Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Mencurigakan


__ADS_3

David menatap Nayla intens, sedangkan Nayla langsung menunduk. Yumna memperhatikan keduanya sambil mengkerutkan kening.


'Apa mereka saling kenal?' batin Yumna.


"Papah, Alka kangen," ucap Arka sambil memeluk kaki David.


David tersenyum kemudian ia menggendong Arka. "Sayang, Papah, juga kangen banget sama Arka."


"Papah nggak kesini?" tanya Arka dengan wajah memelas membuat semua orang yang ada disana merasa gemas.


Nayla memperhatikan David dari atas sampai bawah, sedangkan Yumna melirik pada David dan Nayla bergantian.


"Papah, Main Yuk!" ajak Arka sambil menganggukkan kepalanya. David tersenyum dan karena gemas David mencubit pipi Arka.


"Arka, sayang, Papah nya mau pulang ya, Arka main sama aunti Nayla atau sama Mbak Mala ya!" tutur Yumna.


Arka menggeleng lalu mengalungkan tangannya ke leher David.


Indra dan Yumna tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat melihat sifat manja Arka pada Papahnya.


"Dav, kamu sudah makan belum?" tanya Indra pada David.


"Belum, Pah." David menjawab sambil bercanda dengan Arka.


"Kita makan dulu yuk! kebetulan makanannya sudah siap di bawah," ajak Indra lalu dia berjalan keluar kamar Yumna diikuti yang lain.


Sesampainya di ruang makan, David mendudukkan Arka lebih dulu, baru dia duduk di samping kursi Arka sehingga dia berada di tengah-tengah kedua orang tuanya.


Tante Rani yang baru saja tiba entah dari mana terkejut saat melihat David berada di tengah-tengah mereka. Dia menoleh pada anaknya tapi anaknya hanya angkat bahu acuh.

__ADS_1


"Tante, kenalin ini, Mas David, suami aku." Yumna memperkenalkan David pada Tante Rani sebagai suaminya, dan itu sukses membuat Nayla tersedak air liur nya sendiri.


Nayla menepuk-nepuk dadanya, Tante Rani menyodorkan segelas air putih pada Nayla.


Nayla menerimanya dan meminum air itu sampai habis. "Makasih, Mah," ucap Nayla pada Mamah nya.


"David." David memperkenalkan diri sambil bersalaman pada Tante Rani. Setelah bersalaman David kembali duduk dan menyuapi Arka yang sedang kesusahan.


Yumna semakin dibuat bingung oleh keadaan ini, dia melirik pada David yang sedang menyuapi Arka.


David seperti tidak memperdulikan keadaan di depannya, dia malah asik mengobrol dengan anaknya.


"Mas, makan dulu!" Yumna menyodorkan sepiring nasi dengan lauk pauk pada David.


David tersenyum dan menerimanya. "Terima kasih, sayang," ucap David, Yumna tersenyum sebagai jawaban.


Lalu mereka pun makan dengan nikmat tanpa terlibat percakapan sama sekali.


____________________________________________________


"Sayang, nanti Papah kesini lagi ya! sekarang Papah mau pulang dulu," tutur David, tapi Arka kekeuh menggeleng.


"Papah bobo sini!"


David tersenyum dia mengelus rambut Arka dan mencubit pipi anaknya itu.


"Sayang, anak pinter nggak boleh gini dong, besok Papah kesini lagi ya!" Kali ini Yumna membantu menjelaskan pada Arka.


Arka terdiam sejenak kemudian dia memeluk tubuh David. "Tapi besok Papah sini ya!" ucap Arka dengan setengah merengek.

__ADS_1


"Iya, sayang, yaudah kalau gitu Papah pulang dulu ya," pamit David, Arka mengangguk lemah.


David mencium pipi gembul Arka dan bangkit dari jongkoknya, dia tersenyum pada Yumna dan mencium kening Yumna penuh cinta.


"Aku pulang dulu, sayang," pamit David.


"Iya, hati-hati ya, Mas." Yumna tersenyum.


David mengangguk dan berjalan keluar meninggalkan Yumna dan Arka.


Arka menatap punggung David yang semakin menjauh dan hilang di balik pintu dengan sendu.


"Sayang, sekarang Arka sama mbak Mala ya! Mbak Mala bawa Arka ke kamarnya." Yumna memanggil Mbak Mala agar membawa Arka ke kamar.


Yumna menghela napas panjang dan membuangnya kasar, dia berjalan ke ruang keluarga yang ada Tante Rani dan Nayla itu.


____________________________________________________


Sementara itu di mobil, David tersenyum bahagia karena sebentar lagi dia dan Yumna akan kembali bersama, dia sudah tidak sabar.


Membayangkan sang pujaan hati akan kembali ia miliki, David bertekad akan menjaga hubungan ini hingga akhir nanti.


Lalu lintas malam ini nampak sepi, hanya ada beberapa kendaraan di jalurnya berada. Berulang kali ia melihat ke kaca spion, mobil di belakang membuatnya curiga.


David menambah kecepatan kendaraannya. Mobil hitam itu masih mengikuti. Ia yakin ada yang tidak beres dengan mobil itu. Tiba-tiba mobilnya di hantam dari samping hingga ia tak bisa mengendalikan setir. David terpaksa mengerem mobilnya mendadak.


"Sialan! apa-apaan ini!" David pun keluar dari mobil.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏 kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰


lanjut gak??🤭


__ADS_2