
Sesampainya di kediaman keluarga Wijaya, David turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Yumna.
"Terima kasih, Mas," ucap Yumna, David tersenyum dan menggendong Arka.
David berjalan beriringan dengan Yumna memasuki rumahnya, sebagian asisten rumah tangga tersenyum pada Yumna. Namun, sebagian ada yang berbisik melihat David membawa Yumna.
"Eh David, Yumna, sini duduk!" sambut Panji dengan ramah.
Yumna menyalami tangan Panji kemudian mendudukkan dirinya di sofa bersebrangan dengan Panji.
"Di mana omah Pah?" tanya David.
"Dia ada di taman belakang, itu Mamah mu lagi panggil." Panji menjawab sambil tersenyum pada Arka.
"David," panggil Omah Ratih yang baru saja datang dari taman belakang bersama Ajeng.
David tersenyum dan menuntun omah Ratih untuk duduk bersamanya, sedangkan Yumna langsung menyalami omah Ratih dan Ajeng.
"Omah kan lagi sakit, kenapa jalan-jalan? harusnya omah itu di kamar aja istirahat," ujar David.
"Omah tuh bete Dav, omah juga mau keluar jalan-jalan. Bukannya di kamar aja, bisa cepat tua kalau omah di kamar aja." omah Ratih mengerucutkan bibirnya membuat semua orang tertawa.
"Ayah." ketika melihat David, Yuda langsung berlari dan memeluk David.
"Udah makan belum?" tanya David dan Yuda mengangguk.
Arka cemburu melihat papahnya di peluk oleh orang lain, dia langsung berdiri dan memeluk David dari sisi kanan.
Panji dan Ajeng mengkerutkan kening bingung, sedangkan David tertawa melihat anaknya yang sedang cemburu itu.
"Dav? dia siapa?" tanya Ajeng.
"Dia anak Dav dan Yumna Mah," jawab David tersenyum sambil memangku Arka dan Yuda.
Ajeng tersenyum dan memperhatikan Arka dengan saksama, dia memang sangat mirip dengan David. Hanya matanya saja yang mirip dengan Yumna.
"Namanya siapa sayang," tanya Panji pada Arka.
"Alka," jawab Arka singkat dengan wajah polos.
"Oh, alka," ucap Panji dan Ajeng bersamaan, tapi Yumna langsung menggeleng.
"Namanya Arka, dia nggak bisa R makannya alka," terang Yumna, Panji dan Ajeng tertawa.
Arka terus saja memperhatikan Yuda, dan tiba-tiba saja Arka memukul wajah Yuda dengan sangat kencang. Yuda pun menangis dah memeluk David, membuat Arka langsung menarik-narik bajunya.
Yumna terkejut dia langsung mengambil Arka dari tangan David, dan mendudukkannya di sebelah Yumna.
"Sayang, tangan Arka ini buat makan, berdoa, memberi, dan mandi. Bukan buat pukul-pukul itu nggak boleh ya sayang, nggak baik." Yumna menasehati Arka.
__ADS_1
"Main? jajan?" protes Arka dengan wajah bingung karena Yumna tidak menyebutkan jajan dan main.
Serempak semua orang tertawa, Arka mengedarkan pandangannya. Melihat semua orang tertawa Arka pun ikut tertawa dengan di buat-buat.
Ajeng menghampiri Arka dan menciuminya dengan penuh sayang, sedangkan Arka hanya diam saja.
"Kalian sudah pada makan belum?" tanya Ajeng.
"Sudah," jawab Yumna dan David.
Ajeng mengelus dan mencium pipi gembul Arka, dia merasa sangat bahagia bisa melihat anak dari David.
Sebelumnya Ajeng hanya bisa bermimpi kapankah dia akan melihat anak dari David, dia sangat kesepian.
Yuda, Diana dan Brian terkadang tinggal di rumah kediaman keluarga Admaja.
Jadi kediaman keluarga Wijaya sangat sepi, belum lagi David yang sudah tidak tinggal di sini.
Ajeng memperhatikan Yumna dalam, dia merasa bersalah pada Yumna. Namun, Ajeng belum siap untuk memberitahukan yang sebenarnya pada Yumna.
"Mas David, eh ada Kaka ipar juga, apa kabar Kaka Ipar?" sapa Brian lalu menyalami tangan Yumna, diikuti oleh Diana.
"Aku baik, kalian apa kabar?"
"Kami juga baik, wah, siapa anak ganteng ini," sapa Brian sambil mencubit pipi Arka.
"Dia nakal," adu Yuda dengan wajah kesal pada Arka. Brian tersenyum lalu mengambil alih Yuda dari tangan David.
"Wah, jadi ini ponakanku, ganteng dan chuby banget sih." Brian kembali mencubit pipi Arka. Namun, Arka hanya tersenyum menanggapi.
"Kalian rujuk kan?" tanya Omah Ratih.
"Uhuk uhuk." Yumna tersedak salivanya sendiri saat mendengar pertanyaan tiba-tiba dari omah Ratih.
David langsung mengambilkan minum, dan menyodorkan pada Yumna.
"Terima kasih Mas," ucap Yumna.
"Sama-sama." David kembali duduk.
"Aku sudah minta kesempatan pada Yumna omah, tapi Yumna meminta waktu. Jadi, baiknya kita jangan bahas ini dulu," terang David.
Omah Ratih tertunduk lesu, dulu mungkin dia tidak menyukai Yumna. Namun, saat dia melihat cucu kesayangannya hancur saat jauh dari Yumna. Itu membuatnya sedikit merasa bersalah karena pernah tidak menyukai Yumna.
Belum lagi ternyata Ajeng yang menjebak David, membuat omah Ratih semakin merasa bersalah pada Yumna.
Makannya saat ini dia berharap Yumna dan David bisa rujuk, seenggaknya mereka melakukan itu demi Arka.
"Saat ini kalian ini bukan hanya berdua, ada anak di tengah-tengah kalian. Apa kalian ingin Arka tumbuh tanpa kasih sayang yang lengkap?" jelas Omah Ratih membuat Yumna menunduk.
__ADS_1
__________________________________________
Sementara itu di tempat lain,
Bayu dan Indra sedang berbicara serius di perusahaan milik Indra Kusuma grup.
Bayu memeriksa semua laporan yang masuk, dengan sangat hati-hati Bayu mencocokkan laporan di tangannya dengan laporan yang ada di komputer.
Hingga satu jam semuanya selesai, Bayu dan Indra tersenyum lalu memesan makanan dan minuman ke sekretaris mereka.
"Om, Bayu mau bicara serius sama om," ucap Bayu.
"Silahkan!"
"Apa om akan mengijinkan Yumna dan David rujuk?" tanya Bayu, Indra tersenyum.
"Om sih gimana Yumna, om selaku Papah hanya bisa mendukung. Lagi pula om tau bagaimana David dan keluarganya, jadi om serahkan semuanya sama Yumna," jawab Indra.
"Kalau aku ingin melamar Yumna bagaimana mana om?" ucap Bayu sontak membuat Indra terkejut.
"Apa maksud kamu Bay?" tanya Indra.
Bayu menghela napas panjang dan membuangnya perlahan, dia melonggarkan dasinya karena merasa tercekik.
"Maaf sebelumnya Om, Bayu sangat mencintai Yumna, dan Bayu ingin melamar Yumna." Bayu merasa lega sudah mengungkapkan perasaannya.
Setelah sekian lama akhirnya Bayu berani mengungkapkan perasaannya.
"Tapi kalian sodara," ucap Indra, Bayu memejamkan matanya sejenak.
Merangkai kata-kata yang pas untuk ucapannya agar tidak menyinggung perasaan Indra.
"Maaf sebelumnya Om, bukan maksud Bayu mengungkit luka lama atau menyinggung Om, tapi David pernah di ceritakan oleh Mamah. Kalau om dan mamah itu hanya saudara tiri, om di bawa oleh kakek, sedangkan Mamah bawaan nenek. Jadi, Bayu rasa andaipun kami menikah itu tidak masalah," terang Bayu.
Indra tersenyum, sudah Indra duga sebelumnya, kalau ponakannya ini mencintai putrinya.
sebelumnya Indra ingin mendukung perasaan Bayu, tapi Indra sengaja menunggu Bayu berkata jujur. Akan tetapi sekarang kondisinya berbeda.
"Bay, Om tidak ingin mencampuri urusan asmara Yumna. Jadi, om serahkan semua keputusan pada Yumna. Kalau kamu memang cinta Yumna, bicaralah padanya!" ujar Indra.
Bayu tersenyum dan mengangguk, dia akan secepatnya bicara pada Yumna.
Bayu tidak ingin kalah cepat dari David.
BERSAMBUNG...
hai ka 👋 kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏
kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga Monggo 😂 dengan senang hati aku menerimanya 😂
__ADS_1
lanjut nggak nih???
komen dong