Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 149


__ADS_3

Arka yang baru saja datang di kampus langsung membuka pesan yang dia terima, dan betapa terkejutnya dia saat membuka pesan tersebut.


Dia di kirimkan sebuah foto oleh nomor yang tak dia kenal, foto Ayarra bersama teman laki-lakinya. Rahang Arka mengeras gigi dia bergemulutuk menahan kesal.


Foto itu diambil dari belakang dan di sana terlihat seolah-olah Ayarra dan laki-laki itu sangat akrab, dan wajah mereka terlihat sangat dekat.


Arka menggenggam ponselnya erat, menahan kesal dan sesak di dadanya. Yuda yang kebetulan sudah ada di sana dari tadi dan memperhatikan Arka sejak awal datang mengkerutkan kening.


Dia pun berjalan mendekati Arka dan bertanya, "kamu kenapa Bang?"


"Nggak apa-apa, yaudah ayok selesaikan semuanya!" jawab Arka.


Lalu, dia berjalan masuk ke dalam ruangan tempat dia akan mempersiapkan semuanya untuk lomba, dan dia pun mulai melakukan tugasnya.


Akan tetapi, karena Arka sedang kesal, dia tidak fokus bekerja, bahkan dia sering melakukan kesalahan. Yuda pun mengambil alih tugas Arka dan dia memerintahkan Abangnya itu untuk duduk diam saja.


***


Saat jam 12 siang Yuda dan Neil memutuskan untuk istirahat sebentar. Lagi pula semuanya sudah selesai, besok pagi tinggal acara lomba saja. Namun, saat Yuda ingin pergi, Arka malah diam saja sambil memutar-mutar ponselnya.


"Bang, woy, ayok makan dulu!" ajak Yuda, tapi Arka bergeming.


"Bang." Yuda menyenggol bahu Arka, sehingga Arka terkejut dan mendongak menatapnya.


"Kenapa?" tanya Arka.


Yuda yang ditanya seperti itu hanya bisa menghembuskan napasnya dan menjawab, "istirahat dulu yuk! ini udah waktunya kita makan siang."


Mata Arka membulat, dan dia melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. "Astaga, udah jam 12 ternyata, gimana persiapannya udah selesai belum?" kata Arka.


"Udah, tinggal cek sekali lagi dan semuanya selesai," jawab Yuda.


"Syukurlah, yaudah ayok makan dulu!" Arka bangkit dari duduknya sambil memakai tas.


Yuda hanya angkat bahu saat melihat tatapan tanda tanya dari Neil, karena dia memang tidak mengerti kenapa Arka seperti itu.


Lalu, mereka berdua pun berjalan mengikuti Arka.


****


Di tempat lain.


Ayarra tengah menunggu pesan balasan dari Arka, dari tadi Arka sama sekali tidak membalas pesan Ayarra, dan itu membuatnya bingung.


Tidak biasanya Arka tidak membalas pesan Ayarra. Sesibuk apa pun Arka, kalau Ayarra mengiriminya pesan dia akan membalas lebih dulu.

__ADS_1


Ini sedari pagi tidak ada satu pun pesan Ayarra yang dibalas oleh Arka, padahal dia sudah membacanya.


"Kenapa Ay?" tanya Alexa saat melihat wajah murung Ayarra.


"Arka, kenapa nggak balas-pesan aku ya Al," lirih Ayarra seraya menundukkan kepalanya.


"Masa sih? tumben banget abang, kayak gitu ke kamu, udah coba kamu telepon belum?" kata Alexa.


"Udah, tapi nggak diangkat, kenapa ya Al, aku takut," gumam Ayarra.


Alexa pun tampak berpikir dan sedetik kemudian dia pun mengambil ponselnya, dan menghubungi Arka.


Akan tetapi sudah tiga kali dia mencoba Arka tetap saja tidak mengangkatnya. "Berarti dia lagi sibuk Ay, buktinya telepon aku juga nggak diangkat sama abang." Alexa menunjukkan ponselnya pada Ayarra.


Lalu, Ayarra pun tersenyum lega, itu berarti Arka bukannya marah padanya, melainkan memang sedang sibuk.


Alexa meletakan kembali ponselnya ke dalam tas, seraya melirik Ayarra. Dia merasa pasti ada sesuatu yang membuat abangnya itu tidak mengangkat telepon, soalnya tidak biasanya Arka tidak mengangkat telepon dari pujaan hatinya itu.


"Udah ah, dari pada galau, mending kita ke kantin yuk!" ajak Nia seraya menggaet kedua tangan sahabatnya itu.


Ayarra dan Alexa pun hanya bisa tersenyum dan mengikuti Nia, sedangkan Dimas dan Doni mengikut mereka dari belakang.


Sesampainya di kantin. Ayarra duduk diujung setelah itu Nia, Alexa baru Doni. Namun, saat mereka sudah duduk Nia bangkit dari duduknya dan pindah ke sisi kanan Ayarra.


Hingga duduknya kini berpindah posisi, menjadi Ayarra yang duduk di sebelah Doni, Alexa sempat melirik pada Nia, tapi saat melihat Nia mengambil makanan yang ada di sisi kanan, Alexa hanya diam.


Doni yang kini duduknya tepat disamping Ayarra hanya bisa tersenyum, sedangkan Ayarra sendiri merasa tidak nyaman.


"Nia, aku bisa pindah ke sebelah sana nggak?" bisik Ayarra pelan.


"Kenapa? Kamu takut sama Doni? kan ada aku dan Alexa," jawab Nia.


"Bukan gitu, aku cuma nggak nyaman," timpal Ayarra.


Tanpa mereka semua ketahui lagi-lagi ada yang memotret mereka dari belakang, dan mengirimi foto tersebut pada Arka.


***


Di tempat lain.


Di danau yang luas dan terdapat beberapa bangku di tepian danau itu, serta beberapa pepohonan yang rindang. Arka sedang duduk termangu.


Tadinya dia ingin istirahat bersama Yuda dan Neil, tapi saat dia mendapatkan kiriman foto itu lagi. Membuat Arka tidak berselera untuk makan, hingga dia meninggalkan Yuda dan Neil, kemudian pergi ke sini.


Dia mengambil ponselnya yang ada di tas dan kembali memperhatikan foto yang belum lama dikirim oleh orang misterius itu.

__ADS_1


Tadinya Arka merasa kalau Ayarra tidak mungkin macem-macem bersama laki-laki itu, tapi saat dia melihat foto Ayarra duduk bersebelahan dengan laki-laki itu di saat istirahat, membuat Arka sedikit bimbang.


"Aaaaaahhhh." Arka berteriak sambil menjambak rambutnya frustrasi.


Dia benar-benar merasa sangat kesal dan cemburu saat melihat Ayarra dekat dengan laki-laki lain.


Arka menyandarkan kepalanya di tepian kursi dan memejamkan mata, saat dia baru menutup mata. Tiba-tiba saja Yuda dan Neil mengagetkan Arka, sambil membawakan roti dan minuman untuknya karena Arka belum makan.


"Kok kalian tau aku di sini?" tanya Arka.


"Ya taulah, kalau kamu lagi gelisah, kamu pasti ke sini. Teriak-teriak nggak jelas, dan bener aja kan?" jawab Yuda sambil terkekeh, sedangkan Arka hanya melirik sekilas kemudian memalingkan wajahnya.


"Terus ngapain kalian ke sini?" Arka kembali bertanya.


"Ya nemenin lu lah, kalau tiba-tiba lu nyemplung gimana?" Jawab Neil asal, membuat Yuda terkekeh, sedangkan Arka hanya angkat bahu acuh.


"Lagian kamu kenapa sih bang?" tanya Yuda.


"Nggak apa-apa, aku cuma pusing." Arka menjawab sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.


"Masalah Ayarra?" tebak Yuda membuat Arka menoleh padanya.


"Nggak, bukan karena dia, aku cuma lagi pusing aja," jawab Arka.


"Oh ya, nanti malam kamu mau tidur di mana Yud?" sambung Arka.


"Belum tau, tapi kayaknya bakal di rumah deh, kebetulan katanya sih nanti malam mamah sama papah pulang," jawab Yuda.


"Bagus deh, nanti aku minep di rumah kamu ya!" ucap Arka.


"Lah, tumben banget, kenapa sih?" Yuda terlihat penasaran, walaupun sebenarnya dia sudah tau jika ini semua pasti karena Ayarra.


"Kalau nggak boleh yaudah, aku bisa tidur di rumah Neil," sindir Arka.


"Bukan gitu Bang, tumben banget, biasanya kalau malam Minggu gini kan Abang, suka pingin jalan sama Ayarra," jawab Yuda.


Arka melirik sekilas dan kembali memejamkan matanya.


"Dih, si Abang, kenapa malah merem sih, ini makan dulu rotinya, Abang, kan belum makan." Yuda menyodorkan roti dan minuman yang dia bawa pada Arka. Namun, Arka hanya menggeleng.


"Aku masih kenyang, udah kalau aja makan berdua," tolak Arka.


"Lah, kok gitu, ini aku bawain banyak banget. Cukup buat kita bertiga Bang." Yuda kembali menyodorkan plastik berisi jajanan itu pada Arka.


"Udah, abisin aja sama kalian berdua! biar cepet gede." Arka kembali menolah.

__ADS_1


Yuda hanya bisa menghela napas panjang kemudian dia dan Neil pun memakan roti tersebut.


BERSAMBUNG...


__ADS_2