
Pak yatno tidak bergeming masih saja berdiri membiarkan Adam yang terus bersimpuh.
"Aku mohon ayah! ijinkan aku bicara sebentar saja dengan Dahlia, setelah itu aku akan pergi dari sini " Dahlia memandang Adam dengan tatapan jijik.
"Lia....." Pak yatno menganggukkan kepalanya memberi perintah kepada Dahlia untuk meluangkan waktunya untuk Adam.
"Silakan bicara saja mau terus bersimpuh di kaki ayahku atau berdiri saja itu terserah anda ! aku juga tidak mempersilahkan anda duduk !" Adam segera berdiri
"Terima kasih ayah, terima kasih Dahlia " Dahlia masih terus berdiri di dekat pintu tanpa menghiraukan Adam yang bicara
"Lia ..,Mas tau kamu sudah terluka karena ulah Mas, secuil maaf darimu pun Mas tidak berhak mendapatkannya dari mu " Adam menatap Dahlia yang masih cuek saja.
Mas mus mas mus, mas mu yang sinting sudah tidak punya muka datang ke rumah orang tua ku
"Lia.... apakah hatimu sudah benar benar tertutup ? apakah tidak ada celah untuk Mas masuk di ke hati mu lagi ?" Mata Dahlia berkaca kaca mendengar ucapan Adam.
Dahlia menghembuskan napasnya dengan kasar.
__ADS_1
"Mas Adam... aku sudah cukup sabar mendampingi mu, mulai dari ekonomi kita yang pas pasan ,bahkan aku sampai menjadi seorang penjual online tanpa modal,sampai aku meminjam modal untuk membuka usaha online ku berskala kecil.
aku juga sudah mendukung setiap pekerjaanmu supaya apa? .... supaya hidup kita jauh lebih mapan kita mampu membuktikan pada orang orang kalau kita mampu juga seperti mereka yang telah merendahkan kita saat itu " Adam terdiam perkataan Dahlia memang ada benarnya.
"Mas adam pergi untuk melakukan kursus singkat menjadi pebisnis handal aku juga mendukung saat itu, dan tahukah kamu saat itu? selama tiga bulan mas kursus aku bersusah payah menghemat uang dari hasil jualan online ku " Dahlia berapi api.
"Maafkan Mas Lia...." hanya itu yang bisa Adam katakan.
"Aku bisa memaafkan mu tapi aku tidak menerimamu kembali !" Adam tertunduk lesu
Dahlia masuk ke dalam rumah dan keluar lagi membawa kunci mobil.
"Lia... Mas membelinya untukmu kenapa kamu kembalikan, ?" Adam menatap kunci mobil di tangannya
"Aku hanya perempuan bodoh yang mau kamu tipu dengan hadiah mobil mewah,kamu ingin menukar semua kesabaran ku keluguan ku dengan mobil pemberianmu ?" Dahlia menyipitkan matanya
"Tapi maaf! aku tidak menerima semua kenangan darimu! Tentang Al dia bukan kenang manis bersamamu tapi dia semangat hidupku !"
__ADS_1
"Tapi aku papanya Lia...." ucap Adam
"aku tidak mengakan kamu itu mamanya " Pak yatno yang dari tadi mendengarkan pembicaraan mereka menahan tawanya.
Dahlia sedang marah saja masih sempat bercanda,
Adam tergelak tertawa dengan los seperti tidak ada masalah yang di bicarakan saat itu.
"Kenapa kamu tertawa ! kamu menganggap aku bercanda dari tadi ! " Dahlia berkacak pinggang matanya melotot.
Adam segera menutup mulutnya berusaha untuk tidak tertawa
Bagaimana aku tidak tertawa lia... lia... sedang marah seperti banteng ngamuk saja kamu masih sempat bikin lelucon
"Jika sudah tidak ada keperluan sebaiknya kamu pulang, mengenai uang yang sudah kamu transfer kemarin aku akan mengembalikannya di hari pernikahanmu
anggap saja itu uang ucapan doa restu dariku
__ADS_1
oh ya katakan pada wanita mu, jangan mengucap terima kasih padaku... justru aku yang akan berterima kasih padanya berkat dia mataku bisa melihat hasil keringatmu selama ini !" Dahlia hendak masuk ke dalam rumah meninggalkan Adam di luar.
"Papaaa.......! "