Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 108


__ADS_3

Bagian terbaik dari jatuh C I N T A adalah perasaan itu sendiri. Apa kamu pernah merasakan rasa sukanya sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis.


Sulit disulam menjadi puisi oleh sang pujangga.


Bahkan tidak bisa dijelaskan oleh mesin tercanggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh C I N T A bukan hanya tentang saling memiliki, tapi saat kita mampu saling mengerti satu sama lain dan saling melepaskan jika memang tak mungkin bersama. Itulah C I N T A sesungguhnya.


Selamat membaca kesayangannya Yumna dan David.


🌹🌹 Love you All 🌹🌹


"Yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya, Mas," pamit Yumna.


"Iya, hati-hati ya sayang," jawab David dan Yumna pun melangkah keluar.


Setelah kepergian Yumna, kini tinggal mereka berdua saja di ruangan tersebut. Adit duduk di samping David sambil menatap David ragu.


"Ada apa?" tanya David, dia tau kalau Adit ingin menyampaikan sesuatu atau mungkin ingin bertanya sesuatu.


"Ini, tentang orang yang nyerang lu, gimana sama mereka? maksud gua mau diapain?" jawab Adit.


"Apa mereka masih nggak mau ngaku siapa yang udah bayar mereka buat ngeroyok gua?" David bertanya seraya memberikan tatapan matanya yang tajam.


Dia sangat geram pada laki-laki yang mengeroyoknya waktu itu. Andai saja kondisinya sudah pulih, David sendiri yang akan interogasi orang-orang tersebut.


"Ya, dia malah nantangin kita," jawab Adit.


"Kalau gitu bunuh saja mereka! kemudian ambil ponselnya, gua yakin Bos mereka akan menghubungi mereka nanti," perintah David membuat Adit terbelalak.


Sudah lama dia tidak melihat David yang seperti ini, terakhir kali melihat David seperti ini, sebelum David menikah dengan Yumna.


Ya, David memang terlihat dingin, santai dan cuek, tapi siapa sangka dibalik itu semua, David, adalah orang yang siap membunuh siapapun yang berani menyakitinya ataupun anggota keluarganya yang lain.


Sifat dia yang seperti ini di turun dari Panji, diam-diam Panji pun seperti itu. Selalu memerintahkan anak buahnya untuk menjaga keluarganya dan siapapun yang berani macam-macam maka akan dihabisi oleh anak buah kebanggaan Panji.


"Lu, yakin? gimana kalau Bos nya itu nggak nelpon mereka?" tanya Adit ragu.


David menoleh pada Adit dan tersenyum. "Gua yakin, Bos mereka akan menelpon. Jadi, lakukan apa yang gua suruh."


Adit mengangguk paham kemudian dia mengambil ponselnya dari saku celana dan menghubungi triple M.


"Hallo, habisi saja mereka sekarang! tapi sebelum itu sita semua ponsel mereka! ini perintah dari bos, David," ucap Adit.

__ADS_1


Mendengar itu David hanya tersenyum puas, kemudian dia mengambil apel yang ada diatas nakas dan memakannya.


Adit yang telah memerintahkan Triple M untuk menghabisi nyawa si pengeroyok David, langsung mematikan sambungan telponnya begitu mendengar suara jerit meminta pertolongan dari orang-orang yang nyawanya tengah direnggut paksa itu.


"Sudah?" tanya David dan Adit mengangguk sebagai jawaban.


"Soal pernikahan gua besok gimana? udah lu urus? terus, Mamah, Papah, Brian dan yang lain sudah lu kabarin kan?" tanya David.


"Sudah, semua udah gua urus. Pernikahan lu sama, Yumna, akan dilangsungkan jam delapan besok," jawab Adit.


David tersenyum bahagia, lalu kembali memakan apel sambil menonton televisi. Namun, ketika dia mengingat Nayla, David menghentikan aktivitas makan apelnya dan me oleh pada Adit.


"Dit."


"Apa?" sahut Adit dengan nada ketus.


"Lu inget, Nayla?" tanya David, dan Adit tampak berpikir.


"Oh, Nayla, iya gua inget memangnya kenapa?" jawab sekaligus tanya Adit.


"Dia kembali, dan ternyata Tante Rani itu sahabatnya mertua gua," ucap David membuat Adit terkejut.


Lalu, mereka pun terdiam dengan pikiran mereka masing-masing. Entah kenapa disaat David ingin bahagia selalu saja datang masalah.


David kembali melanjutkan makan buahnya, sedangkan Adit melamun memikirkan, Nayla.


Adit menoleh pada David yang tengah asik mengunyah buah apel tersebut.


_________________________________________________


Sementara itu di tempat lain.


Bayu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, berkali-kali dia memukul kemudinya karena kesal pada David yang seenaknya mengusir Bayu dari sana.


Bayu menepikan mobilnya di tepi jalan yang sepi, keningnya dia letakkan di stir mobil, Bayu terlihat sedang memikirkan sesuatu yang entah apa itu. Hatinya panas jika mengingat Yumna akan kembali bersama dengan David.


Sungguh dia merasa bingung apa yang harus dia lakukan kali ini. Dia tidak ingin kehilangan Yumna, dua tahun bersama Yumna membuatnya merasakan arti hidup sesungguhnya, karena, Yumna adalah cinta pertama dan terakhir untuknya.


"Aku harus bagaimana, Yumna? apa aku harus menculikmu kemudian memaksa kamu untuk menikah denganku?" gumam Bayu.


"Aaaaahhhh." Bayu berteriak sambil menjambak rambutnya frustrasi.

__ADS_1


Kali ini dia benar-benar harus berusaha agar Yumna tidak kembali pada David. "Apa selama kita bersama kamu nggak menyimpan sedikitpun rasa buat aku, Yumna? kenapa dengan mudahnya kamu kembali bersama David. Padahal kamu sudah disakiti olehnya berkali-kali," lirih Bayu.


Dua puluh menit sudah Bayu terdiam di sana, hingga getaran dari ponselnya membuat Bayu tersadar.


Dia mengambil ponsel yang ada di saku celana lalu menggeser tombol hijau tersebut.


"Ya, hallo."


📞"Bay, kamu di mana?" tanya Indra dari sebrang sana.


"Bayu, lagi di jalan om mau pulang, memangnya kenapa?"


📞"Bisa temenin, Om nggak?"


"Temenin gimana maksudnya?"


📞"Gini, besok kan, Yumna akan menikah lagi sama David, nah om butuh temen untuk menjaga Yumna."


"Ya, Om, Bayu kesana sekarang." Setelah mengatakan itu tanpa menunggu jawaban Bayu langsung mematikan sambungan telponnya sepihak.


Dia melempar ponselnya ke jok yang di sebelah, dia merasa kacau sekarang. Dia sangat mencintai, Yumna, tapi dia tidak mengerti harus apa. Bayu sudah mengatakan cinta pada Yumna, tapi David lah yang dia pilih.


Setelah puas berdebat dengan pikirannya dan merasa lebih tenang. Bayu melajukan mobilnya menuju Rumah keluarga Indra Kusuma, dan saat melihat ruko bakso yang ada di tepi jalan. Bayu berhenti, dia menepikan mobilnya dan turun, dia ingin membelikan bakso untu Arka, karena bakso ini makanan kesukaannya.


Bayu memesan beberapa bungkus bakso untuk Yumna, Indra, Tante Rani dan Nayla. Bayu akan memikirkan kembali apa yang harus dia lakukan.


"Terima kasih, Pak," ucap Bayu saat pesanan bakso sudah jadi.


Bayu membayar semuanya lalu beranjak dari sana.


Hanya butuh waktu lima belas menit untuk sampai ke rumah Yumna.


Sesampainya Bayu di depan pagar rumah Yumna, dia menekan klakson, lalu bapak-bapak dengan seragam putihnya membukakan pintu untuk Bayu.


BERSAMBUNG...


hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏 kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰


lanjut besok lagi ya ka 🙏


semoga suka

__ADS_1


__ADS_2