Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Bab 14


__ADS_3

**POV BU NANI


Semenjak anakku Adam megenal wanita yang bernama Dahlia dia jarang di rumah.


Pulang bekerja dia langsung pergi entah kemana bersama Dahlia.


Aku tidak menyukai Dahlia karna dia seorang mahasiswi perhotelan yang saat itu sedang magang di sebuah hotel yang berada di kota.


Apalagi Dahlia tidak terlalu pintar urusan dapur itulah alasan utama aku tidak menyukai Dahlia.


suatu ketika Dahlia datang ke rumah meminta Adam mempertanggung jawabkan kehamilannya.


Seketika itu pula aku bertambah murka dengan Dahlia,berbagai cara aku lakukan supaya adam tidak menikahi Dahlia.


Aku menyarankan Adam membawa Dahlia ke dukun beranak untuk menggugurkan kandungan Dahlia.


Bujuk rayu ku lakukan mulai dari mencarikan Adam wanita yang jauh lebih cantik dari Dahlia,wanita yang pintar tentang urusan dapur.


Tetapi Adam bersikukuh untuk menikahi Dahlia.


Pernikahan Adam dan Dahlia pun di langsungkan di rumahku,tidak ada semangat sedikit pun aku dengan pernikahan yang mendesak itu.

__ADS_1


Aku terpaksa memenuhi keinginan Adam supaya merestui pernikahannya,dengan persyaratan Adam tidak boleh mengeluarkan uang sepeser pun.


Kedua orang tua Dahlia juga hadir saat itu,aku tidak ada menyapanya ataupun sekedar berbasa basi tidak aku lakukan.


Aku berharap ada kekacauan di acara tersebut supaya orang tua Dahlia bisa membawanya pulang.


Tapi semuanya baik baik saja kedua besanku tidak memperdulikan sikapku yang dingin dan kaku.


Suatu pagi aku melihat Dahlia memasak di dapur dan di bantu oleh maya,aku berniat mengerjainya supaya dia tidak betah di rumahku.


Setiap hari aku memarahinya tapi dia diam saja,aku pun kehabisan cara bagaimana membuatnya pergi dari rumah.


Adam memprotes tindakanku,sebenarnya aku tidak tega melakukan ini pada anakku sendiri.


Tapi rasa benciku terhadap Dahlia membuat anakku juga kena imbasnya.


Awalnya Bagas menolak menerima perkebunan Adam yang aku alihkan untuknya,tapi aku mengancamnya jika dia tidak mau menerima aku akan menjual semuanya,dan uangnya ku bagi rata juga untuk Bagas.


Dengan terpaksa bagas menerimanya dan dia hanya ingin mengambil sedikit saja untuk biaya perawatan.


Aku tidak setuju dengan perkataan Bagas akhirnya aku yang mengatur pembagian hasil tersebut,dengan begitu aku berharap Dahlia pergi meninggalkan Adam yang sudah tidak punya apa apa lagi.

__ADS_1


Ternyata aku masih belum berhasil membuat Dahlia pergi dari rumah,entah terbuat dari apa hati perempuan tersebut.


Suatu hari aku mendengar percakapan Dahlia dan Adam bahwa Dahlia ingin periksa kandungannya ke puskesmas.


Di situ otak kotorku mulai bekerja sengaja aku memancing emosi Dahlia,semula dia diam saja.


Setelah aku mengatakan bahwa anak yang di kandungnya bukan darah daging putraku,di situlah Dahlia menjadi murka.


Bentrok mulut pun terjadi, aku tersenyum dan berhasil membuatnya pergi dari rumah.


Dengan begitu aku berpikir bahwa Adam tidak akan ikut Dahlia pulang ke rumah orang tuanya.


Ternyata aku salah Adam tetap ikut dengan istrinya,


Saat itu aku merasa terbebas dari Dahlia yang membuat tensi darahku naik,sampai Dahlia melahirkan aku tidak menjenguknya.


Sampai saat Adam dan Dahlia berpamitan ingin pergi merantau aku masih biasa saja,aku berpikir dengan perginya mereka uang dari hasil kebun Adam bisa aku miliki seutuhnya.


Tapi aku salah.... baru satu bulan mereka merantau aku merasa yang hilang dari hidupku... semakin hari aku semakin merindukan mereka.


Kesehatanku sempat drop hingga Maya dan bagas tinggal bersamaku.

__ADS_1


__ADS_2