
"Mamah, gimana pantes nggak?" tanya Nia pada Nayla sambil berputar-putar seperti seorang Putri.
Dia memakai gaun pengantin berwarna putih, dengan tali spaghetti yang diikat di pundaknya, dengan kalung berlian yang melingkar indah dilehernya. Membuatnya terlihat sangat seksi.
"Cantik banget anak Papah, tapi apa nggak terlalu seksi sayang?" puji Adit.
"Nggak kok Pah, lagi pula aku suka yang ini," jawab Nia.
"Yaudah deh kalau kamu suka yang itu, yang penting saat ijab jangan terlalu seksi ya," pesan Adit, kemudian dia pun mempotret Nia dan mengirimkannya pada David.
'aku nggak nyangka bisa besanan sama kamu Dav, meskipun sebenarnya aku nggak enak hati sama Bayu, karena hubungan Arka dan Ayarra harus kandas,' batin Adit dengan wajah yang terlihat sedih dan bersalah.
"Papah, kenapa? apa Papah nggak suka sama bajunya? aku ganti ok," kata Nia dan Adit menggeleng.
"Nggak sayang, Papah nggak apa-apa kok. Papah, cuma berdoa semoga pernikahan kamu dan Arka berjalan lancar, serta kalian bahagia," jawab Adit sambil mengelus rambut Nia lembut.
Nia tersenyum dan langsung memeluk Adit. "Makasih Pah, aku seneng banget karena Papah, bisa terima kesalahan aku dan Arka," ucap Nia.
"Iya sayang sama-sama." Adit melepaskan pelukannya dan mencubit pipi Nia pelan.
Adit sama sekali tidak menyangka jika anaknya akan menikah.
"Pah, Omah Rani, nanti ke sini kan? kapan?" tanya Nia.
"Iya, dia nanti ke sini kok," timpal Nayla.
"Yes, aku seneng banget, kalau Opah Indra?" tanya Nia kembali.
"Kayaknya dia nggak bisa datang deh sayang, kemaren Papah, udah telepon." Mendengar itu Nia merasa kecewa, karena dia ingin Indra melihat dia.
Selama ini jika indra main ke kediaman David, yang dilihat, dan diperhatikan olehnya hanyalah Ayarra. Bahkan Indra sering bilang pada Arka untuk segera menikahi Ayarra, karena dia ingin segera memiliki cicit.
"Kenapa merengut gitu sayang?" tanya Nayla.
"Aku cuma pingin opah Indra main ke sini Mah," lirih Nia.
"Nggak apa-apa sayang, yang penting lancar dulu pernikahan kalian, nanti kalau udah menikah kalian kan bisa ke sana," tutur Nayla.
__ADS_1
Nia pun mengangguk, dan membayangkan jika Indra akan bahagia atas kehadiran cicitnya dirahimnya ini.
Nia pun langsung tersenyum saat membayangkan kalau sebentar lagi dia akan menjadi Nyonya Arka, menantu dari David putra Wijaya.
***
Di kantor.
Fathan yang diminta untuk rapat hari ini sedikit tidak fokus, setelah melihat foto pengantin wanita yang di kirimkan seseorang ke David.
Foto wanita pengantin itu mirip sekali dengan wanita yang menghabiskan malam bersamanya waktu itu. Hal itulah yang membuat Fathan berpikir dan tidak fokus dengan rapatnya.
Hingga rapat selesai pun Fathan masih diam melamun, membuat Brian dan David bingung. Kebetulan hari ini Adit tidak ikut rapat kerjasama antar keluarga ini, karena Adit sedang menyiapkan pesta pernikahan untuk anak Nia dan Arka.
"Mas, Fathan kenapa?" tanya Brian pada David, sambil menunjuk Fathan menggunakan dagu.
"Nggak tau," jawab David singkat.
"Fathan? kamu kenapa? apa ada masalah?" tegur David.
"Udah pulang, kamu kenapa? Ada masalah?" David kembali bertanya tapi Fathan langsung menggeleng.
"Nggak Pak, mungkin cuma kecapean aja," jawab Fathan sambil berdiri dan merapikan berkas-berkas yang tadi dia bawa.
Dia pun sempat melirik pada ponsel David yang ada di atas meja, sebenarnya dia ingin bertanya tapi dia tidak berani.
"Pak, yang tadi difoto Bapak, itu anak anak Bapak kah??" tanya Fathan ragu-ragu, karena dia takut jika David marah atau bertanya balik kenapa dia bertanya.
Fathan memang tau jika David memiliki dua anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Namun, Fathan belum pernah bertemu dengan keduanya.
Jadi, Fathan benar-benar tidak tau wajah anak David, dan saat acara pesta kemaren sungguh sangat disayangkan Fathan tidak bisa hadir karena tidak enak badan.
"Bukan, dia calon menantu saya, anak dari Adit," jawab David.
Ah Fathan baru ingat kejadian kemarin saat Adit meminta maaf pada Bayu karena hubungan anak Bayu dan anak David kandas karena anaknya.
'ah, aku harus bertemu sama anak Pak David dan Pak Adit, karena mereka kan bersahabat, barangkali yang aku liat di rumah Pak Bayu, waktu itu anak dari salah satunya,' batin Fathan.
__ADS_1
"Fathan." David kembali menegur Fathan karena dia malah melamun.
"Iya Pak ada apa?" Bukannya menjawab Fathan malah kembali bertanya pada David.
"Kamu kenapa malah ngelamun? apa ada masalah?" tanya David dan lagi-lagi Fathan menggeleng.
"Nggak Pak, saya cuma kecapean aja mungkin," jawab Fathan sambil tersenyum kikuk.
David dan Brian pun mengangguk, kemudian mereka keluar dari ruang rapat tersebut untuk kembali ke ruang kerja masing-masing. Fathan juga kembali ke kantor Bayu, yang letaknya bersebelahan dengan kantor David.
Dulu kantor Indra, Broto dan Panji cukup berjauhan, tapi karena para orang tua meminta untuk kantornya didekatkan agar kelak saat anak-anaknya saling membutuhkan maka bisa secepatnya anak-anaknya yang lain membantu.
Di sini David tetap mengelola bisnis Panji Wijaya dibantu oleh Adit sang Asisten, sedangkan Brian kini mengelola bisnis sang mertua dibantu oleh Arman ayah dari Neil, karena tidak ada yang mengelola kantornya selain dia, dan Bayu tetap mengelola bisnis Indra dibantu oleh Fathan sang Asisten.
Dulu yang membantu Broto dalam mengelola bisnisnya adalah Arman, tapi saat Broto tak bisa lagi ke kantor setiap hari karena usia yang sudah lanjut, maka beliau menyerahkan pada Brian.
Maka dari itu hubungan anak-anaknya sekarang semakin dekat, bahkan hingga ke cucu-cucunya. Itu karena Indra, Panji dan Broto ingin persahabatan mereka kelak abadi dan berlangsung hingga ke anak cucu.
Fathan keluar dari kantor David sambil mencari informasi keluarga David melalui ponselnya. Dia ingin mencari tau anak perempuan David, barangkali anaknya adalah wanita yang sedang dia cari.
Akan tetapi informasi yang ditunjukan hanyalah foto-foto saat anak-anak David masih kecil-kecil.
Fathan terlihat kecewa tapi dia tidak menyerah, karena dia yakin jika wanita yang dia cari adalah anak dari salah satu bosnya.
Dia pun mencari informasi tentang anak dari Adit, dan tiba-tiba kening Fathan mengkerut saat melihat foto Nia anak dari Adit.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~
__ADS_1