
Rudi melihat layar monitor di laptopnya di lihat kegiatan siska sedang menikmati makanan yang sudah di siapkan oleh herman.
Sambil menikmati makanannya terlihat siska sedang mencoba menelpon seseorang,Rudi memperbesar volume suara laptopnya
Rudi bisa mendengar jelas Siska bicara berkat kerja herman siska tidak tahu jika di kamar hotel sudah terpasang alat yang bisa menyadap suara siska.
"laki laki misterius ini kenapa tidak bisa di hubungi,kemana saja dia tidak datang menemui ku, apa maksudnya aku di kurung di sini "
Rudi bersandar di kursinya sambil mengamati siska.
[Herman....! cari Adam sampai ketemu,suruh lah orang terbaikmu menculiknya lalu masukkan dia ke kamar hotel di mana siska berada]
Rudi menelpon Herman
[baik tuan]
Terdengar suara herman di seberang telpon.
"Siska.... aku bisa saja melenyapkan mu kapan saja aku mau,tapi kamu adalah senjataku untuk aku bisa mendapat Dahlia seutuhnya ..."
Rudi bicara sendiri sambil menatap layar laptop yang menampilkan kegiatan siska.
Setelah satu jam terlihat Adam masuk ke kamar hotel,Siska dan Adam sama sama ternganga melihat satu sama lain.
Rudi terus mengamati keduanya
"Siska !"
Suara Adam nyaris tidak terdengar dari layar monitor
"Adam,bagaimana kamu bisa di sini ?"
Siska terlihat sangat heran
"Ini pasti kerjaan dua pria yang ...."
Terlihat siska tidak melanjutkan ucapannya
__ADS_1
"Dua pria ?"
Adam mengernyitkan dahinya ketika siska mengatakan dua pria
"maksudku bagaimana kamu bisa tahu aku di sini ?"
Terdengar siska meralat kata katanya.
"Aku di bawa orang orang tidak aku kenal,mereka mengatakan jika seseorang pengusaha ternama ingin bertemu denganku,namanya Pak Anggra"
"Ternyata kamu telah membayar beberapa pria untuk membawaku ke sini dengan mengatasnamakan orang lain,
hebat kamu siska !"
Adam kembali berkata terdengar suaranya tertahan karena amarahnya dengan Siska.
"Kau menuduh aku yang menculik mu? aku sendiri di sini di tawan Adam,aku kira kamu akan datang menyelamatkanku !"
Siska mulai terpancing emosinya mendengar tuduhan Adam.
Rudi yang masih menyaksikan cekcok mulut antara siska dan Adam merasa senang,Adam tidak pernah tahu jika Anggra itu adalah nama depannya.
Rudi Menelpon Herman
[herman buat pintu kamar hotel itu saat ini normal kembali,hingga siska juga bisa mengaksesnya "]
Herman:
[Baik tuan !]
Rudi tersenyum puas di sandarkan kepalanya di kursi matanya di pejamkan sambil mendengarkan percakapan siska dan Adam yang terekam kamera pengintai yang terpasang di berbagai sudut kamar hotel.
*
Sementara di kamar hotel Adam masih terus berseteru dengan siska dirinya tidak terima telah di tipu siska habis habisan.
Siska juga membantah jika dirinya sedang di tawan dan tidak bisa keluar dari kamar hotel
__ADS_1
"Sudah aku katakan Adam,jika aku juga tawanan di sini,aku tidak bisa membuka pintu hotel ini kecuali Herman dan Ru...."
Siska tidak melanjutkan ucapannya.
"herman? siapa itu herman ? dan satu lagi siapa kenapa tidak kamu katakan dengan jelas ?"
Adam mulai curiga ketika mendengar siska menyebut nama herman
"Jangan jangan kamu telah sengaja menipuku dengan kehamilan mu dan anak yang perutmu adalah anaknya herman "
Adam menyipitkan tatapannya ke arah siska
Siska mulai gelagapan jika dirinya bersikeras mengakui Adam ayah biologis anak sudah pasti dirinya kehilangan Rudi yang tajir melintir,apalagi Rudi jelas jelas telah mengakui jika dirinya ayah biologis dari anak yang di rahimnya.
"Adam ... apa yang harus aku katakan padamu ? aku tidak memaksamu untuk bertanggung dengan anak yang saat ini masih belum lahir
Jangan pernah kamu mencari jika suatu saat nanti aku telah di miliki oleh orang lain "
Siska berkata penuh percaya diri
"Aku tidak pernah menyesal kehilangan kamu siska justru aku bahagia karna aku bisa memperbaiki hubunganku dengan Dahlia yang saat ini goyah karena ulah mu!
"adam! kita melakukan hubungan terlarang itu atas dasar suka sama suka tidak ada unsur paksaan!"
Siska tidak mau kalah bicara.
"Kamu dulu yang merayuku dan memancing gairahku seekor kucing tidak akan menolak di beri tulang ikan asin,apalagi kalau di suguhkan dengan ikan segar"
Adam bicara dengan nada ejekan yang merendahkan martabat siska .
"Berani sekali kamu menghinaku Adam!"
Siska hendak melayangkan tangannya ke arah Adam seketika adam menangkisnya.
Adam mencekal lengan siska dan segera melepas dengan kasar,Adam pun segera melangkah menuju pintu kamar hotel.
"percuma Adam,kita tidak akan pernah bisa keluar dari sini sebelum ada orang yang membukanya"
__ADS_1
Adam tidak memperdulikan ucapan siska di tariknya gagang pintu, siska ternganga ternyata pintu itu bisa terbuka dengan mudah.