
Yuda dan Neil pergi ke kamar Arka, mereka ingin menemaninya, karena mereka tau pasti Arka tengah sedih.
Benar saja saat mereka masuk ke dalam kamar, mereka melihat Arka tengah duduk di lantai di samping kasur sambil memegangi foto dirinya bersama Ayarra.
Foto tersebut diambil saat mereka pertama kali pacaran, terlihat senyum bahagia dari keduanya.
Yuda duduk di samping kanan Arka, sementara Neil duduk di samping kirinya. "Hanya satu kesalahan, bisa membuat aku kehilangan apa yang selama ini aku impikan," tutur Arka tanpa menoleh sedikitpun.
"Tapi mau bagaimana lagi, faktanya kalian memang melakukan itu Ar, dan sepertinya kamu nggak bisa nyangkal," kata Neil.
Arka hanya bisa menghela napas panjang dan membuangnya kasar, dia tidak yakin apakah nanti dia bisa mencintai Nia atau tidak.
"Tadi aku ke hotel tempat kalian menghabiskan malam bersama dan---." Arka menoleh pada Yuda dengan wajah bingung.
"Kamu ke hotel itu? Ngapain?" tanya Arka memotong ucapan Yuda.
"Aku nggak yakin soal malam itu, siapa tau kalian hanya salah anggap, tapi sepertinya. Kalian memang melakukannya, karena aku dan Neil, liat sendiri," sambung Yuda.
Arka yang mendengar itu hanya bisa tertunduk lesu, berkali-kali Arka menarik napas panjang dan mengembuskannya kasar. Berharap jika semua ini hanya mimpi di siang hari.
Akan tetapi semua ini adalah nyata, dia memang telah melakukan sesuatu dan harus bertanggung jawab akan atas hal itu meskipun sebenarnya dia tidak ingin.
Arka terlihat sangat murung dia menatap nanar pada Yuda dan Neil. "Yud, di mana Ayarra di rawat? aku pingin jenguk dia sebelum aku menikah sama Nia," tanya Arka pada Yuda dengan lirih.
"Udahlah Ar, jangan dulu kamu ketemu sama Ayarra, aku yakin kalau dia juga belum mau ketemu sama kamu. Lagi pun bukannya hubungan kalian sudah berakhir? kemarin aku lihat Ayarra, sangat sedih dan aku yakin dia pasti belum mau ketemu sama kamu," jawab Yuda.
"Tapi aku kangen banget sama dia pingin ketemu, karena mungkin setelah ini kita nggak akan pernah ketemu lagi. Jadi, tolong kasih tahu sama aku Ayarra, lagi rawat di mana," ucap Arka dengan mata yang sudah sedikit basah.
Neil dan Yuda menatap iba pada Arka. Mereka merasa kasian dan sedih tapi tidak bisa membantu apa pun.
***
Nia yang mendengar kalau di rumah keluarga David tengah bersiap-siap untuk pernikahan dia dan Arka, merasa sangat senang sekali.
Sedari tadi Nia senyum-senyum sendiri sambil membayangkan pernikahannya bersama Arka, yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Akhirnya apa yang dia impikan selama ini akan menjadi nyata,
Hanya tinggal menghitung hari. "Akhirnya kita akan bersama juga Arka, aku nggak sabar banget nunggunya," gumam Nia sambil tersenyum sendiri.
"Terima kasih sayang, karena kamu memberikan Mamah, ide yang bagus," kata Nia pada janin yang dia kandung, seraya mengusap perut ratanya.
Nia kembali teringat dengan kejadian beberapa minggu lalu, saat dia tengah depresi karena melihat kemesraan Arka dan Ayarra.
* Flashback on *
Nia yang sedang frustrasi pergi ke sebuah bar yang tidak jauh dari kediamannya, dia memesan banyak minuman hingga membuatnya hilang kesadaran.
Lalu, dia pun teriak memaki, dan menyebut nama Arka dan Ayarra berkali-kali.
Fathan yang kebetulan ada di sana untuk mengantar temannya, sedari tadi memperhatikan Nia dengan saksama, dia pun merasa sangat iba padanya, karena Nia terlihat sangat frustrasi.
Mata Fathan membulat sempurna saat melihat Nia hendak membuka bajunya sambil berteriak memanggil Arka.
Spontan Fathan berlari ke arah Nia dan mencekal pergelangan tangannya. Nia yang melihat Fathan mencegahnya langsung menepis tangan Fathan.
"Siapa kamu? Berani-beraninya kamu larang aku menunjukan bentuk tubuhku hah?" ketus Nia sambil memalingkan wajahnya.
"Apa kamu nggak malu ingin memperlihatkan bentuk tubuh kamu pada semua laki-laki yang ada di sini?" kata Fathan membuat Nia terkekeh.
"Gua udah biasa ke sini, minum dan kadang gua tidur di sini. Jadi, lu nggak usah heran," sinis Nia.
__ADS_1
"Terserah aku nggak pingin tau siapa kamu, aku cuma pingin bilang kalau apa yang kamu lakukan itu salah." Setelah mengatakan itu Fathan pun berniat untuk pergi.
Akan tetapi Nia mencekal pergelangan tangannya, dan memaki Fathan, "dasar laki-laki semua sama aja, kamu dan Arka sama aja."
Setelah mengatakan itu Nia pun tidak sadarkan diri, untung dengan sigap Fathan menahan tubuhnya hingga tidak jadi terjatuh.
"Mbak, bangun!" Fathan menepuk-nepuk pelan pipi Nia tapi gadis itu tak juga bangun.
'aduh, gimana ini,' batin Fathan.
"Mas, pacarnya bawa pulang aja," kata salah satu orang yang melihat Fathan dan Nia.
Fathan terlihat bingung, pasalnya dia belum menemukan tempat tinggal yang pas, saat ini dia masih tinggal di kos-kosan. Tidak mungkin kan dia membawa wanita lain ke kos-kosannya.
Fathan mengangkat tubuh Nia pelan menuju mobil yang terparkir di depan club' tersebut.
Sesampainya di mobil Fathan sempat mencari alamat Nia di dalam tasnya. Namun, tidak ada apa pun di sana selain ponselnya yang mati.
'apa orang ini nggak punya identitas sama sekali?' batin Fathan.
Dia benar-benar merasa bingung harus apa, dan tiba-tiba saja ide konyol terlintas dibenaknya untuk membawa Nia ke hotel.
Bukan karena dia ingin memanfaatkan Nia tapi hanya untuk tidur mereka semalam saja. Tidak ada niat apa pun, hanya saja salah tempat.
Setelah meyakinkan diri untuk membawa Nia ke hotel, Fathan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
***
Sesampainya di kamar hotel yang dia sewa Fathan merebahkan tubuh Nia secara perlahan. Namun, saat dia ingi pergi Nia menarik tengkuknya dan menciumnya secara brutal, membuat Fathan terkejut.
Fathan hendak melepaskan dirinya dari Nia, tapi Nia yang sedang depresi dan mabuk itu malah semakin menekan tengkuk Fathan agar memperdalam ciu*mannya.
"Maksud kamu apa? kamu pasti mabuk kan?" kata Fathan tidak percaya.
"Gua memang mabuk, tapi gua masih sadar," jawab Nia dan kembali menyerbu bibir Fathan yang sangat bagus itu.
Fathan yang diperlakukan seperti itu pun ikut terbuai, dia membalas apa yang Nia lakukan. Bahkan lebih buas.
Fathan langsung mencium dan melu*mat bibir Nia lembut, tangannya merayap ke bawah rok sekolah Nia yang sudah terbuka dia mera*banya pelan, kini Fathan juga merasa panas membuat adiknya berdiri dan mengembung.
Fathan menjulurkan lidahnya untuk menji*lati bibir Nia,, tidak sampai di situ bibir Fathan beralih ke leher Nia, mencecap leher itu meninggalkan tanda kepemilikan nya di sana, hingga meloloskan era*ngan dari Nia.
Fathan terus mencecapi leher Nia hingga turun ke gunung kembar Nia, kemudian Fathan melepas paksa seragam sekolah yang Nia pakai karena menutupi pemandangan indah di matanya.
Fathan kembali melu*mat bibir Nia sambil membuka kancing bra, setelah bra tersebut terbuka, Fathan langsung menji*lati Puti*Ng merah muda tersebut hingga membuat Nia menggelinjang geli.
"Aaaahhh," de*sah Nia karena Fathan menggigit pelan puti*ng miliknya.
Setelah puas bermain-main dengan gunung kembar milik Nia, Fathan kembali mencecap setiap lekuk tubuh Nia tanpa terlewat, Nia menggelinjang ke atas saat Fathan mencecap bagian bawah pusarnya.
Setelah puas bermain-main Fathan berdiri kemudian dia melepaskan apa yang melekat pada tubuhnya, kini Fathan dan Nia sama-sama polos, Fathan mendekatkan wajahnya pada telinga Nia dan berbisik. "Aku bukan laki-laki breng*sek, aku melakukan ini demi kamu dan akan bertanggung jawab setelah ini."
Lalu dia membuka paha Nia dan mulai memasukkan adiknya ke dalam liang kenikmatan milik Nia.
Nia sempat merintih sakit, karena ini kali pertama melakukan ini, dan untuk meredakan rasa nyerinya. Dia langsung menarik tengkuk Fathan dan menciumnya sekilas.
Fathan memejamkan matanya kala merasakan milik Nia yang hangat dan menjepit adiknya kuat.
"Ternyata kamu masih pera*wan, entah ada masalah apa sama kamu, sampai kamu seperti ini. Tapi percayalah aku nggak akan lepasin kami setelah ini," racau Fathan dan menekan adiknya kuat.
__ADS_1
"Aaahh" de*sah Nia karena adik Fathan sudah berada sepenuhnya di dalam sana.
Fathan pun mulai memaju mundurkan tubuhnya perlahan membuat Nia menggeliat dalam diam, Fathan menunduk lalu menji*ti puti*ng merah muda Nia, menji*lati sepanjang area merah muda tersebut.
"Aaahh," de*sah Nia kembali membuat Fathan semakin terbakar.
Fathan mencium leher Nia lembut membuat Nia ikut terbakar.
Nia menarik dagu Fathan lalu mencium dan melu*mat bibir Fathan.
Nia menjulurkan lidah dan Fathan pun langsung mengu*lum lidah tersebut seperti sedang mengu"lum permen.
"Eungh." Nia melenguh saat merasa gerakan Fathan semakin ganas.
"Eungh ... aku mau pi--pis," bisik Nia dengan mengigit cuping Fathan karena merasakan sesuatu hampir meledak di bawah sana.
"Bersama," jawab Fathan dia pun langsung memompa semakin cepat.
"Aaaahhh," pekik tertahan Nia dan Fathan saat mencapai puncak bersama.
Fathan tidak langsung beranjak atau melepas adiknya, dia masih betah berada di atas tubuh Nia.
Memperhatikan wajah cantik Nia yang mulai terlelap, entah karna lelah, atau karena efek mabuk Nia langsung tertidur dengan pulasnya padahal Fathan masih berada di atasnya.
Fathan mencium kening Nia sekilas, kemudian ikut merebahkan tubuhnya disamping Nia dan mereka pun terlelap bersama.
***
Pagi harinya saat Fathan tengah terlelap, dia mendengar suara ponselnya berdering dengan sangat kencang.
Fathan bangun dari tidurnya dan melihat siapa yang telah menelponnya pagi-pagi sekali.
Rupanya itu dari Bayu, dia bilang kalau hari ini ada rapat dadakan, Fathan pun terkejut, dia menoleh pada Nia yang masih terlelap.
Dia tidak langsung menjawab iya pada Bayu karena dia ingin menunggu Nia sampai sadar. Namun, Bayu memintanya untuk datang karena ini rapat penting.
Mau tidak mau Fathan pun mengiyakan, dan dia langsung membersihkan tubuhnya ke kamar mandi, dan setelah selesai mandi dia berniat untuk langsung pergi.
Akan tetapi sebelum pergi dia menuliskan surat, yang bertuliskan permintaan maafnya, alamat dan nomor teleponnya.
Berharap setelah sadar Nia akan langsung menghubunginya. Namun, ternyata sampai saat ini Nia tidak menguhubunginya.
* Flashback off *
Nia tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata dengan lembut.
"Mamah, janji akan membuat kamu mendapatkan kasih sayang seorang ayah, meskipun dia bukan ayah kamu Nak," gumam Nia.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~
__ADS_1