Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
David terluka part 3


__ADS_3

Di kediaman keluarga Indra.


Yumna berjalan dengan gelisah, ini sudah dua jam tapi David masih tidak mengangkat telponnya.


Pikiran-pikiran negatif mulai menguasai Yumna, dia takut bila terjadi sesuatu pada David.


Saat Yumna tengah asik dengan lamunannya, ponselnya yang tergeletak di atas kasur berdering.


Yumna melangkah dan mengambil ponsel itu, terpampang nama Adit disana, kemudian dia menggeser tombol hijau.


"Hallo."


📞"Yumna, emm. . ." diseberang sana Adit menoleh pada Ajeng dan Panji karena sebenarnya dia tidak tega mengabari Yumna. Namun, Ajeng menyuruhnya untuk memberitahu kondisi David.


"Ada apa, Mas?" Yumna kebingungan.


📞"Yumna, David, sekarang ada di Rumah Sakit," jawab Adit dengan perasaan tidak tega.


"Apa? Mas David, sakit apa?"


📞"Dia tadi diserang, Yumna."


"Dirawat di mana, Mas David?"


📞"Rumah Sakit Melati."


"Ok, aku kesana sekarang, Mas." Setelah mengatakan itu Yumna langsung mematikan sambungan telponnya.


Yumna mengambil tasnya yang ada diatas meja, dia berjalan keluar kamar dengan langkah lebar.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Indra yang kebetulan berpas-pasan dengan Yumna di tangga.


"Aku, mau kerumah sakit, Pah," jawab Yumna dengan air mata yang mulai mengalir perlahan dipipinya.


"Siapa yang sakit?"

__ADS_1


"Mas David, Pah, dia dirawat di Rumah Sakit melati." Yumna menghapus air matanya, sedangkan Indra mengelus pundak Yumna.


"Papah, ikut ya!" ucap Indra dan Yumna mengangguk, lalu mereka pun berjalan keluar.


Sepanjang perjalanan Yumna menatapnya keluar jendela dengan derai air mata yang terus saja mengalir. Ia sangat khawatir dengan kondisi David.


"Sayang, udah dong! jangan nangis terus, doain aja semoga David nggak apa-apa." Indra menenangkan putrinya seraya mengusap tangan Yumna.


"Tapi, aku takut, Pah," lirih Yumna.


"Jangan takut, David orang yang kuat, Papah tau dia." Indra lagi-lagi menenangkan hati putrinya.


Tak berselang lama mereka pun sampai di Rumah Sakit dimana David dirawat. Yumna berjalan masuk dengan langkah lebar meninggalkan Indra.


Indra menggeleng melihat putrinya, dia sangat memahami apa yang Yumna rasakan.


Mendengar orang yang kita cintai kenapa-kenapa memang sangat menyakitkan.


Indra pun pernah merasakannya saat mendengar gosip palsu yang mengatakan kalau anak dan istrinya meninggal karena kecelakaan.


Yumna mencari kamar dimana David dirawat, dan setelah menemukannya dia langsung masuk tanpa permisi.


"Mas David." Saat masuk mata Yumna langsung terfokus pada laki-laki yang sedang terbaring lemah diatas berankar itu. Di samping David ada Ajeng, sedangkan di sofa ada Adit, Brian dan Panji.


Yumna menghampiri David, air matanya pecah saat dia melihat kondisi David.


Ajeng berdiri dan mengusap punggung Yumna lembut.


"Sabar, Yumna, David, nggak apa-apa, dia hanya butuh istirahat," ucap Ajeng, tapi Yumna tetap menangis tersedu-sedu.


Bagaimana mungkin Yumna bisa sabar ketika melihat orang yang sangat ia cintai, terbaring lemah dengan segala obat penunjang hidup seperti ini.


Tentu saja pikiran-pikiran negatif itu ada, Yumna menatap wajah David dengan sendu. "Bangun, Mas," lirih Yumna seraya mencium kening David.


Indra masuk ke ruang rawat David, matanya langsung terfokus pada David. Namun, Indra menghampiri sahabatnya, Panji.

__ADS_1


"Kenapa, David bisa seperti ini? apa dia korban perampokan?" tanya Indra pada Panji.


"Bukan, sepertinya dia korban penyerangan dari orang yang tidak menyukainya," jawab Panji, Indra mengangguk paham.


Di dalam dunia bisnis memang sering terjadi hal seperti ini.


Yumna yang duduk tepat di samping David masih menangis tersedu-sedu, dia merasa khawatir dengan kondisi suaminya.


Walaupun ibu mertuanya bilang kalau David hanya butuh istirahat, tapi melihat kondisi saat ini membuat Yumna khawatir.


"Yumna, sayang, udah jangan nangis lagi! kamu dengerkan, David hanya butuh istirahat, dia nggak apa-apa," ucap Indra.


"Lagi pula, suamimu ini orang yang sangat kuat, lihatlah besok pasti dia akan sadar," sambung Indra.


Yumna tersenyum tipis pada Papahnya, dan kembali menatap wajah David.


"Pah, cari dalang dibalik semua ini, aku nggak mau dia lepas siapapun orangnya," ucap Yumna pada Indra.


"Iya, sayang, Papah akan berusaha cari dalang dari kejadian ini." Indra mengusap punggung Yumna lembut, memberikan kekuatan dari usapan itu.


"Mah, lalu pernikahan Kaka ipar dan, Mas David bagaimana?" tanya Brian tiba-tiba membuat Yumna menoleh ke arah mereka.


BERSAMBUNG....


hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏 kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰


maaf ya akhir-akhir ini up nya gak teratur, bukan aku nggak peduli sama kalian.


tapi aku lagi gak enak badan, rasanya remuk jantungku.


eh maksudnya badanku, jadi maaf ya 🙏


insyallah sekarang aku mulai aktif lagi.


yuk dukung terus Yumna dan David.

__ADS_1


__ADS_2