Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 189


__ADS_3

Sesampainya di bandara Doni turun lebih dulu kemudian membukakan pintu untuk Ayarra, dan dia pun mengayunkan tangannya mempersilakan Ayarra untuk turun.


Seperti seorang prajurit yang mempersilakan sang putri kerajaan turun dari kereta kencana, Ayarra turun dari dalam mobil sambil terkekeh melihat kelakuan Doni.


"Kamu apa-apaan sih Don, lebay banget sih," ujar Ayarra.


"Lebay gimana? kamu kan emang Tuan Putri-nya Bapak Bayu," jawab Doni semakin membuat Ayarra tertawa.


"Udah ah aku pergi dulu ya! Lima belas menit lagi pesawatnya berangkat." Ayarra hendak melangkahkan kakinya tapi dicegah oleh Doni.


"Kenapa? kan aku---." Doni tiba-tiba saja memeluk tubuh Ayarra.


"Sebenarnya aku nggak mau kamu pergi, karena sejujurnya aku masih cinta sama kamu Ay. Dan aku yakin kamu tau itu," ujar Doni.


"Tapi karena aku sadar kalau cinta tak selamanya saling memiliki. Jadi, aku akan mencoba menerimamu sebagai sahabat," sambung Doni.


Ayarra tersenyum dan melepaskan pelukan Doni. "Makasih ya Don, dan maafin aku. Karena aku nggak bisa membalas cinta kamu," kata Ayarra.


Doni mengangguk. "Aku nggak apa-apa, aku bisa tau lokasi kamu aja udah seneng banget. Jaga diri kamu baik-baik ya, dan tunggu aku dateng," ucap Doni.


"Yaudah kalau gitu aku pamit ya." Ayarra berjalan menghampiri Fathan yang ada dj belakangnya kemudian mengambil koper yang sedang dipegang oleh Fathan.


"Titip papah dan mamah ya Mas! langsung hubungi aku kalau ada apa-apa," ujar Ayarra pada Fathan dan laki-laki itu pun mengangguk.


"Iya Mbak, hati-hati ya," jawab Fathan.


"Jangan panggil Mbak dong! panggil Ayarra aja," kata Ayarra.


"Iya Ayarra ... Makasih dan hati-hati." Fathan memanggil nama Ayarra dengan canggung.


"Yaudah kalau gitu aku masuk dulu, bye semua, jaga diri kalian ya." Ayarra melambaikan tangannya ke pada Fathan dan Doni.


Fathan dan Doni pun membalasnya, dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis, Ayarra masuk ke dalam bandara itu.


Doni pun sama, matanya berkaca-kaca karena dia merasakan sedih, sebab harus melepaskan Ayarra untuk kedua kalinya.


Saat Ayarra sudah tidak lagi kelihatan, Fathan pun mengajak Doni untuk pulang, "Mas, ayok kita pulang!"


"Ayok!" Doni membuka pintu bagian belakang kemudian masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Fathan.


****

__ADS_1


Malam harinya, Arka sudah membukakan pintu untuk Nia masuk ke kamarnya, dan saat ini Nia sedang mandi di kamar mandi yang ada di kamar itu, sedangkan Arka sedang duduk santai di atas kasur sambil memainkan ponselnya.


Lima belas menit kemudian Nia pun keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, dan pakaian seksi. Nia melirik pada Arka gang sama sekali tidak menoleh ke arahnya.


Nia duduk di depan meja rias dan mulai menyisir rambutnya, kemudian memakai lipstik merah dan parfum.


Lalu, Nia berjalan mendekat ke arah Arka, saat Nia hampir sampai kasur. Arka yang sadar jika Nia mendekat langsung bangkit dari kasur dan berlalu.


"Kamu mau ke mana Ar?" tanya Nia bingung.


"Aku mau ke luar, kamu tidur aja ini udah malam," jawab Arka kemudian dia berlalu.


Melihat Arka pergi, Nia hanya bisa membuang napas kasar. "Nggak apa-apa, aku yakin besok kamu sudah bisa menerimaku dan anak kita Ar," gumam Nia.


Lalu, dia merebahkan tubuhnya ke atas kasur, dia merasa sangat lelah sekali hari ini, dengan kondisinya yang berbadan dua memang membuatnya gampang lelah.


Nia memijat pelipisnya yang terasa pusing, kemudian tanpa sadar dia pun terlelap.


Di lantai bawah Yumna yang lagi menonton televisi bersama David, terlihat kebingungan saat melihat Arka duduk bersamanya.


"Abang kenapa di sini?" tanya Yumna.


"Bukan gitu Bang, tapi kan malam ini---." Nia menghentikan ucapannya saat mihat asisten rumah tangga menghampirinya.


"Maaf Bu, di depan ada yang nyariin Mbak Alexa," kata sang asisten rumah tangga.


"Apa namanya Dimas BI?" tanya Alexa sambil menuruni anak tangga.


"Iya Mbak bener," jawab sang asisten rumah tangga itu.


"Yaudah biar aku aja Bi yang nemuin, Bibi tolong siapin minum aja ya dan bawa ke teras rumah!" kata Alexa.


"Sayang, kenapa Dimas datang malam-malam?" Yumna bertanya karena tidak biasanya Dimas datang malam-malam begini.


"Dia tadi belum sempat datang, dan dia mau ngenalin aku ke kakaknya yang baru datang dari Dubai," jawab Alexa kemudian berlalu ke luar untuk menemui Dimas.


"Abang, balik ke kamar gih! kasian Nia ditinggal sendirian," kata Yumna pada Arka.


"Aku masih mau di sini Mah, jangan paksa aku," jawab Arka santai sambil memakan kacang yang ada di atas meja.


"Tapi Bang---."

__ADS_1


"Udah Mah, biarin aja, ayok kita ke kamar aja! Ini udah larut banget," potong David, Yumna mengangguk dan mereka pun pergi meninggalkan Arka sendirian.


Setelah Yumna dan David pergi, Arka pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke luar rumah.


"Lu ngapain di sini?" tanya Alexa pada laki-laki yang dibawa oleh Dimas kekasihnya itu.


"Sayang, nggak boleh gitu sama calon Kakak ipar kamu," ucap Dimas membuat mata Alexa membulat sempurna.


"A-apa? kakak i-ipar?" kata Alexa terbata-bata.


"Iya sayang, kenalin ini kakakku yang baru saja pulang dari Dubai beberapa hari lalu namanya Gilang, apa kamu kenal sama kakakku sayang?" Dimas memperkenalkan kakaknya.


"Oh hai Kak, salam kenal namaku Alexa." Alexa mengulurkan tangannya pada Gilang tapi Gilang tidak menerima uluran tangan Alexa.


Gilang malah memalingkan wajahnya, hal itu membuat Dimas terlihat bingung. "Kak, kenapa nggak diterima uluran tangan pacar aku?" tanya Dimas.


"Buat apa? kakak udah pernah ketemu sama cewek yang nggak tau terima kasih ini. Udah ditolong bukannya bilang makasih malah marah-marah," ketus Gilang.


"Kalian udah pernah ketemu? kok nggak ada yang bilang sama aku?" tanya Dimas.


"Buat apa? Nggak penting juga," ucap Alexa dan Gilang bersamaan.


"Iya juga sih, kalian juga kan belum saling kenal," ujar Dimas sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Abang mau ke mana?" tanya Alexa pada Arka.


"Mau ke rumah om dan tante," jawab Arka singkat sambil melewati mereka.


"Tapi ini kan malam pertama Abang, kok malah pergi." Alexa langsung menutup mulutnya saat melihat tatapan tidak sukanya pada Alexa.


"Maaf," ucap Alexa.


Arka hanya menggelengkan kepalanya kemudian langsung menaiki motornya yang terparkir di dekat mobil.


"Wajarin aja sayang, dia kan nggak cinta sama Nia," ujar Dimas dan Alexa mengangguk.


"Kalau nggak cinta kenapa nikah?" tanya Gilang dengan nada ketus.


"Kak, ceritanya panjang, nanti aku ceritain di rumah." Dimas berbisik pada Gilang.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2