Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 127


__ADS_3

"Aku ke kamar dulu ya, Mas," pamit Yumna David.


David mengekori Yumna dari belakang.


Sesampainya di kamar Yumna langsung merebahkan tubuhnya di kasur, entah kenapa hatinya merasa sangat kesal, David mengkerut kan kening melihat Yumna yang terlihat kesal itu.


"Sayang, kamu masih marah sama aku?" David bertanya sambil mengelus punggung Yumna yang sedang berbaring memunggungi David.


"Aku nggak apa-apa mas," jawab Yumna tanpa menoleh pada David.


David menutup mata, menghela napas panjang dan menghembuskan nya pelan.


"sayang, masa kamu masih nggak percaya sama aku, aku serius nggak melakukan itu," tutur David.


"tapi mas, hati aku masih sakit dengernya," ujar Yumna.


"aku tau, maafin aku ya sayang, tapi beneran aku nggak lakuin apapun."


"aku tau, aku marah karena aku takut kehilangan kamu," jawab Yumna sambil memeluk tubuh David.


sedangkan tangan David terulur mengelus rambut panjang Yumna. David melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik istrinya itu.


David mendekatkan wajahnya pada wajah Yumna dan langsung mencium bibir Yumna lembut, bibir mereka saling bertaut, Yumna refleks mengalungkan tangannya pada leher David.

__ADS_1


David semakin gencar menjelajahi bibir Yumna yang selalu membuatnya ketagihan. Yumna terengah-engah, ciuman maut David membuatnya sempat kehabisan napas.


Perlahan ciuman David turun ke leher jenjang milik Yumna, menyesap hingga meninggalkan tanda kemerahan di sana.


"eugh...." Yumna melenguh.


David semakin menggila. suara Yumna yang terdengar seksi membuat hasratnya semakin bergejolak. David beralih menjilati belakang telinga Yumna, mengulum daunnya sehingga tubuh Yumna bergetar.


Tangan David tidak tinggal diam, bergelriya merayapi setiap jengkal tubuh indah istrinya itu.


David merebahkan tubuh Yumna dengan lembut, setelah Yumna berada di bawahnya David langsung melepaskan benang yang melekat pada tubuh Yumna, hingga kini dia sudah polos tanpa sehelai benang pun.


Setelah dia membuat Yumna polos, David berdiri dan melepaskan benang yang melekat padanya, kini David dan Yumna sama-sama polos.


David tersenyum melihat Yumna yang sedang on fire itu, David kembali melu*mat, dan menjilat bibir Yumna dengan sedikit menggebu.


Kemudian ciuman David berpindah ke gunung kembar milik Yumna, mengulum dan menjilat puti*ng merah muda Yumna dengan tangan kanan bermain-main di kli*toris Yumna.


Yumna semakin tidak karuan, dia menggeliat ke atas karena permainan David. Perlahan ciuman David turun ke perut Yumna yang sudah membuncit itu.


David mengelusnya lembut dan tersenyum.


Lalu beralih ke liat kenikmatan milik Yumna, David mencium liang itu sebelum menjilati nya.

__ADS_1


"Eugh.... maasss..." de*sah Yumna saat David menji*lati kli*toris istrinya dengan sangat buas. David memasukkan lidah di liang kenikmatan Yumna, membuat Yumna semakin melayang.


"Aaaahhh" de*sah Yumna saat lahar panas dalam dirinya berhasil keluar.


David tersenyum dan langsung menji*lati cairan itu tanpa rasa jijik, hingga habis tak tersisa.


Setelah puas bermain-main di liang kenikmatan itu, hingga istrinya mencapai puncak. David menggesekkan adiknya sebentar sebelum memasuki liang kenikmatan Yumna.


"Aaaah..." de*sah Yumna saat semua adik David masuk ke dalam miliknya.


David menggerakkan pinggulnya pelan sambil menutup mata menikmati milik Yumna yang terasa hangat dan nikmat.


Gerakan tubuh David semakin cepat dan napasnya menjadi tidak beraturan, keringat mereka menyatu. Yumna membenamkan wajahnya di dada bidang David, Yumna menji*lat dada bidang itu agar David segera mencapai puncaknya.


"aaaahhh mas... aku mau sampai..." racau Yumna saat dia merasakan ingin meledak untuk kedua kalinya.


"Bersama..eugh," David memompa semakin cepat hingga Yumna menggelinjang ke atas saat merasakan adik David menembus liang kenikmatan Yumna.


"Aaaaaahhhh," erangan panjang David saat merasakan cairan hangat menyentuh adiknya di dalam sana, merasakan denyutan milik Yumna.


David mencium kening, mata, pipi kanan kiri, dan bibir Yumna.


"Terima kasih sayang," ucap David, merekam saling melempar senyuman, rasa puas, kenikmatan, ditunjukkan lewat tatapan mereka yang saling menikam tersebut.

__ADS_1


Lalu David menjatuhkan diri di samping Yumna, memeluk tubuh istrinya itu dari belakang, dan mereka pun terlelap bersama karena kelelahan


__ADS_2