
"Mukanya kenapa ditekuk gitu sih bang?" tanya Yuda pada Arka yang sedang mengemudikan mobil.
"Nggak apa-apa," jawab Arka tanpa menoleh.
Yuda terkekeh melihat tingkah Arka, rupanya kakak sepupunya ini benar-benar cemburu padanya. Mungkin, karena dulu Yuda pernah mencintai Ayarra, jadi itu membuat Arka was-was padanya.
Padahal, Yuda sudah melupakan semua itu, dia juga sudah mulai terbuka pada wanita lain.
"Bang, aku tadi cuma bercanda kali ah, gitu aja cemburu," ledek Yuda.
Arka melirik padanya, kemudian kembali fokus pada kemudi. "Apa kamu masih ingat soal rasa kamu je Ayarra?" tanya Arka.
Yuda tersenyum. "Aku bahkan udah lupa, udahlah bang, cemburu boleh, tapi liat dulu siapa orangnya," kata Yuda.
"Justru karena kamu orangnya, makannya aku kesel," timpal Arka, membuat Yuda tercengang.
"Emangnya aku kenapa? aku anak baik tau." Yuda merengut, membuat Arka tersenyum.
***
Setelah selesai makan tadi, Arka dan Yuda langsung berangkat ke kantor seperti yang dipinta oleh David, dan kini Ayarra sendirian di rumah.
__ADS_1
"Apa ke rumah sakit aja ya nemenin Ale, dan gantiin mamah, dari pada di rumah kan?" gumam Ayarra, saat merasa bosan.
Lalu, dia pun beranjak dari duduknya, dan pergi menaiki tangga, untuk mengambil tas ke kamarnya.
Setelah mengambil tasnya, kemudian Ayarra pun memanggil sopir rumah itu untuk mengantarnya ke rumah sakit.
***
Di tempat lain.
Dimas sudah bersiap, untuk menjenguk juga membicarakan soal hubungannya dengan Alexa. Namun, entah kenapa, dia merasa takut jika Alexa akan membencinya.
Dimas merasa belum siap jika harus kehilangan Alexa, padahal sebelumnya dia sudah sangat siap untuk memutus hubungan dengan Alexa.
"Mau jenguk Alexa, sams mau bilang soal hubungan kita," jawab Dimas dengan nada pelan.
"Kalau kata Kakak, mending jauhin Alexa dulu! Dia masih sakit, kalau ku dateng ke sana, takutnya malah mengganggu dia," tutur Gilang.
Dimas termangu mendengar penuturan Gilang, omongan kakaknya itu memang ads benarnya, tapi dia ingin meminta maaf dan melihat Alexa.
Seenggaknya dia harus meminta maaf.
__ADS_1
"Nggak apa-apa Ka, aku udah siap kok, lagi pula tekadku udah kuat buat memutuskan hubungan sama Alexa." Dimas mengambil sekotak cokelat yang sudah dia beli tadi untuk Alexa.
"Coba pikir-pikir sekali lagi Dim! Apa kamu yakin mau putus dari Alexa demi Kalista?"
"Ini bukan demi kalista Ka, tapi demi cinta aku. Kakak, tau kan aku tuh cinta banget sama Kalista, dan kakak juga pasti tau gimana dulu aku hampir gila saat Kalista pergi," ujar Dimas.
Gilang menghela napas berat. "Tapi setelah sama Alexa kamu lupa kalau pernah hampir gila karena kehilangan Kalista," ucap Gilang.
"Udah deh Ka, keputusanku udah bulat, yaudah kalau gitu aku berangkat dulu, assalamualaikum." Dimas melangkah keluar kamar meninggalkan Gilang sendirian.
"Nanti juga nyesel dia," gumam Gilang.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
__ADS_1
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~