
"Iya mah, aku baik-baik aja kok di sini, mamah sama papah tenang aja kok," ucap Ayarra.
Saat ini dia sedang melakukan panggilan telepon pada Bayu dan Angel. Kedua orang tuanya itu sangat khawatir pada Ayarra saat mendengar jika Arka sedang berusaha mencarinya.
"Tapi nggak ada yang ke sana kan sayang?" tanya Angel pada Ayarra.
"Maksudnya? emang siapa yang mau ke sini?" Bukannya menjawab Ayarra malah kembali bertanya.
"Ah ... Nggak ada kok, pokoknya kamu baik-baik di sana ya sayang, jangan lupa makan, jangan lupa jaga kesehatan ya!" pesan Angel dan Bayu.
"Iya mah, pah, tenang aja. Yaudah kalau gitu udah dulu ya pah, mah, aku mau anter opah ke rumah sakit dulu," kata Ayarra.
"Apa opah kamu sakit sayang?" Bayu bertanya karena merasa khawatir.
"Nggak, cuma mau chek kesehatan aja kok, yaudah kalau gitu. Udah dulu ya mah, pah, love you," jawab Ayarra kemudian dia langsung mematikan sambungan telepon itu.
Setelah sambungan teleponnya terputus, Ayarra terdiam, dia memikirkan ucapan Angel. 'nggak ada yang ke sini? emangnya siapa yang mau ke sini?' batin Ayarra bertanya-tanya.
"Apa mungkin Arka? ah nggak mungkin, dia sekarang kan udah jadi suami orang, pasti mereka udah bahagia di Indonesia," gumam Ayarra.
Lalu, dia pun meletakan ponselnya di atas nakas dan bergegas ke luar kamar untuk mengantar Indra kontrol ke rumah sakit.
***
Sementara itu di Indonesia, semua keluarga David sedang dibuat bingung dengan kedatangan Fathan bersama Andrian.
__ADS_1
Informan yang membantu Fathan selama ini, sekaligus sahabat temannya.
"Selamat pagi menjelang siang Pak David, dan Ibu Yumna, apa kabar?" sapa Fathan pada David dan Yumna dengan tersenyum sangat manis.
"Siang, kabar kita baik, ada apa Fathan kamu datang ke sini? apa ada masalah?" kata David.
Tak berselang lama pandangan semua mata tertuju pada Arka yang menuruni anak tangga, dan di belakangnya ada Nia.
Fathan langsung melemparkan senyumannya pada Nia, tapi Nia justru terlihat tegang saat melihat Fathan berada di sana.
Akan tetapi Nia tetap memberanikan diri untuk turun ke lantai bawah.
"Fathan kamu belum jawab pertanyaan saya!" ujar David.
"Ah, iya Pak, saya akan jawab setelah semuanya hadir," jawab Fathan santai sambil melirik pada Nia.
"Maksudnya?" tanya Arka.
"Sudah saya bilang sebaiknya Anda di sini jika ingin tau," jawab Fathan.
Entah kenapa Arka pun mengikuti ucapan Fathan, dia pun duduk di samping Yumna dan David, sedangkan Nia terlihat gelisah dan menerka-nerka apa yang akan Fathan lakukan.
Mengingat ancaman Fathan tempo hari membuat Nia merasa khawatir, dan takut jika itu bukanlah ancaman belaka.
"Sebenarnya ada apa sih Mas? dan kita lagi nunggu siapa?" tanya Yumna pada David.
__ADS_1
"Maaf Bu, saya lagi nunggu Ibu Angel, Bapak Bayu, Ibu Nayla dan Bapak Adit," jawab Fathan.
"Kenapa mamah dan papah juga ke sini? memangnya apa yang mau kamu bicarain? Kalau emang soal kerjaan kenapa nggak kamu bicarakan aja di kantor," timpal Nia tiba-tiba dengan suara sedikit terbata-bata karena khawatir akan sesuatu.
"Sebentar lagi juga mereka akan ke sini kok, jadi harap bersabar ya!" ucap Fathan.
Lalu, tak berselang lama suara mobil memasuki perkarangan rumah David, disusul dengan suara Angel dan Nayla yang bertanya akan undangan yang Fathan berikan pada mereka tadi pagi.
Fathan terkekeh saat melihat wajah panik dan khawatir Nia.
'sebenarnya ada apa sih ini? apa laki-laki ini bakal ngomong soal malam itu? nggak ... Nggak mungkin, dia nggak punya bukti soal malam itu, jadi aku bisa ngelak kan?' batin Nia.
"Fathan, ada apa sih? kenapa kamu ngundang kami ke sini?" tanya Bayu saat baru saja masuk ke ruang tamu.
"Duduk dulu Pak! kita akan bicarakan setelah semuanya duduk dan siap mendengarkan." Fathan mempersilakan Bayu dan lain untuk duduk di atas sofa.
Hal itu membuat Yumna terheran-heran, dia menatap Fathan dengan penuh tanda tanya. Begitu juga dengan Alexa yang sejak tadi berada di sana, dia sampai tidak jadi berangkat sekolah karena penasaran dengan kedatangan Fathan dan apa yang ingin laki-laki ini katakan.
Sebab sepertinya ini sangat penting, karena dia sampai meminta semua anggota keluarga untuk hadir, bahkan Bayu, Adit, Angel dan Nayla sekalipun.
"Bisa tolong katakan apa yang mau kamu katakan? karena aku udah nunggu dari tadi, bahkan aku nggak jadi berangkat sekolah karena ini," ketus Alexa.
"Ok baiklah, jadi gini, kedatangan saya ke sini untuk memberitahukan sesuatu tentang---." Fathan menggantung ucapannya dan melirik pada Nia, membuat semua orang beralih menatap Nia.
Sementara Nia yang ditatap seperti itu oleh Fathan, memalingkan wajahnya.
__ADS_1
'semoga bukan masalah malam itu yang dia maksud, aku harus cari cara biar dia nggak ngomong apa pun hari ini.' Nia kembali membatin dan berpikir.
BERSAMBUNG...