Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 139


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Angel tersadar dari koma, dia mengerjapkan matanya beberapakali kemudian mengedarkan pandangannya.


Saat dia menoleh ke sebelah kanan, bibirnya yang mungil langsung membentuk senyuman melihat Bayu sedang tertidur di sebelahnya.


Tangan Angel terulur menyentuh rambut Bayu. "Bay," panggil Angel dengan suara serak dan pelan.


Bayu terkejut saat merasa kepalanya sedang dibelai, dia menoleh pada Angel, dan mata Bayu membulat sempurna saat melihat Angel sedang tersenyum padanya.


Melihat Angel tersadar, reflek Bayu langsung memeluknya. "Ya ampun Angel, akhirnya kamu sadar juga. Aku bener-bener takut banget Ngel, liat kamu nggak sadar-sadar." Tanpa sadar Bayu menitikkan air mata.


Bayu melepaskan pelukannya dan mencium kening Angel lembut. "Terima kasih ya Bay, kamu mau temenin aku di sini," ujar Angel.


"Ini udah jadi kewajiban aku Ngel, apa kamu nggak dengar apa yang aku bisikin ke kamu beberapa hari lalu?" Bayu merapikan rambut Angel yang berantakan.


"Bisikin apa?" tanya Angel.


Bayu tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada telinga Angel, dan kembali membisikan sesuatu.


Angel sempat terkejut tapi sedetik kemudian dia tersenyum. "Kamu serius?" tanya Angel.


"Iyalah, satu juta rius malah," jawab Bayu seraya menatap wajah Angel.


'Tak pernah kubayangkan cinta akan datang kembali, setelah aku merasa tersakiti. Hingga senyum cantikmu menggetarkan hatiku.


Hangatnya tatapan matamu, meluluhkan tembok batu, yang sudah lama membeku.


Menyentuh hati terdalam yang sudah ku tutup saat aku kehilangan cinta.

__ADS_1


Di jalan mendaki dan berduri, kau menemukanku, mengulurkan tanganmu dan kau berjanji tak akan melepaskan.


Lalu tiba-tiba, semua lagu bersenandung tentang kita. Bersamamu, aku merasakan kedamaian, dan saat bersamamu, aku tidak butuh yang lainnya lagi.


Rasa nyaman ini tak akan kulepaskan, tak kan kubiarkan pergi dan berlalu seperti yang terdahulu.


Terima kasih telah membuat hariku penuh warna dan tawa, dan membuatku menyadari. Ternyata C I N T A itu ada.


Terima kasih C I N T A karena sudah membantu aku menyadari, sebelum semuanya terlambat.' batin Bayu.


Saat Bayu tengah menatap wajah Angel ponselnya berdering, dia mengambil ponsel itu dan terpampang nama Yumna di sana.


"Siapa?" tanya Angel.


"Yumna." Bayu menjawab sambil menggeser tombol hijau.


📞"Hallo, Mas, gimana kondisi Mbak Angel, dia udah sadar belum?" tanya Yumna.


"Ada kabar baik Yumna, Alhamdulillah Angel, udah sadar."


📞"Syukurlah, yaudah aku dan Mas David, ke sana ya Mas."


"Nggak usah Yumna, nanti ngerepotin," tolak Bayu, dia tidak ingin merepotkan Yumna dan yang lain.


📞"Ah, nggak apa-apa Mas, sekalian aku bantu gantian dulu, Mas bayu, pasti capek kan."


"Terserah kamu deh."

__ADS_1


📞"Yaudah, aku siap-siap dulu ya Mas."


"Iya." Setelah itu sambungan telepon pun terputus.


Sementara itu di kediaman keluarga Indra Kusuma, Yumna yang mendengar Angel sudah sadar langsung memanggil David dan yang lain.


Dia ingin semuanya menjenguk Angel, agar Angel tidak merasa kesepian lagi. Mendengar penuturannya kemaren membuat Yumna sadar.


Jika Angel hanya butuh seorang teman. "Mas," panggil Yumna.


"Ada apa sih sayang," jawab david yang sedang berdiri di depan cermin.


David tengah bersiap untuk berangkat ke kantor, Yumna menatap suaminya itu dari atas sampai bawah.


"Di tanya kok malah ngelamun, ada apa?"


"Eh, itu Mas, kita nengokin Mbak Angel yuk! Katanya dia udah sadar, ayok Mas!" jawab Yumna.


"Tapi kan aku mau ke kantor sayang, nanti aja ya, pulang dari kantor," tolak David. Membuat Yumna mengerucutkan bibirnya.


David terkekeh melihat tingkah laku Yumna. "Bibirnya biasa aja kali bu." David mencolek bibir Yumna yang masih mengerucut itu.


"Yaudah ayok!" Akhirnya David mengalah dan mengiyakan ajakan Yumna.


"Beneran? yaudah aku ganti baju dulu bentar."


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2