
Nia pergi ke klinik dengan perasaan yang campur aduk, tubuhnya sedari tadi berkeringat meskipun AC mobil menyala. Jantung Nia berdegup kencang, ada rasa khawatir yang Nia rasakan saat teringat kata-kata yang dilontarkan Fathan padanya.
'apa dia tau sesuatu?' batin Nia bertanya-tanya. Dia benar-benar merasa sangat gelisah setelah bertemu dengan Fathan.
Nia kembali mengingat semua yang terjadi pada malam itu, dia berharap tidak ada bukti yang Nia tinggalkan pada malam itu.
"Sudah sampai Mbak," ujar sang sopir yang menemani Nia, membuat Nia yang sedang melamun terkejut dibuatnya.
"Iya kenapa?" tanya Nia.
"Sudah sampai Mbak," ucap sang sopir.
Nia mengkerutkan kening dan melihat ke luar jendela, ternyata dia memang sudah sampai di klinik yang dia janjikan pada Nayla.
Nia tersenyum pada sang sopir dan ke luar dari dalam mobil, Nia mengambil ponselny yang ada dalam tas, kemudian dia mengirimkan pesan pada Nayla.
"Mamah di mana?" tanya Nia dalam pesan tersebut.
"Mamah, udah di dalam sayang, kamu langsung ke klinik kandungan aja," balas Nayla dalam pesan itu.
__ADS_1
Nayla memasukan kembali ponselnya ke dalam tas, kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam loby rumah sakit, dan mencari klinik kandungan.
Sesampainya dia di depan klinik kandungan, Nayla melambaikan tangannya pada Nia. Nia tersenyum dan berjalan perlahan menghampiri Nayla.
"Mamah, udah lama nunggunya?" tanya Nia.
"Nggak, belum lama kok. Tadi Mamah udah daftarin kamu, jadi, kamu tinggal tunggu nama kamu dipanggil aja," terang Nayla dan Nia mengangguk.
Tak berselang lama, nama Nia pun dipanggil. Nia beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke ruang pemeriksaan diikuti oleh Nayla.
Saat memasuki ruangan tersebut, mata Nia membulat dan langkahnya terhenti, saat melihat Dokter yang duduk di sana. "Sayang, kok malah ngelamun. Ayok duduk!" ujar Nayla membuat Nayla langsung tersadar dari lamunannya.
Dokter yang melihat kedatangan Nia tersenyum padanya, dan mempersilakan Nia duduk. "Hallo Mbak, apa kabar? gimana kandungannya?" tanya Dokter tersebut, membuat Nayla mengkerutkan kening.
"Dokter tau kalau anak saya hamil? tau dari mana?" tanya Nayla bingung.
"Iya, satu bulan yang lalu Mbak-nya ini datang ke klinik saya, dan saat diperiksa ternyata beliau sedang mengandung, dan usia kandungannya satu bulan," jawab sang Dokter.
Nayla semakin dibuat bingung oleh jawaban dari sang Dokter, pasalnya Dokter yang menjelaskan tentang kandungan Nia waktu itu Dokter yang berbeda, dan dia bilang jika kandungan Nia baru beberapa minggu.
__ADS_1
"Dok, apa usia kandungan bisa berubah-ubah?" Nayla kembali bertanya karena dia masih bingung.
"Bisa, bisa lebih cepat atau lebih lambat, semua tergantung pada perkembangan si janin, itu juga yang terkadang membuat calon ibu bingung, tapi jangan khawatir! Yang diitung tetaplah hasil dari HPHT, kecuali jika sang calon ibu lupa, maka diitung dari USG pertama kali di trimester pertama, tapi untungnya Mbak ingat HPHT." Sang Dokter menjelaskan panjang lebar, Nayla pun mengangguk.
Meskipun hatinya merasa ada yang janggal, tapi itu akan Nayla cari tau sendiri.
"Silakan Mbak berbaring!" Perawat mempersilakan Nia untuk berbaring di atas brankar.
Nia menurut, dia naik ke atas brankar dengan sangat hati-hati, dan berbaring di atas brankar tersebut.
***
Setelah selesai di periksa dan Nia pun diberikan resep vitamin dan lain-lain. Nayla dan Nia pun pamit.
Di luar, Nayla menatap ke arah Nia, seolah ingin bertanya sesuatu. Namun, bingung mulai dari mana, karena dia takut akan menyakiti hati anaknya. Jika dia menanyakan pertanyaan yang sedang dia pikirkan.
"Kamu tunggu di sini, jangan banyak gerak! Biar Mamah aja yang nebus resep obatnya," perintah Nayla kemudian dia pun pergi meninggalkan Nia untuk menebus obat.
"Kenapa harus Dokter itu sih yang periksa," gumam Nia.
__ADS_1
BERSAMBUNG...