
Malam hari Adam sudah meluncur ke tempat tinggalnya, Jalur ekpres juga dia gunakan untuk menyingkat waktu.
Bukan untuk mempersiapkan hari duduk bersanding dengan Siska, tapi untuk menyusun strategi rencananya.
Adam tidak langsung ke rumahnya,tujuan pertamanya adalah rumah Rudi,
Kamu tidak akan pernah curiga kalau aku menginap di rumahmu siluman kadal
Tok! tok!tok!
Adam mengetuk pintu rumah Rudi, cklek! pintu terbuka seorang pria tidak kalah tampan membuka pintu.
Waktu menunjukkan jam sembilan malam,
"Selamat malam tuan ! ada keperluan apa anda datang kemari !?"
"saya mencari pemilik rumah ini,saya temannya, Adam " Adam memperlihatkan foto dirinya dan Rudi saat duduk bersama di sebuah cafe.
"Maaf tuan,Ada yang datang ingin bertemu dengan tuan atas nama Adam" Pria tersebut bicara melalui telepon.
"Tuan Adam,anda di suruh langsung menuju apartemen dekat hotel pak Anggra " Pria tersebut menyampaikan pesan tuannya.
"Oh... baiklah... terima kasih... " Adam melajukan mobilnya ke tempat yang di maksud,
("Tuan, target sudah meluncur ") Laporan anak buah Rudi dari rumah.
"Herman! siapkan semua penyambutan dengan baik! berlakulah biasa saja panggil saya 'Tuan' di depan tamu kita,cukup panggil nama saja " Titah Rudi
"Baik Tuan !" Herman membungkukkan badannya.
Adam tiba di apartemen milik Rudi,
__ADS_1
Hebat kamu Rudi ! Hebat! betul betul hebat mengelabui ku kamu akan mengajariku bagaimana cara menjeratmu
Tok!tok!tok! Adam mengetuk pintu
Pintu terbuka,Rudi mempersilahkan Adam masuk.
Mari masuk Dam ke ruang perangkap mu sendiri
"Maaf Rud,menganggu mu! pantesan kamu betah di sini bisa melihat pemandangan yang bagus" Adam melihat ke arah jendela yang menghadap ke arah hotel dalam keadaan terbuka.
"apakah anda menyukainya Dam?" senyuman Rudi tidak bisa di artikan.
Adam hanya mengangkat kedua tangannya
"Mari kita nikmati indahnya pemandangan malam ini, " Rudi memberikan gelas yang berisi wine, Adam menerima gelas dari tangan Rudi.
Segelas, Adam masih biasa saja hanya wajahnya saja yang memerah,gelas kedua Adam mulai meracau bicaranya, gelas ke tiga Adam semakin tidak bisa mengontrol bibirnya bicara.
Rudi diam saja melihat reaksi Adam
"Bagaimana tambah satu gelas lagi Dam,?" Rudi menuangkan wine ke gelas Adam sampai penuh.
Glek! glek! Adam meneguk minuman beralkohol higga setengah dari dalam gelasnya.
Adam merasa kepalanya semakin berat dia ambruk di sofa, Rudi memapahnya ke tepi tempat tidur.
"Dam,aku beli keluar sebentar ya... beli air mineral untuk mu " Antara setengah sadar Adam hanya mengangguk saja.
"Lia.... Dahlia..... kemari lah.... " Adam yang merasa kepala terlalu pusing mencoba membuka matanya,
"Kirim foto ini pada Siska sertakan alamatnya juga !" Rudi menyerahkan ponselnya pada herman
__ADS_1
"Baik tuan !"
***
Siska mendapat notifikasi pesan singkat dari hpnya.
Sebuah kiriman foto dan video Adam sedang mabuk,dia pun segera pergi menuju lokasi.
Tidak memerlukan waktu berjam jam Siska sudah sampai di depan pintu apartemen Rudi.
Siska membuka pintu,tidak di kunci! Dia melihat Adam berbaring dengan posisi separuh badan.
Siska membuka sepatu,kaos kaki dan juga ikat pinggang Adam.
"Lia... kamu ada di sini.... oh... kemari lah " Adam menarik tubuh siska yang di kiranya Dahlia.
"Dam... istirahatlah...kamu mabuk berat, besok kita harus bangun cepat " Adam langsung menarik tangan Siska yang sedang memperbaiki selimut yang berantakan oleh Adam terlalu lasak.
Hup! Siska terjatuh menimpa Adam,
"Dam!" Adam langsung ******* bibir siska tanpa memberi ruang sedikit pun.
Aroma Alkohol menusuk penciuman siska dirinya berusaha melepas pelukan dan ciuman Adam.
Adam yang sudah terpengaruh Alkohol semakin membabi buta melucuti pakaian Siska.
Suara erangan saling bersahutan Adam semakin memacu gerakannya.
Adam yang sudah lama tidak bersentuhan dengan Dahlia berkali kali melakukan pelepasan dengan Siska.
Hingga kedua mengerang panjang,Adam terkulai di samping siska.
__ADS_1