
"Kamu?" tunjuk laki-laki itu tepat ke wajahnya.
Tanpa pikir panjang saat laki-laki itu hendak mencekal pergelangan tangannya, Nia pun langsung berlari secepat kilat.
"Hey, tunggu," teriak laki-laki itu yang tak lain adalah Fathan.
Nia berlari seperti orang kesetanan demi menjauh dari Fathan, bahkan dia sampai meninggalkan mobilnya di supermarket tersebut agar Fathan tidak bisa melacaknya.
Dia terus saja berlari meski perutnya kini terasa sedikit nyeri, Nia ingin istirahat sejenak tapi saat dia menoleh ke belakang dan melihat Fathan semakin dekat.
"Kenapa dia masih ngejar gue sih," gerutu Nia, kemudian Nia kembali melanjutkan larinya, bahkan lebih cepat dari sebelumnya.
Sesampainya di tempat yang sepi, Nia tengok kanan kiri mencari tempat untuk bersembunyi, karena dia tidak akan sanggup lagi jika harus berlari, karena perutnya nyeri, dan saat dia menemukan sebuah warung kosong, dia pun masuk ke dalam warung itu untuk bersembunyi.
Nia masuk ke dalam warung tersebut dan bersembunyi di dalam warung itu sambil menutup mulutnya agar Fathan tidak bisa mendengar helaan napasnya.
Fathan yang ketinggalan jejak dari Nia menjambak rambutnya frustrasi. "Di mana sih wanita itu," teriak Fathan yang terdengar sampai ke dalam warung tempat Nia bersembunyi.
"Berarti wanita itu tau aku, tapi dia yang sengaja nggak kasih kabar setelah malam itu meskipun aku memintanya," kata Fathan kembali sambil mengedarkan pandangannya masih mencari keberadaan Nia.
Nia yang mendengar itu hanya terdiam bersembunyi di dalam warung yang tidak terpakai itu, dia harus sangat hati-hati karena warung itu letaknya tidak jauh dari Fathan.
'aduh, perut gue sakit, sabar ya sayang, kamu harus kuat dan jangan sampai kenapa-kenapa ya, Mamah cuma sembunyi sebentar kok dari laki-laki yang ingin memisahkan kamu sama papah,' batin Nia sambil mengelus-elus perutnya pelan.
__ADS_1
Fathan terus saja mencari Nia di daerah tersebut, dengan doa dan harapan dia benar-benar berharap bisa bertemu dan tau identitas dari wanita malam itu, agar bisa bertanggung jawab.
Sungguh dia bukanlah laki-laki breng*sek yang pergi gitu saja setelah merenggut kesucian dari seorang wanita, karena dia tau kalau itu adalah mahkotanya wanita.
Tidak akan mudah bagi wanita yang sudah tidak suci mendapatkan jodoh atau laki-laki yang bisa menerima apa adanya.
Nia sempat tersentak dan mengaduh pelan saat melihat seekor tikus sedang mendekatinya, ternyata suara Nia yang meski begitu pelan masih terdengar oleh Fathan yang kebetulan berada tak jauh dari sana.
Fathan menoleh dan merasakan ada pergerakan di warung yang gelap, yang letaknya tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Dia berjalan maju mendekati warung tersebut dengan sangat hati-hati dan pelan-pelan, agar orang yang bersembunyi di dalamnya tidak tau jika dia mendekat.
Fathan melangkah dengan pelan mendekati warung kosong tersebut, agar tidak menimbulkan suara apa pun. Namun, saat Fathan sudah berada di depan warung, seorang ibu-ibu datang menghampirinya.
"Hey, kamu ngapain di depan warung saya? kamu mau maling ya?" teriak ibu-ibu tersebut sambil membawa sapu lidi.
"Jangan banyak alasan, cepat pergi atau aku teriakin maling! biar semua orang datang dan ngegebukin kamu, pergi!" usir sang ibu-ibu membuat Fathan bingung.
Satu sisi dia masih ingin melihat warung kosong tersebut, tapi kalau dia tidak pergi maka dia akan diteriaki maling.
"Cepat pergi!" Lagi-lagi si ibu mengusir Fathan, dan mau tidak mau Fathan pun pergi.
Sebelum pergi dia sempat melirik pada warung kosong itu dengan sendu, kemudian dia pergi.
__ADS_1
Nia yang mendengar Fathan diusir oleh ibu-ibu, merasa sangat lega dan hendak keluar dari dalam warung itu. Namun, tiba-tiba saja perutnya kembali sakit, bahkan lebih parah dari sebelumnya.
Nia keluar dari dalam warung tersebut dengan tertatih, dan sangat hati-hati karena perutnya sangat sakit. Sang ibu-ibu yang tadi memarahi dan mengusir Fathan terkejut saat melihat Nia keluar dari dalam warungnya.
"Kamu ngapain di warung saya?" tanya ibu-ibu tersebut.
"Maaf Bu, karena saya lancang masuk ke dalam warung Ibu, tapi itu semua karena saya dikejar-kejar sama laki-laki tadi Bu, dia orang jahat, jadi saya takut," jawab Nia berbohong.
Lalu, sang ibu-ibu tersebut pun mengangguk percaya, Nia meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. "Mbak, kamu kenapa Mbak?" Ibu-ibu itu kembali bertanya.
"Perut saya sakit Bu, saya lagi hamil. Tolong saya Bu!" ucap Nia dengan terbata-bata menahan nyeri.
Ibu itu pun langsung memanggil orang-orang yang dia kenal untuk membantu Nia, dan Nia pun dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga setempat untuk diperiksa.
Sebelum Nia tidak sadarkan diri dia sempat meminta ibu-ibu itu untuk menelepon keluarganya dan meminta mereka untuk datang.
BERSAMBUNG...
Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏
Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂
__ADS_1
Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘
~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~