Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Arka memohon untuk membatalkan pernikahan


__ADS_3

Braaakkkk


Arka mendobrak pintu ruangan David, kemudian dengan napas terengah-engah dia masuk ke dalam ruangan David.


David dan Brian yang ada di ruangan tersebut terkejut. David bangkit dari duduknya dan bertanya pada Arka, "ada apa ini Arka? kenapa kamu dobrak pintu Papah, kaya gitu?"


Arka melangkah mendekati David, kemudian meraung seperti anak kecil, "Pah, aku nggak mau nikah sama Nia, aku mohon batalkan pernikahan aku sama Nia Pah, aku nggak bisa hidup tanpa Ayarra."


Mendengar itu Brian merasa kasihan pada keponakannya itu, sedangkan David kesal, karena Arka berniat untuk lari dari tanggung jawab.


Plakkkk


David menampar pipi kanan Arka dengan wajah yang terlihat kesal dan marah.


David tau jika hidup dengan orang yang tidak dia cintai itu sakit, tapi bukankah Arka yang membuat semua ini terjadi.


"Kamu gila Arka, Papah juga nggak mau semua ini terjadi, tapi bukannya kamu yang membuat ini terjadi hah?" bentak David.


"Bukankah kalian memang melakukannya Arka? dan bukankah Neil dan Yuda juga mempunyai bukti kalau kalian memang melakukannya?" geram David.


"Iya tapi---."


"Tapi apa? cinta lagi? Arka, cinta akan datang seiring berjalannya waktu, lagi pula ini juga bukan mau Papah, tapi ini karena kesalahan kamu, tapi kenapa sekarang kamu mau lari dari tanggung jawab hah?" cecar David, dia tidak mengerti apa yang Arka pikirkan.


Sudah jelas-jelas dia melakukannya tapi Arka justru ingin lari dari tanggung jawab.


Arka yang tidak tau lagi harus apa langsung bersimpuh di kaki David, dia benar-benar ingin David membantunya untuk membatalkan pernikahan dia dan Nia.


"Pah, tolong mengertikan perasaan aku Pah, aku nggak bisa," jujur Arka.


David yang kesal menarik kerah baju Arka hingga dia kembali berdiri dan hendak memukulnya kembali. Namun, Brian menahannya. "Mas, udah Mas, dia masih anak-anak. Lagi pula ini masih awal buat dia, seharusnya Mas, kasih tau dengan cara baik-baik bukan dengan cara seperti ini," tutur Brian.


"Kamu nggak denger apa kata Arka, tadi Yan? dia mau lari dari tanggung jawab, gimana aku nggak kesel coba," kata David.


"Wajarkan Mas, karena dia harus menikah dengan wanita yang sama sekali nggak dia cintai," ucap Brian.


Brian lebih tau bagaimana mana Arka mencintai Ayarra, karena dia sering diceritakan oleh Yuda.


Bahkan dia juga soal cinta Yuda yang ditolak oleh Ayarra. Jadi, Brian pasti paham sekali dengan perasaan Arka saat ini.


"Arka, dengerin Om, kamu udah dewasa sayang, kamu harus paham apa itu tanggung jawab," tutur Brian sambil membantu Arka untuk duduk di kursi.


Sementara David hanya bisa menatap Arka dan Brian dengan napas yang masih memburu karena menahan kesal.

__ADS_1


"Arka, janin yang sedang tumbuh di dalam rahim Nia, itu darah daging kamu. Gimana bisa kamu berpikir untuk meninggalkan darah daging kamu sendiri bahkan sebelum dia lahir," sambung Brian.


Arka yang mendengar itu merasa dilema, dia menumpahkan kesedihannya dengan menangis di depan Yuda, Neil, Brian dan David tanpa malu-malu.


Dia benar-benar tidak bisa berpikir jernih karena dia sangat mencintai Ayarra, hanya Ayarra satu-satunya wanita yang dia cintai.


"Kamu harus bisa menjadi laki-laki bertanggung jawab Nak, meskipun sakit. Kamu harus bisa, karena ini semua terjadi juga karena kamu," ucap David pelan.


Sepertinya amarah David sudah mulai mereda hingga dia juga merasakan kesedihan, saat melihat Arka menangis seperti itu.


Dia kembali teringat saat dia menangis saat dipinta untuk tanggung jawab pada Nayla, tapi saat itu bukankah David tidak melakukan apa pun dan dia juga merasakan itu, sedangkan Arka? dia benar-benar melakukannya bersama Nia.


Bahkan Yuda dan Neil yang tadinya hendak menolak pernikahan ini pun mempunyai bukti saat malam itu.


"Benar Bang, kamu harus belajar menerima semua ini, karena kamu terlahir dari wanita dan kita juga punya adik wanita, Abang nggak bisa nyakitin wanita yang lainnya karena itu nggak adil," timpal Yuda.


Yuda meminta Arka untuk bertanggung jawab bukan karena dia mencintai Ayarra, dan senang dengan perpisahan ini. Namun, Yuda ingin Arka bertanggung jawab karena janin yang sedang Nia kandung.


Meskipun Yuda sangat mencintai Ayarra, tapi jika melihat mereka berdua seperti ini membuat Yuda ikut merasakan sakit.


"Apa aku benar-benar harus menikahi Nia? apa kalian nggak bisa membantu aku lepas dari situasi ini?" gumam Arka dengan lirih.


"Karena tanggung jawab maka jawabannya iya, yakinlah Arka, kamu akan bahagia jika berani bertanggung jawab," jawab Brian.


"Kalau aku nggak bahagia?" timpal Arka.


Arka hanya bisa memalingkan wajahnya dari David dan Brian. Ternyata sekuat apa pun dia meminta untuk tidak menikah dengan Nia, semuanya percuma.


"Yaudah aku permisi." Arka bangkit dari duduknya dan pergi.


***


Malam harinya di tempat lain.


Alexa sedang duduk di sebuah kafe dengan secangkir coklat hangat yang dia pesan saat dia datang.


Sesekali Alexa melirik pada jam yang melingkar di tangannya, dia tampak sedang menuggu seseorang.


Saat Alexa tengah fokus menunggu orang yang janjian dengannya, tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Dia mengambil ponsel yang ada di atas meja itu.


Ternyata itu pesan dari Dimas, orang yang sejak sejam lalu janjian dengannya.


"Sayang, maaf ya, kayaknya aku nggak bisa dateng karena mendadak ada perlu." Begitulah isi pesan dari Dimas.

__ADS_1


Alexa membaca pesan itu dengan bibir yang dimanyunkan. 'sudah satu jam aku nunggu dan dia baru kirim pesan sekarang? hebat banget sih,' batin Alexa kesal.


Dia pun bangkit dari duduknya dan pergi dari sana tanpa membalas pesan Dimas.


"Dasar semua jantan sama aja," gerutu Alexa.


Saat Alexa sibuk menggerutu sambil berjalan ke arah parkiran, tanpa sadar sebuah motor yang melaju sangat kencang hampir menabraknya. Jika saja lengan Alexa tidak ditarik oleh seseorang.


Alexa yang ketakutan saat melihat motor itu mendekat langsung memejamkan matanya, dan saat dia tersadar kalau dia tidak tertabrak bahkan seperti sedang tengkurap di kasur empuk.


Alexa langsung membuka matanya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat seorang pria tampan sedang di bawahnya sambil memberikan tatapan tajamnya pada Alexa.


Alexa yang tersadar langsung bangkit dan berdiri. "Dasar jantan! ngambil kesempatan dalam kesempitan," gerutu Alexa pelan tapi masih terdengar oleh laki-laki itu.


"Apa kata lu barusan?" tanya laki-laki itu dengan tatapan dinginnya.


"Lu pasti denger kan? jadi nggak perlu gua ulangi lagi," ketus Alexa.


"Dasar betina bukannya bilang makasih udah ditolongin dan bantuin gue berdiri, malah ngomel-ngomel nggak jelas." Laki-laki itu menimpali ucapan Alexa sambil meliriknya.


Alexa yang diperlakukan seperti itu langsung merasa kesal, dia menghampiri laki-laki itu dan menunjuknya. "Apa kata lu barusan? betina? emang lu kira gua ayam apa?" kesal Alexa.


"Emang," jawab laki-laki itu kemudian dia menaiki motor yang kebetulan ada di sebelah mobil Alexa.


"Heh, gua belum selesai ngomong sama lu," teriak Alexa karena kesal.


Akan tetapi laki-laki itu malah menyalakan motornya dan saat melewati Alexa dia mengacungkan jari tengahnya pada Alexa sambil tersenyum sinis.


Hal itu sukses membuat Alexa kesal. Dia melepas sepatunya dan hendak melemparkannya pada laki-laki tersebut.


Akan tetapi laki-laki itu langsung melajukan motornya dengan kencang sambil tertawa meledek pada Alexa.


"Dasar jantan ...." Alexa kembali berteriak karena kesal.


"Awas aja kalau ketemu lagi, eh tapi kalau bisa jangan sampe deh gue ketemu orang kayak gitu. O tu the gah banget," gerutu Alexa sambil memakai kembali sepatunya, dan masuk ke dalam mobilnya.


BERSAMBUNG...


Hai 👋 semoga suka ya sama ceritanya, jangan lupa kalau kalian sudah selesai membaca, tolong ya tinggalkan like and komennya 🙏


Kalau ada typo atau apalah itu yang mengganggu, harap di maklum ya 🙏 jempolku emang suka nakal 😂😂


Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love monggo dengan senang hati aku akan menerimanya 😂

__ADS_1


Bantulah author Somplak sedikit ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih 😘


~*Salam sayang Author Somplak Dikit*~


__ADS_2