Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Chapter 114


__ADS_3

Satu hari kemudian, karena kondisi David, sudah membaik dan tidak ada lagi keluhan dalam lukanya. Hari ini dia diijinkan untuk pulang dan Yumna kini sedang merapikan semua perlengkapan David.


"Aku nggak sabar pingin belah duren," ujar David. Yumna, yang tengah merapikan perlengkapan David langsung menoleh padanya.


"Nggak tau malu banget sih, Mas," ketus Yumna.


"Lho, nggak tau malu kenapa? memangnya kamu tau belah duren itu apa?" goda David.


"Padahal dulu kamu nggak tau lho belah duren itu apa," sambung David sambil mengedipkan satu matanya.


Yumna, yang sudah tersipu malu dan pipinya sudah bersemu merah langsung melemparkan kaus tepat ke wajah tampan David.


David mengambil kaus itu sambil terkekeh, dia merasa dunianya kini sudah kembali hidup. Bunga dalam hatinya yang tadinya layu kini kembali bermekaran.


Hidupnya kini benar-benar kembali berwarna. Seperti saat pertama kali dia dan Yumna memadu kasih, semuanya terasa begitu indah apa lagi sekarang ada Arka, di tengah-tengah mereka yang menjadi pelengkap dari cinta mereka yang abadi.


"Sayang apa besok kita bisa langsung adakan pesta?" tanya David.


"Nggak usah Mas, lebih baik ganti acaranya dengan pengajian bersama anak yatim. Lagi pula kamu kan masih butuh istirahat." Yumna menjawab pertanyaan David sambil membuang beberapa bungkus makanan.


"Tapi kan kita sudah merencanakan semua itu, pengajian beda lagi aja," ucap David.


"Nggak apa-apa Mas, adain pengajian aja itu udah lebih dari cukup," kekeuh Yumna.


"Dav, semuanya udah beres ayok!" ujar Adit yang baru saja datang dan dia langsung membantu Yumna membawakan kopernya.


Adit, berjalan lebih dulu kemudian diikuti oleh Yumna, dan David. Sesampainya di parkiran Yumna membantu David untuk duduk lebih dulu kemudian dia.


"Mau pulang ke mana ini?" tanya Adit.


"Ke rumah aku aja Mas," jawab Yumna.

__ADS_1


"Kalian mau tinggal di rumah, Pak Indra?" Adit terlihat kebingungan.


"Iya, tapi hanya beberapa hari, habis itu kita akan tinggal berdua di apartemen gua, Memangnya kenapa?" terang David.


"Nggak, gua cuma nanya aja." Setelah mengatakan itu Adit, langsung melajukan mobilnya menuju rumah Yumna.


Dua puluh menit kemudian mereka pun sampai di kediaman keluarga Indra Kusuma. David, turun dari mobil dibantu oleh Yumna dan Adit.


"Papah." Arka yang kebetulan sedang bermain diperkarangan rumah langsung memeluk kaki David.


David terkekeh, dia berjongkok kemudian meraih Arka untuk digendong.


"Yey, Papah udah sembuh," teriak Arka kegirangan.


"Papah, kita main yuk!" sambung Arka, membuat David dan Yumna terkekeh.


"Sayang, Papah baru saja pulang. Papah, butuh istirahat dulu, besok aja ya mainnya." Yumna memberikan pengertian pada Arka.


Arka memperhatikan David, dari ujung kaki sampai kepala. "Tapi papah, udah nggak disuntik," ucap Arka.


"Arka main sama aunty aja yuk! Papah David, kan baru saja pulang," anak Nayla sambil mengulurkan tangannya pada Arka.


Arka menerima uluran tangannya, dia mengambil tubuh Arka yang berada di gendongan David. Kemudian dengan sengaja dia menyentuh dada bidang David.


David terkejut dengan keberanian yang ditunjukkan Nayla. Matanya melotot ke arah Nayla, tapi orang itu malah tersenyum sok manis.


Setelah memberikan senyuman menyeringai Nayla, membawa Arka masuk ke dalam rumah.


"Ayok sayang!" David langsung menggenggam tangan Yumna.


"Selamat datang Dav," ucap Indra.

__ADS_1


"Terima kasih Pah," jawab David.


"Mau ngopi dulu di sini atau langsung istirahat aja?" tanya Indra.


"Maaf, Pah, kayanya aku langsung ke kamar aja ya, masih sakit semua badanku." David menjawab dengan raut wajah yang di buat sesedih mungkin.


"Dav, kalau gitu gua langsung cabut ya!" pamit Adit.


"Lho, ngopi dulu aja, Dit." Indra menahan kepergian Adit.


"Ah, nggak usah, Om, lain kali aja, kerjaan Adit, banyak banget soalnya," tolak Adit.


Indra pun mengangguk, lalu Adit pun berjalan keluar. "kalau gitu aku sama Yumna, ke kamar dulu ya, Pah," pamit David.


"Iya, kalian istirahat aja dulu! Pasti kalian capek," jawab Indra.


David tersenyum penuh arti kemudian berjalan ke kamar diikuti oleh Yumna.


Sesampainya di depan kamar David, langsung menggendong tubuh Yumna bridal.


"Mas, katanya badan kamu masih sakit," pekik Yumna saat tiba-tiba David menggendongnya.


"Memang, makannya aku butuh obat," jawab David sambil berjalan ke kamar.


"Ya nggak usah di gendong juga kali akunya, obatnya juga ada di tas," tutur Yumna.


"Obatnya kan kamu," jawab David sambil menutup pintu kamar menggunakan punggungnya.


Seketika Yumna, merasa gugup saat melihat gai*rah Dimata David.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Lanjut nanti ya ka 🙏


Harap di maklumi disini lagi hujan deras dari pagi. Ngeri copas lama-lama


__ADS_2