Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Merantau


__ADS_3

Usia Alam kini sudah menginjak enam bulan,Dahlia sedang menyiapkan menu mpASI untuk Baby Alam.


Hari itu juga suami Dahlia tidak bekerja sebab di PT sawit tempat Adam bekerja sedang ada demo antara petani dan inti plasma.


Sambil menyuapi baby Alam Dahlia berkata pada suaminya


"mas,kita cari kontrakan saja ya,lia pengen kita mandiri mas,atau kita tinggal basecamp saja ...."


Adam menatap istrinya lekat sebenarnya Adam sudah lama berniat membawa Dahlia misah dari orang tua Dahlia,tapi adam takut mengutarakan hal itu.Takut jika istrinya keberatan,dan Adam juga tidak mau di katakan mertua laki lakinya sengaja menghindarinya.


"mas sudah lama memikirkan itu lia,tapi mas masih ragu mengutarakan sama kamu lia..."Adam mengeluarkan apa yang dia pendam selama ini.

__ADS_1


"kalau begitu kita cari kontrakan sederhana saja mas,atau mas cari info basecamp khusus karyawan saja..." Dahlia mencoba memberi usulan pada suaminya.


Adam pun mengangguk,tapi sebelumnya Adam membawa anak istrinya ke rumah ibunya.Dahlia menyetujui permintaan suaminya,Adam tidak memberitahu ibunya kalau dirinya hendak ke rumah membawa serta anak dan istrinya.Karena dia ingin memberi kejutan untuk ibunya belum sama sekali melihat wajah baby al.


Mereka telah tiba di rumah ibunya Adam,di rumah terlihat ramai,Adam pun bertanya dalam hati.Apa yang terjadi pada ibunya,terdengar suara maya tertawa lepas.


Adam mengetuk pintu di saat pintu terbuka terlihat ibunya sedang ceria sambil bermain dengan keponakannya anak bagas.


Dahlia terlebih dahulu menyapa mertuanya,tapi tidak di hiraukan oleh mertuanya.Hanya mayalah yang mau bicara dengan Dahlia,Adam pun mengatakan kepada ibunya kalau mereka mau mencari kontrakan yang dekat dengan lokasi sawit tempatnya bekerja.Ibunya hanya menyahut dengan deheman saja.Merasa di abaikan Adam pun membawa anak dan istrinya pulang ke rumah orang tua Dahlia.


Ketika tiba di rumah orang tua Dahlia Adam juga mengatakan hal yang sama kepada mertuanya seperti yang sudah dia katakan kepda ibunya.

__ADS_1


Pak yatno menarik napasnya serta mengatur posisi duduknya,beliau pun tidak bisa melarang keinginan anak dan menantunya itu.


Sementara bu lina merasa lega,karena selama Dahlia dan suaminya masih menumpang di rumahnya dia menganggap mereka adalah beban keluarga.


Jam di dinding menunjukkan pukul delapan malam,baby Al sudah tidur.Dahlia mengambil ponselnya sambil menggulir beranda sosial media,tanpa sengaja Dahlia melihat postingan di beranda facebook


"DI BUTUHKAN TENAGA KERJA YANG SUDAH BERPENGALAMAN MENGURUS PERKEBUNAN SAWIT PRIBADI,JIKA YANG SUDAH BEKERJA KAMI SIAPKAN TEMPAT TINGGAL GRATIS JIKA ADA YANG BERMINAT SEGERA HUBUNGI KONTAK 0831XXXX XXXX"


Dahlia segera memberitahu suaminya,ketika suaminya menghubungi nomor tersebut ternyata lokasinya sangat jauh dan berada di luar kabupaten.Karena biaya transportasi di tanggung oleh pemilik kebun,Adam bersedia dan membawa serta anak dan istrinya.


Tibalah hari keberangakat keluarga kecil Dahlia ke kabupaten tersebut,sebelumnya Dahlia juga sudah mengatakan kepada orang tuanya,serta memberitahu mertuanya keberangkatan mereka.

__ADS_1


Dengan berat hati Pak yatno melepas keberangkatan anak menantu serta cucunya,tapi itu sudah keputusan Dahlia dan suaminya.


__ADS_2