna. Lalu dia mencoba menelpon Bayu kembali.
"Hallo, Mas, aku baru mau ke sana, Mas, masih ada di sana kan?" tanya Yumna ketika sambungan telponnya terhubung.
📞"Iya, aku masih di sini, kamu lama banget Yumna?"
"Iya, tadi ada aku ada urusan dulu, yaudah kalau gitu aku jalan ke sana ya Mas," jawab yumna dan langsung mematikan sambungan telponnya.
Dua puluh menit kemudian Yumna sudah tiba di hotel xxx, Yumna turun dari mobilnya dan berjalan memasuki loby hotel tersebut.
Akan tetapi saking terburu-burunya, Yumna sampai menabrak dada bidang seseorang pria tampan. "Maaf maaf," ucap Yumna tidak enak hati karena baju orang tersebut basah terkena air minum yang di bawanya sendiri.
"It's ok, nggak apa-apa," jawab orang tersebut sambil membersihkan bajunya yang terkena noda.
Saat pria tersebut mendongak ia membelalakkan matanya, lalu sedetik kemudian dia tersenyum.
"Yumna?" tanya pria tersebut, Yumna memperhatikan pria itu dengan saksama.
"Mas Ali?" tebak Yumna dan pria yang di panggil Ali itu mengangguk.
"Kamu ngapain disini?" tanya Ali sambil mengedarkan pandangannya.
"Aku mau ketemu sepupu, dia minap di sini, katanya sih lagi nggak enak badan." Yumna mengambil ponselnya untuk menghubungi Bayu.
Cekrek
Tanpa Yumna ketahui ada orang yang memotretnya diam-diam, dan orang itu mengirimkan foto itu pada David.
Ting.
📷
Hotel xxxx
David membuka pesan masuk dan matanya membola, melihat di foto itu ada Yumna bersama laki-laki lain.
"Sial," maki David, ia langsung beranjak dari tidurnya, dan mengambil kunci mobil. David berjalan dengan langkah lebar, dia ingin segera sampai di hotel xxx tersebut.
********
"Emmm, Yumna?" panggil Ali.
"Ya, kenapa Mas?" jawab Yumna sembari terus menghubungi Bayu, karena Yumna tadi lupa Bayu ada di kamar nomor berapa.
"Mungkin dia lagi keluar, gimana kalau sambil nunggu kita makan dulu?" usul Ali, Yumna melirik pada jam yang bertengger di tangannya lalu mengangguk.
Yumna dan Ali pun berjalan beriringan memasuki restoran yang ada di sana, Bayu memperhatikan Yumna dan Ali dengan kening mengkerut.
Bayu tidak mengenali siapa pria yang sedang bersama Yumna saat ini, Bayu yang baru pulang dari mencari makan sempat ingin menghampiri Yumna. Namun, ia ingat jika dia berpura-pura sakit pada Yumna, jadi Bayu urungkan niatnya dan memilih kembali ke kamar untuk menelpon Yumna.
__ADS_1
*******
David melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesekali David memukul setir mobilnya karena tidak kunjung sampai. David merasa gelisah, dia penasaran dan juga curiga.
"Kenapa dia bohong sih, katanya mau ketemu teman," geram David.
Sepanjang jalan David selalu mengumpat pada lampu merah dan lainnya, David ingin segera sampai dan menanyakan hal ini pada Yumna jadi ia merasa kesal pada siapa pun yang menghambat.
Yumna dan Ali sedang makan bersama sembari bercengkrama menceritakan masa-masa mereka saat di kampung dulu.
Ali adalah sahabat Yumna, bisa di bilang satu-satunya teman laki-laki Yumna. Akan tetapi tanpa Yumna ketahui Ali menyimpan rasa padanya.
Dulu Ali pamit pada Yumna untuk mencari kerja di kota lain, dan dia berjanji akan kembali hanya untuk Yumna. Namun, kembalinya Ali sudah terlambat, Yumna sudah menikah dengan David.
"Ngomong-ngomong Mas, kok bisa ada di Jakarta?" tanya Yumna.
"Aku memang kerja di Jakarta, dulu waktu kita ketemu di desa. Itu karena aku pikir kamu masih di sana," jawab Ali tersenyum.
Ali yakin Yumna masih tidak menyadari perasaan Ali padanya. Ali mengambil minumnya sambil tersenyum memperhatikan Yumna.
Triiiing triiiing
Ponsel Yumna berdering dia langsung menggeser tombol hijau di sana.
"Hallo, Mas Bayu, kemana aja sih? aku udah sampai, tapi aku lupa nomor berapa," ujar Yumna.
📞"Maaf, tadi aku ketiduran, aku di nomor dua puluh dua."
"Nomor dua puluh dua, yaudah kalau gitu aku aku kesana sekarang."
📞"Aku tunggu."
"Sepupu kamu di nomor dua puluh dua?" tanya Ali.
"Iya Mas, kenapa?" jawab Yumna.
"Kalau gitu kita bareng aja! kebetulan yang sangat aneh. Aku di kamar nomor dua puluh satu." Ali langsung beranjak dan berjalan diikuti Yumna di belakangnya.
David yang sudah sampai memperhatikan Yumna dan Ali dengan perasaan marah, dadanya terasa sesak.
Apa lagi melihat Yumna pergi ke lift bersama laki-laki itu.
Seharusnya David sudah curiga kalo Yumna akan pergi dengan laki-laki lain, tapi dia dengan bodohnya malah percaya saja dengan mulus manis Yumna.
Bara yang tengah membara itu semakin besar dan menjadi percikan dan berkobar memanaskan relung hatinya yang terdalam.
Bahkan angin malam yang menusuk tulang pun tidak David rasakan dinginnya, sebab disekitarnya sudah ada api cemburu yang sedang mengurungnya.
Dengan langkah secepat kilat, David menyusul Yumna dan laki-laki itu kedalam hotel, kedua telapak tangan ia kepalkan begitu kuat, rahangnya bergetar menahan emosi.
Matanya yang hitam itu sudah berkilat menunjukan bahwa dirinya sudah sepenuhnya marah, apa lagi ketika melihat mereka berdua berjalan di lorong kamar hotel.
Kamar hotel? pikiran David sudah tidak karuan membayangkan Yumna di kamar hotel bersama laki-laki lain? David menggeleng cepat.
Tanpa peduli dengan orang disekitar saat Yumna sedang mengetuk pintu kamar, di temani Ali David langsung menarik Yumna agar menjauh dari Ali. "ini yang kamu lakuin dibelakang aku?!"
__ADS_1
Mata Yumna membola saat melihat David ada di sini, dan sedang menatapnya dengan tatapan marah.
ceklek
Pintu kamar nomor dua puluh dua terbuka, kening David semakin mengkerut, dia menatap Yumna, Bayu dan Ali bergantian.
Bayu yang baru saja membuka pintu merasa frustasi, dia tidak mengira kalau rencana yang ia susun gatot alias gagal total, sekarang dia bingung harus memberi penjelasan apa terhadap David.
"Aku bisa jelaskan, ini salah paham," ujar Yumna.
Salah paham …
Andai bisa seperti itu, tapi kenyataan sudah nampak didepan mata bahwa Yumna mengkhianatinya.
Sesak di dadanya seakan membuktikan betapa sakit luka yang ditoreh oleh Yumna.
David mendengus, dan membuang napas kasar berkali-kali untuk membuang rasa sesak yang ada di dadanya.
"Aku nggak nyangka kamu bisa seperti ini, apa seperti ini kelakuan kamu dua tahun kebelakang?" cibir David dengan mata yang memancarkan kekecewaan.
"Mas, aku bisa jelaskan ini...."
"Lu salah paham, gua sama Yumna cuma bareng," potong Ali saat Yumna ingin bicara.
David mendengus dan tersenyum miring. "salah paham?? bareng?? alasan yang konyol."
"Mas tolong dengarkan aku dulu ya!" Yumna memegang tangan David, tapi di tepis oleh David.
"Wey, jangan kasar dong," teriak Ali, dia tidak suka melihat David kasar pada Yumna.
David menyeringai dan.
Bugh
David meninju wajah Ali hingga tersungkur.
"Mas, apa-apaan sih?" pekik Yumna sambil menghampiri dan membantu Ali untuk bangkit.
Bayu yang sempat kesal karena kehadiran David, tersenyum puas melihat semua drama di hadapannya.
"Hebat. Kamu hebat, membantu laki-laki lain di depan mata suami kamu sendiri," teriak David.
Bugh
David meninju tembok lalu pergi meninggalkan semuanya dengan perasaan marah yang masih menyelimuti.
"Mas, Mas." Yumna memanggil David tapi tidak di dengarkan, David tetap melangkah meninggalkan mereka.
BERSAMBUNG...
hai ka 👋 kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏
kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰
maaf ya baru up,
__ADS_1
gak enak body aku tuh
lanjut gak?