Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 152


__ADS_3

Keesokan paginya.


Yumna tengah memasak di dapur seorang diri, karena har ini adalah hari minggu, semua asisten rumah tangganya libur.


Yumna sengaja masak pagi-pagi sekali karena hari ini Diana dan Brian ingin berkunjung ke rumahnya.


Saat Yumna tengah asik memasak, tiba-tiba saja David memeluk dan mencium tengkuknya dari belakang. "Mas, apa-apaan sih, lepas! takut nanti ada orang," protes Yumna.


"Biarin aja, kalau ada yang liat, lagian suruh siapa liat," jawab David santai.


"Bukan yang liat yang salah, tapi kamunya yang nggak tau tempat. Udah tua juga masih aja centil ih," sungut Yumna.


"Biarin, ini karena aku terlalu mencintaimu."


"Gombal ih, udah sana pergi! aku mau masak dulu. Bentar lagi Brian dan Diana dateng," usir Yumna. Namun, bukannya pergi David malah semakin mempererat pelukannya.


Yumna dan David memang terkenal sebagai pasangan yang selalu romantis. meski umur keduanya tak lagi muda.


"Sayang kamu inget nggak waktu kamu mau lahiran Alexa, dulu?" tanya David.


"Iya aku inget, memangnya kenapa Mas?" jawab Yumna.


"Nggak kenapa-kenapa sih, kalau inget itu dada aku terasa saki, dan hanya itu masalalu kita yang nggak aku pingin ulangi." David menjawab dengan pelan.


"Yaudah nggak usah diinget Mas, fokus aja ke kehidupan yang akan datang," ujar Yumna dan David mengangguk.


David membalikan tubuh Yumna agar menghadapnya dan mengangkat dagu istrinya itu, kemudian dia mendekatkan wajahnya dengan Yumna.


Akan tetapi saat bibir keduanya ingin menempel, Alexa datang. Yumna langsung memalingkan wajahnya, sedangkan David terkekeh.


Alexa mengkerutkan kening bingung, saat melihat kedua orang tuanya seperti salah tingkah saat dia datang.


"Mamah sama Papah, kenapa?" tanya Alexa.


"Kenapa gimana sayang?" Yumna pura-pura tidak mengerti pertanyaan anaknya itu.


"Ya kalian keliatan kaya salah tingkah gitu, hayo, tadi Mamah sama Papah habis ngapain?" goda Alexa sambil mengedipkan satu matanya.


"Kalau mau buat adik buat aku dan abang, jangan di sini Mah, Pah. Sana di kamar aja!" Alexa terkekeh saat melihat wajah Yumna yang merona karena malu.


"Ssssttt. Kamu ngomong apa sih Al, ngawur aja." Setelah mengatakan itu David pergi. Namun, sebelum itu dia membisikan sesuatu pada Yumna.


"Urusan kita belum selesai, cepatlah selesaikan masakannya, aku tunggu di kamar," bisik David pada Yumna, kemudian berlalu meninggalkan dapur.


Alexa hanya terkekeh melihat kedua orang tuanya. "Jangan ketawa doang Al, sini bantuin Mamah, masak," kata Yumna dan Alexa langsung membantu Mamahnya memasak.

__ADS_1


Yumna dan David memang selalu mengajari anak-anaknya untuk mandiri. Walaupun mereka adalah aak orang kaya, tapi David tidak mau jika anaknya tumbuh menjadi orang yang semena-mena atau pemalas.


"Mah, hari ini kan ada lomba di kampus abang, kita ke sana yuk! katanya abang, mau nyanyi juga lho, tiga lagu lagi," ajak Alexa.


"Enggak ah sayang, kamu ajak Ayarra dan Nia, aja ya, soalnya nanti uncle dan tante Diana, mau datang," tolak Yumna.


"Yah, Mamah, tapi yaudah deh nanti aku ke sana sama Ayarra, aja," kata Alexa.


*****


Siang harinya, Ayarra dan Nia datang ke kediaman Alexa. Tadi mereka bertiga sudah membuat janji untuk pergi ke kampus Arka.


"Kalian jadi ke kampus Arka?" tanya Diana yang baru saja datang dan sedang mengobrol dengan Yumna dan David.


"Jadi dong Tan, aku pingin banget liat abang, nyanyi." Alexa menjawab dengan wajah berbinar.


Dia sangat tidak sabar melihat wajah tampan Arka saat bernyanyi dan bermain gitar.


"Kamu ini kenapa pingin banget liat abangmu, nyanyi sih?" tanya Diana kembali.


"Tante, nggak tau sih, abang, itu kalau di atas panggung gantengnya maksimal. Ganteng dan berwibawa, kaya Papah," puji Alexa pada abangnya itu.


"Yaudah deh, kalau gitu kita berangkat dulu ya Mah, Pah, uncle, Tante." Alexa berpamitan pada semuanya diikuti oleh Nia dan Ayarra.


"Hati-hati ya sayang, jangan berantem di sana. kasian abang, takut malu atau gimana kan," pesan Yumna pada anaknya itu, yang dijawab anggukan oleh Alexa, kemudian mereka pun pergi meninggalkan para orang tua.


"Iya, Arka, itu paling bisa pilih calon iatri. Walaupun dia anak dari Angel, tapi dia nggak mirip sama sekali sama mamahnya," jawab Brian asal. Membuat David langsung menoleh padanya.


"Brian, kita kan udah sepakat, kalau nggak akan bahas masalalu dan menyangkut pautkannya dimasa depan," tutur David.


"Tau nih, mulutnya ember bnget, kasian mereka Sayang, lagi pula Angel, juga udah sadar dan berubah kan," sungut Diana, Brian hanya terkekeh.


"Maaf maaf, kelepesan," jawab Brian seraya menggaruknya yang tidak gatal, sedangkan yang lainnya hanya menggeleng.


*****


Di tempat lain.


Ayarra, Nia dan Alexa tengah memperhatikan Arka yang sedang bernyanyi sambil bermain gitar. Senyum tercetak di wajah ketiganya, terlihat mereka sangat menyukai Arka yang sedang di atas panggung itu.


Arka terlihat sangat dewasa dan tampan, berbeda sekali dengan Arka yang di rumah, yang selalu bertingkah dan banyak gaya.


"Abang, ganteng kan Ay, beda banget kan kalau dia di rumah. itulah kenapa aku pingin banget ajak kalian ke sini," puji Alexa.


"Iya, dia keliatan berbeda," jawab Ayarra.

__ADS_1


"Tapi Ay, apa kamu nggak pernah cemburu sama Abang?" tanya Nia tiba-tiba membuat Ayarra dan Alexa menoleh padanya.


"Maksudnya gimana Ni?" Alexa tidak mengerti dengan pertanyaan yang diajukin ole Nia.


"Aku cuma tanya aja Al, apa Ayarra, nggak pernah cemburu sama abang, secara kan mereka saling berjauhan," kata Nia.


"Sejauh ini aku belum pernah sih cemburu sama Arka, karena dia selalu kirim pesan. video call dan lain-lain. Bisa dikatakan hampir setiap menit Arka ngabarin aku," terang Ayarra.


"Iyalah, abangku, itu kan bucin sama kamu. Kalau kamu nggak ada kabar aja dia langsung kalang kabut," timpal Alexa.


"Arka, romantis banget ya," kata Nia, Ayarra dan Alexa mengangguk.


Arka yang menyadari ada kekasih hatinya di sana langsung tersenyum pada Ayarra dan mengedipkan sebelah matanya ditengah-tengah dia bernyanyi.


"Idih kumat lagi aja banyak tingkahnya, tebar pesona banget sih," sungut Alexa membuat Ayarra terkekeh.


Baru juga Alexa memuji kakaknya, kini sudah memprotes tingkah Arka.


"Sok ganteng banget sih tu orang," ketus Alexa saat Arka memberikan kode i love you pada Ayarra sambil tersenyum.


Kedua kakak beradik itu, memang selalu seperti itu, kadang memuji, tapi serin juga mereka berdebat bahkan saling ejek.


Nia yang baru pertama kali diajak melihat Arka bernyanyi seperti ini, sangat terpaku. Dia memperhatikan Arka tanpa berkdip sedetikpun bahkan senyum penh bangga dan pujian terlihat jelas dari wajahnya.


Bahkan setitik air mata tiba-tiba saja, keluar dari matanya. Entah karena terpukau, atau karena dia terhanyut dengan lagu yang dibawakan Arka.


"Terima kasih." Arka mengucapkan terima kasih saat dia sudah selesai membawakan lagu tersebut dan hendak turun dari atas panggung.


Terdengar pula riuh tepuk tangan dari para penonton sekaligus peserta lomba.


Arka turun dari panggung dan menghampiri adik dan kekasihnya itu. "Aku seneng banget kamu dateng," ucap Arka sambil mengelus rambut Ayarra.


"Aku diajak sama Ale," jawab Ayarra.


"Ehem ... di sini masih ada orang Bang," ketus Alexa. Dia kesal karena Arka seperti orang yang tidak melihatnya sama sekali.


"Hehehe, iya iya. Makasih ya adikku yang paling cantik." Arka mencubit hidung Alexa gemas.


"Abang, tuh kebiasaan deh kalau ada Ayarra, aku selalu dilupain," sungut Alexa.


"Hahahah ... jangan ngambek dong! kalian udah makan belum? kita ke kantin dulu yuk!. Abang, dari tadi sibuk banget jadi belum sempet makan," ajak Arka.


"Aku ikut aja deh, tapi bang Yuda dan Neil ke mana?" tanya Alexa seraya mengedarkan pandangannya mencari Yuda.


"Dia pasti lagi kerjain yang lain, aau lagi ngecek perlombaan, yaudah ayuk!" Arka langsung menuntun Ayarra dan membawanya ke kantin. Di ikuti oleh Nia dan Alexa.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 😂


__ADS_2